TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Kabupaten Jembrana mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada paruh pertama tahun ini.
Seperti disampaikan oleh DPRD dalam pemandangan umum fraksi, realisasi belanja daerah hingga Juli 2026 telah mencapai 49,59 persen.
Angka ini menunjukkan bahwa pelaksanaan APBD berjalan stabil dan berada di jalur yang tepat (on-track) memasuki semester kedua.
Capaian tersebut sekaligus meluruskan berbagai persepsi terkait saran Fraksi PDIP DPRD Jembrana untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja serapan anggaran perangkat daerah.
Baca juga: Api Membakar Gudang Kayu di Busungbiu Dalam Hitungan Menit, Kerugian Mencapai Rp500 Juta
Pemkab Jembrana menilai masukan dari pihak legislatif tersebut sebagai bentuk pengawasan rutin yang konstruktif dan bersifat normatif untuk menjaga stabilitas kinerja jajaran pemerintah daerah, bukan merupakan teguran eksplisit kepada perangkat daerah tertentu.
Pemerintah Kabupaten Jembrana menegaskan komitmennya untuk menyambut baik seluruh masukan dari DPRD dan fokus pada optimalisasi pelaksanaan program dan anggaran di semester II dengan tetap mengedepankan pelaksanaan program-program pro rakyat.
Kedepan, Pemkab akan terus mendorong percepatan penyerapan anggaran yang akuntabel, transparan, dan berorientasi langsung pada kesejahteraan masyarakat Jembrana.
Baca juga: TKP Warga Terseret Ombak di Pantai Goa Lawah, Tempat Bertemunya Arus dari Barat dan Timur Pesisir
"Realisasi sebesar 49,59 % hingga pertengahan tahun menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan program-program pembangunan daerah agar selesai tepat waktu," ujar Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.
Bupati asal Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan ini juga menegaskan imbauan mengenai target konkret hingga Desember 2026 merupakan saran umum yang lazim dalam pembahasan anggaran.
Baca juga: Cerita Saksi Mata Korban Tenggelam di Goa Lawah, Sempat Ditegur Saat Hendak Basuh Kaki di Pantai
Tidak ada perangkat daerah yang disasar secara khusus dalam pemandangan umum tersebut.
"Kami ucapkan terimakasih atas berbagai masukan dari kawan-kawan di DPRD,”
“Tentu konteks utama dari saran DPRD adalah memberikan pengawasan dan motivasi agar seluruh perangkat daerah terus menggenjot percepatan realisasi program dan anggaran di sisa akhir tahun, namun tetap selaras dengan pencapaian target kinerja, jadi tidak asal-asalan," terangnya.