TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Persekabpas Pasuruan genap berusia 41 tahun.
Momen itu diperingati dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memanjatkan harapan agar perjalanan Laskar Sakera ke depan semakin baik.
Doa bersama digelar Sakeramania, julukan suporter tim Persekabpas Pasuruan, Jumat (28/8/2026) tepat di hari lahir klub ini.
Selain mendoakan, kegiatan itu juga menjadi kesempatan untuk mengenang para suporter Sakera Mania yang telah meninggal dunia.
Baca juga: Sosok Osvaldo Haay, Pemain Baru Persekabpas Pasuruan, Pernah Main di Persija Hingga Persebaya
Ketua Yayasan Suporter Sakera Mania Rosul mengatakan, usia 41 tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak lepas dari kecintaan masyarakat terhadap Persekabpas.
Karena itu, ia berharap momentum tersebut menjadi awal dari semangat baru untuk membawa tim kebanggaan Kabupaten Pasuruan kembali meraih prestasi.
“Di usia yang ke-41 ini, kita berdoa bersama semoga cita-cita kita bisa terwujud. Semoga Persekabpas bisa naik kasta ke Liga 2 dan perjalanan tim musim ini diberikan kelancaran,” katanya.
Menurut dia, perjuangan menuju Liga 2 membutuhkan kebersamaan seluruh elemen.
Tidak hanya pemain dan manajemen, tetapi juga dukungan suporter serta masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Rosul berharap, Sakera Mania tetap memberikan dukungan dalam kondisi apa pun.
Baginya, keberadaan suporter menjadi salah satu energi penting bagi pemain ketika menjalani kompetisi.
“Kita ingin memberikan dukungan yang positif kepada tim. Mudah-mudahan pemain juga bisa berjuang maksimal di lapangan. Kalau semuanya bersama-sama, insyaallah target untuk naik kasta bisa lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.
Dalam doa bersama tersebut, Rosul juga mengajak seluruh yang hadir untuk mendoakan para almarhum Sakera Mania yang telah lebih dahulu meninggalkan dunia.
“Kita juga mendoakan saudara-saudara kita, para almarhum Sakera Mania yang sudah mendahului. Mereka juga bagian dari perjalanan Persekabpas dan perjuangan Sakera Mania. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Harapan agar Persekabpas naik kasta juga mendapat dukungan dari Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo.
Ia mengatakan, pemerintah daerah memiliki komitmen yang sama untuk membawa Persekabpas meraih prestasi lebih tinggi.
Menurut Mas Rusdi, usia 41 tahun menjadi momentum untuk membangun kembali semangat sepak bola Kabupaten Pasuruan.
Persekabpas, kata dia, bukan hanya sebuah klub, tetapi telah menjadi bagian dari perjalanan dan kebanggaan masyarakat.
“Usia 41 tahun ini bukan waktu yang sebentar. Kita ingin momentum ini menjadi titik kebangkitan Persekabpas. Komitmen pemerintah daerah tetap sama, bagaimana musim depan Persekabpas bisa naik ke Liga 2,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan yang dimiliki.
Dukungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tim, tetapi juga pembenahan fasilitas yang menunjang kegiatan sepak bola.
Tahun ini, Pemkab Pasuruan melakukan pembenahan Stadion R Soedrasono Pogar.
Sejumlah fasilitas disiapkan, diantaranya penambahan lampu stadion, lintasan jogging track serta mess atau sport center.
“Kalau kita ingin timnya lebih baik, tentu fasilitas juga harus kita siapkan. Harapannya bisa menunjang persiapan Persekabpas menghadapi kompetisi,” jelasnya.
Mas Rusdi menilai dukungan terhadap Persekabpas harus dilakukan secara bersama-sama.
Pemerintah, manajemen, pemain, suporter dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk mendorong tim mencapai target.
“Kita harus bersama, Pasuruan harus bangkit. Pemerintah memberikan support, manajemen menyiapkan tim, pemain berjuang di lapangan dan masyarakat memberikan doa serta dukungan. Mudah-mudahan semuanya menjadi kekuatan untuk Persekabpas,” katanya.
Di tengah persiapan menghadapi kompetisi Liga 3, manajemen Persekabpas juga terus memperkuat komposisi skuad.
Salah satunya dengan mendatangkan Osvaldo Haay.
Mantan penyerang Timnas Indonesia tersebut telah bergabung dengan skuad Laskar Sakera yang saat ini menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) di Yogyakarta.
Osvaldo menambah deretan pemain berpengalaman yang kini memperkuat Persekabpas.
Sebelumnya, manajemen juga mendatangkan Bayu Gatra, Dandi Maulana, Hamsa Lestaluhu dan Joko Susilo yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Liga 1 maupun Liga 2.
Persekabpas juga diperkuat dua pemain naturalisasi yang pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia, yakni Otavio Dutra dan Beto Goncalves.
Kehadiran para pemain berpengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat skuad sekaligus membantu Persekabpas bersaing dalam kompetisi Liga 3.
Osvaldo Haay sendiri turut menyampaikan doa untuk perjalanan Persekabpas.
Ia berharap Laskar Sakera mampu bangkit, tampil konsisten dan meraih hasil terbaik sepanjang kompetisi.
Hal senada disampaikan Beto Goncalves. Pemain senior tersebut berharap Persekabpas bisa naik kelas dan mencapai kesuksesan yang lebih besar.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)