SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Persaingan memperebutkan posisi penjaga gawang Sriwijaya FC untuk Liga Nusantara 2026/27 semakin panas.
Di tengah perburuan kiper senior, tiga penjaga gawang trial masih harus berjibaku menunjukkan kemampuan terbaiknya demi mengamankan satu tempat di skuad Laskar Wong Kito.
Salah satunya adalah Stefanus, kiper muda kelahiran Pasir Sakti, Lampung Timur, 29 September 2006.
Menariknya, Stefanus justru menjalani persaingan tersebut dengan santai. Senyum tak lepas dari wajahnya saat mengikuti rangkaian seleksi Sriwijaya FC.
"Harapannya bisa masuk skuad dan membantu Sriwijaya FC bisa bangkit. Kalau soal persaingan enjoy jalani saja," ungkap Stefanus di sela-sela laga internal game yang digelar di Stadion Kamboja Palembang, Jumat (28/8/2026) sore.
Stefanus kini tinggal di kawasan Talang Jambe, Palembang.
Alumni SMKN 2 Palembang itu mengawali perjalanan sepak bolanya sejak duduk di kelas 4 SD dengan bergabung bersama SSB Perisai Palembang.
Ia kemudian memperkuat sejumlah tim lokal dan mengikuti berbagai kompetisi.
Stefanus pernah bergabung dengan Kobar David dan mengikuti Tim Soeratin 2022.
Sebelumnya, ia juga tampil di Piala Gubernur bersama David FC pada 2020, Liga 4 bersama David FC musim 2024/25, hingga Liga 4 bersama Porsiba pada 2026.
Ada alasan khusus mengapa Stefanus begitu termotivasi bisa berseragam Sriwijaya FC.
Ia merupakan pengagum sosok legenda penjaga gawang Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu atau yang akrab disapa FR12.
Kini, pemain yang selama ini menjadi idolanya justru menjadi sosok yang menentukan nasibnya di Sriwijaya FC.
Namun, jalan Stefanus menuju skuad utama dipastikan tidak mudah.
Sriwijaya FC ternyata masih membutuhkan satu kiper senior untuk memperkuat benteng pertahanan menghadapi Liga Nusantara 2026/27.
Pelatih kiper Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu, bahkan secara terbuka mengakui kebutuhan tersebut.
"Saya butuh 1 kiper senior," ungkap Ferry Rotinsulu kepada Sripoku.com.
Menariknya, keputusan terkait siapa penjaga gawang yang akan direkrut menjadi kewenangan penuh Ferry.
Pelatih kepala Sriwijaya FC, Oktavianus, memastikan tidak akan mencampuri keputusan tersebut.
"Kalau untuk goal keeper ranahnya Coach Ferry. Saya tidak intervensi, ke depannya mau kiper mana beliau nanti punya pilihan sendiri. Sama sekali saya tidak tahu dengan pilihan karakteristik yang beliau inginkan," kata Oktavianus.
Saat ini terdapat tiga kiper yang masih menjalani trial.
Ketiganya yakni M Alif Danial dari Pekanbaru FC, Hafiz Abdul Azis yang sebelumnya memperkuat EPA SFC U19, serta Stefanus dari Porsiba.
Ketiga kiper muda tersebut masih harus membuktikan kualitasnya di hadapan Ferry Rotinsulu.
Ferry pun memastikan belum ada keputusan final mengenai siapa yang bakal dipertahankan.
"Belum, masih tahap seleksi. Seleksi masih panjang," ujar legenda Sriwijaya FC tersebut.
MENGEJUTKAN! Ferry Dapat Tawaran Kiper Timnas U-17
Di tengah ketatnya persaingan tiga kiper trial, muncul fakta mengejutkan.
Ferry Rotinsulu ternyata mendapat tawaran untuk merekrut seorang penjaga gawang yang saat ini memperkuat Timnas Indonesia U-17.
"Bahkan saya ditawari kiper Timnas U-17," ungkap Ferry.
Tawaran tersebut tentu menjadi opsi menarik bagi Sriwijaya FC.
Pasalnya, Laskar Wong Kito sedang berusaha membangun skuad kompetitif untuk menghadapi Liga Nusantara 2026/27.
Kehadiran kiper berlabel Timnas U-17 tentu bisa menjadi tambahan kekuatan sekaligus membuat persaingan di bawah mistar semakin sengit.
Namun hingga kini, Ferry belum menentukan siapa kiper yang akan menjadi pilihannya.
• Gol Tunggal Aditya Lukhita Nanda di Internal Game Sriwijaya FC Curi Perhatian Coach Oktavianus
Stefanus dan dua kiper trial lainnya pun masih memiliki peluang.
Mereka harus terus menunjukkan performa terbaik untuk mencuri perhatian sang legenda Sriwijaya FC.
Saat ini, tiga kiper trial tersebut masih bersaing bersama 24 pemain trial lainnya untuk mendapatkan tempat di skuad utama Laskar Wong Kito.
Perburuan 11 pemain terbaik Sriwijaya FC pun semakin mendebarkan.
Bagi Stefanus, persaingan tersebut dijalaninya dengan satu modal utama: tetap enjoy, bekerja keras, dan berharap bisa menjadi bagian dari kebangkitan Sriwijaya FC.