Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menyiapkan anggaran sekitar Rp13 miliar untuk penanganan tanggap darurat pascagempa yang melanda wilayah tersebut.
Selain anggaran, Pemkab Manggarai Barat juga mengalokasikan 51 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak bencana. Beras tersebut telah didistribusikan kepada warga.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menegaskan, beras yang dibagikan kepada warga bukan semata-mata berasal dari bantuan Kementerian Pertanian (Mentan).
“Yang Pemda siapkan yaitu uang Rp13 M, lalu beras 51 ton. 51 ton ini sudah didistribusikan. Jangan berpikir bahwa yang dibagi itu berasnya Mentan saja. Pemda mengalokasikan 51 ton,” ujar Edistasius, Jumat (28/8/2026).
Baca juga: Taman Nasional Kelimutu Terapkan Pembatasan Akses, Wisatawan Dilarang Dekati Kawah Tiwu Ata Polo
Menurut Edistasius, anggaran Rp 13 miliar tersebut difokuskan untuk kebutuhan selama masa tanggap darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dalam penanganan bencana. Anggaran itu belum diarahkan untuk tahap rehabilitasi maupun rekonstruksi.
Yang menarik, alokasi anggaran tersebut telah dinaikkan sehari sebelum gempa terjadi. Saat itu, pemerintah daerah menaikkan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai langkah antisipasi.
Kini, anggaran yang telah disiapkan tersebut digunakan untuk mendukung penanganan tanggap darurat gempa. Meski demikian, pemerintah belum menghitung kebutuhan anggaran untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemerintah akan terlebih dahulu memastikan seluruh kebutuhan selama masa tanggap darurat terpenuhi sebelum memasuki tahap pemulihan dan pembangunan kembali fasilitas maupun wilayah yang terdampak gempa. (Iar)