BBPOM dan Labkesmas Perketat Pengawasan Dapur MBG di Aceh Besar
Muliadi Gani August 28, 2026 06:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH BESAR - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh bersama Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Banda Aceh memperketat pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Besar.

Langkah terpadu ini diambil untuk mencegah potensi Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP) sekaligus menjamin keamanan konsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan inspeksi mendadak ini dipimpin langsung oleh Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, bersama perwakilan Labkesmas Banda Aceh, Wahyuna, dengan melibatkan sejumlah instansi lintas sektor terkait.

Dalam pengawasan terpadu tersebut, BBPOM berfokus mengevaluasi penerapan sistem jaminan keamanan serta mutu pangan di area dapur pengolahan.

Sementara itu, tim Labkesmas Banda Aceh bertugas melakukan pengambilan sampel dan pengujian laboratorium secara langsung terhadap sajian yang disiapkan untuk program MBG.

Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, menjelaskan bahwa pembagian peran ini membuat proses pengawasan menjadi lebih efektif.

Pihaknya tidak sekadar menginspeksi, tetapi juga memberikan pendampingan langsung dan evaluasi teknis kepada para pengelola serta pihak yayasan penanggung jawab SPPG.

Baca juga: BBPOM Aceh Temukan Jamu Berbahan Kimia Obat Saat Sidak Warung Kopi

Baca juga: Hari Pertama Pendaftaran, Dua Akademisi Senior Ramaikan Bursa Rektor Unimal

Dua Dapur Raih Rating A dan B

Dari hasil pemeriksaan intensif di lapangan, dua fasilitas dapur SPPG di Aceh Besar berhasil mengantongi penilaian memuaskan dari tim pemeriksa.

"Dari hasil pengawasan, dua dapur SPPG di Aceh Besar memperoleh hasil positif.

Satu dapur mendapatkan rating A dan satu lainnya mengantongi rating B dari tim BBPOM Aceh.

Hasil ini bisa menjadi basis rekomendasi dalam proses perolehan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)," ungkap Riyanto pada Jumat (28/8/2026).

Meski menorehkan hasil positif, Riyanto mengimbau para pengelola agar tidak berpuas diri.

Ia menegaskan pentingnya konsistensi dalam menerapkan standar higiene dan sanitasi pada setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian makanan kepada penerima manfaat.

Lebih lanjut, ia mendorong para pengelola dapur SPPG untuk melangkah ke tingkat pengawasan yang lebih ketat melalui penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).

"Kami berharap standar ini konsisten diterapkan dan ada komitmen untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengadopsi sistem HACCP.

Ini penting agar insiden keracunan atau kasus menonjol dapat diantisipasi dan dicegah sejak dini di seluruh dapur SPPG Aceh Besar," tegasnya.

Pihak pengelola SPPG beserta yayasan menyambut baik langkah pembinaan tersebut dan menyatakan komitmen penuh untuk segera menindaklanjuti setiap catatan evaluasi demi menjamin sajian MBG tetap aman, higienis, dan bermutu tinggi.

Pengawasan terpadu ini diharapkan mampu memperkuat penerapan standar keamanan pangan di dapur SPPG sehingga makanan yang disalurkan melalui program MBG tetap aman, bermutu, dan higienis serta potensi KLB keracunan pangan dapat dicegah sejak awal.

Baca juga: Puluhan Dapur SPPG Stop Beroperasi, Staf Dirumahkan, Siswa Terancam Lapar

Baca juga: Menu MBG Berbelatung di Aceh Selatan, Siswa SMPN 3 Sawang Protes 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.