Tepung Singkong Bisa Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan? Ini Penjelasan BRIN
Muhammad Zulfikar August 29, 2026 04:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji potensi tepung singkong sebagai alternatif pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal ini selaras dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia terkait penggunaan bahan berbasis tepung singkong sebagai alternatif pemadaman karhutla. 

Baca juga: Karhutla Berdampak ke 5,4 Juta Warga, 360 RS dan 1.691 Puskesmas Disiagakan

Periset Kimia Molekuler BRIN, Julinton, menjelaskan bahwa penggunaan pati singkong dalam teknologi pemadam memiliki dasar ilmiah yang dapat dikembangkan melalui rekayasa kimia dan formulasi.

“Pernyataan Bapak Presiden terkait penggunaan bahan berbasis singkong untuk mendukung pemadaman kebakaran memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, formulasi, efektivitas, keselamatan, dan dampak lingkungannya tetap harus divalidasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan secara terukur,” ujar Julinton dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (27/8).

Ia menjelaskan, pati singkong tidak digunakan sendiri, melainkan dikombinasikan dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan wetting agent.

Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan suhu bahan terbakar. Pati singkong membantu cairan lebih melekat dan bertahan lebih lama di permukaan vegetasi, sedangkan wetting agent membantu cairan menyebar lebih baik.

Sementara APP memberikan efek perlambatan api melalui mekanisme kimia.

Menurut Julinton, teknologi ini tidak bekerja dengan menghilangkan oksigen, melainkan melalui proses pendinginan, peningkatan kelembapan, serta pembentukan lapisan karbon (char) yang dapat menghambat perpindahan panas dan memperlambat penyebaran api.

Baca juga: Dampak Karhutla: 4.082 Kasus ISPA, 5,3 Juta Masker Disebar ke 7 Provinsi

Pengembangan bahan ini masih dalam tahap optimalisasi, termasuk pengujian tingkat kekentalan, stabilitas, kemampuan membentuk lapisan, hingga efektivitas pemadaman.

Dalam penerapannya, cairan berbasis pati singkong berpotensi digunakan untuk operasi darat maupun udara, termasuk melalui drone untuk menangani titik api awal atau membuat jalur penghambat penyebaran api.

Namun, BRIN menegaskan teknologi ini bukan pengganti metode pemadaman yang sudah ada, melainkan sebagai pendukung untuk respons awal, pengendalian penyebaran api, dan perlindungan area strategis.

Dari sisi lingkungan, keamanan formulasi juga masih dikaji melalui uji biodegradabilitas, dampak terhadap tanaman, organisme tanah dan air, serta residu setelah pembakaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.