Karhutla Berdampak ke 5,4 Juta Warga, 360 RS dan 1.691 Puskesmas Disiagakan
Acos Abdul Qodir August 29, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada 5.419.467 populasi di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi di Kalimantan dan Sumatera.

Menghadapi dampak kesehatan akibat asap, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiagakan 360 rumah sakit (RS) rujukan dan 1.691 puskesmas.

Tujuh provinsi tersebut yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan Kemenkes juga menyiapkan tenaga kesehatan dan logistik, termasuk oksigen konsentrator serta masker.

“Kami menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 dan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) di kabupaten/kota,” ujar Dante dalam konferensi pers di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Sebanyak 87 Labkesmas disiapkan untuk pengujian kualitas udara dan pemantauan kondisi lingkungan. Kemenkes juga melakukan pemantauan dan evaluasi karhutla setiap hari untuk menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Tenaga kesehatan yang disiagakan terdiri dari 18.457 dokter umum, 189 dokter spesialis paru, 238 dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorok (THT), 280 dokter spesialis mata, serta 212 dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika (DVE).

Baca juga: Panglima Jilah Bertemu Prabowo Bahas Karhutla, Ungkap Peladang Kerap Disalahkan

4.082 Kasus ISPA

Hingga 27 Agustus 2026, tercatat 4.082 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan gejala antara lain batuk, sesak napas, dan radang tenggorokan.

Paparan asap juga dapat memicu gangguan pernapasan pada anak, kekambuhan asma, memperburuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), serta menyebabkan iritasi mata dan kulit.

Dalam jangka panjang, polusi udara tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan peningkatan tekanan darah, terutama pada lanjut usia.

Baca juga: Dampak Karhutla: 4.082 Kasus ISPA, 5,3 Juta Masker Disebar ke 7 Provinsi

Kelompok Rentan

Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma dan PPOK, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak asap karhutla.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau memantau kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, dan menggunakan masker ketika keluar rumah.

Warga yang mengalami batuk, sesak napas, nyeri dada, atau iritasi mata dianjurkan segera memeriksakan diri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.