Chat 'Jakarta Sudah Monitor' Viral, Kadishub Gowa Agus Harahap Bantah Kaitkan Fadil Imran
Sudirman August 28, 2026 05:06 PM

TRIBUN-GOWA.COM - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gowa, Agus Salim Harahap, menjadi sorotan setelah percakapan viral di media sosial.

Percakapan Agus Salim Harahap beredar grup Facebook 'Rewako Gowa Canda'.

Unggahan bertuliskan "Hebat Sekali Ini Agus Harahap'.

Mengancam 7 PLT SKPD Gowa dengan *Perintah Jakarta*.

Seluruh warga Gowa tahu bahwa *Jakarta* dimaksud adalah Komjen Pol Fadil Imran," tulis dalam unggahan itu.

Postingan itu diunggah oleh akun Facebook Gowa Xpose dan direpost Gowa Info.

Baca juga: Kronologi Kadishub Gowa Agus Harahap Bubarkan Apel ASN Dipimpin Husniah Talenrang, Videonya Viral

Padahal dalam konferensi pers keluarga di Kaluarrang Bontonompo melalui jubirnya, Komjen Fadil Imran tidak ada lagi campur tangan keluarga terkait persoalan ibu bupati Gowa.

Dalam postingan itu juga terlihat screenshot chat grup Rewako Gowa Canda.

Lalu dipostingan itu juga menggaris merah isi chat yakni 'Jakarta sudah memonitoring'.

Tercatat 12 komentar, dengan 23 like dan dua dibagikan dan diunggah, Kamis (27/8/2026).

Kadishub Gowa, Agus Salim Harahap, membantah pernyataannya yang beredar di media sosial ditujukan kepada Komjen Pol Fadil Imran.

Agus menilai narasi yang mengaitkan pernyataannya dengan Komjen Pol Fadil Imran merupakan penggiringan opini.

“Jadi itu penggiringan opini ke Pak Fadil yang tidak ada kaitannya sama sekali,” tegas Agus saat dihubungi lewat pesan WhastApp (WA), Jumat (28/8/2026).

Agus menjelaskan, pernyataan mengenai “Jakarta sudah monitor” disampaikannya kepada salah satu oknum pejabat Pemkab Gowa.

Agus menjelaskan, kalimat “Jakarta sudah monitor” memang pernah disampaikannya kepada salah seorang pejabat Pemkab Gowa.

Konteks pembicaraan tersebut berkaitan dengan persoalan pejabat di lingkungan Bappeda.

“Saya menyampaikan kepada salah satu oknum pejabat Pemda, bahwa kakanda janganki terlalu intervensi pejabat di Bappeda, itu tidak bagus,” ujarnya.

Agus kemudian menjelaskan bahwa istilah “Jakarta” dalam percakapan tersebut bukan merujuk kepada Fadil Imran.

“Ini yang diartikulasikan bahwa yang saya maksud itu Pak Fadil. Padahal itu tidak ada kaitannya sama sekali, tapi yang saya maksud BKN,” katanya.

Menurut Agus, percakapan tersebut harus dilihat berdasarkan tanggal dan konteks saat pernyataan dibuat.

“Lihat tanggalnya. Itu perkataan yang saya maksud BKN dan Mendagri di Jakarta,” ujarnya.

Agus menyebut pernyataannya berkaitan dengan proses pengaduan enam pejabat tinggi pratama kepada pihak BKN di Jakarta.

Enam orang yang dibebastugaskan oleh Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang telah mengadu ke BKN 

Mereka Sekretaris Daerah Gowa H Andy Azis Peter, Inspektur Daerah Syahrul Syahrir, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Mahmud, Kepala BKPSDM Indra Said, Sekretaris DPRD Gowa Andi Idil Hafid, dan Kepala Satpol PP Umar Madjid.

Keenam pejabat tersebut mengajukan pengaduan ke BKN pada Jumat (21/8/2026).

Setelah menerima pengaduan, BKN kemudian menerbitkan surat permintaan klarifikasi kepada Bupati Gowa terkait keputusan pemberhentian sementara enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tersebut.

Surat BKN itu diterima pada Rabu (26/8/2026).

Dalam surat tersebut, BKN menyebut enam pejabat diberhentikan sementara pada 21 Agustus 2026.

BKN menyatakan telah melakukan penelusuran terhadap keputusan pemberhentian sementara tersebut.

Hasil penelusuran itu menemukan adanya dugaan ketidaksesuaian dengan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN)

"Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa pemberhentian sementara terhadap Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Gowa tersebut diduga tidak sesuai dengan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Manajemen Aparatur Sipil Negara," demikian bunyi surat BKN.

Bupati Disebut Sudah Bertemu BKN

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang disebut telah berkomunikasi dengan pihak BKN.

Menurut sumber yang diterima, Husniah disebut telah bertemu dengan BKN pada Rabu (26/8/2026).

“Ibu (Bupati Gowa) sudah ketemu dengan BKN,” kata sumber tersebut.

Sumber yang sama menyebut Husniah juga telah berkomunikasi dengan Plt Kepala BKPSDM Gowa.

“Iye dinda. Dan saya sudah bicara juga Plt BKPSDM,” ujarnya.

Komunikasi dengan BKN dilakukan melalui sambungan telepon dan pertemuan di Jakarta.

“Kata Ibu (Bupati), sudah clear. Dia sudah via telepon dan ketemu BKN di Jakarta,” katanya.

Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.