Beras SPHP Langka di Pasar Plaju Palembang, Pedagang Sebut Sudah 2 Bulan Tak Dapat Stok
Odi Aria August 29, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Kelangkaan beras premium kemasan 5 kilogram (kg) dan 10 kg mulai dirasakan masyarakat di Pasar Plaju, Jalan Pintu Besi, Plaju Ilir, Kecamatan Plaju, Palembang.

Di tengah kondisi tersebut, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang seharusnya menjadi salah satu pilihan beras dengan harga terjangkau juga disebut sulit ditemukan.

Pedagang sembako, Rosikin, mengatakan tokonya sudah tidak menerima pasokan beras SPHP selama sekitar dua bulan terakhir.

"Beras SPHP itu kosong dek, kami dak pernah dapat stok lagi sejak 2 bulan terakhir," kata Rosikin.

Pedagang lainnya, Koko, juga mengungkapkan kondisi serupa. Menurutnya, beras SPHP memang memiliki harga yang lebih terjangkau, namun stoknya sulit diperoleh.

"Beras SPHP itu murah Rp62 ribu per 5 kg tapi stoknya yang gak ada terus," ujarnya.

Kelangkaan beras kemasan 5 kg dan 10 kg juga membuat pedagang harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan pembeli.

Hesar, salah seorang pedagang, mengatakan distributor saat ini lebih banyak menyediakan beras kemasan 20 kg. Beras tersebut kemudian dibuka dan dijual secara eceran.

"Kalau menurut saya ya itu karena harganya di bawah standar, mulai dari karung, biaya produksi hingga semuanya naik, ini sepertinya harganya mulai mau naik," kata Hesar, Sabtu (28/8/2026).

Karena tidak mendapatkan beras kemasan 5 kg dan 10 kg, Hesar terpaksa menjual beras dari kemasan 20 kg dengan harga sekitar Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.

"Gak ada dari distributornya kosong, jadi saya buka yang 20 Kg saja dijual dengan harga Rp17 ribu perkilogramnya," katanya.

Pedagang lainnya, Sukinah, mengatakan kelangkaan beras kemasan kecil membuat harga yang tersedia di pasaran ikut mengalami kenaikan.

Ia menyebut beras kemasan 5 kg yang sebelumnya dijual sekitar Rp70 ribu kini berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp85 ribu, tergantung merek.

Sementara beras kemasan 10 kg yang sebelumnya sekitar Rp150 ribu hingga Rp160 ribu kini dapat mencapai Rp165 ribu hingga Rp170 ribu per karung.

Kondisi tersebut turut dikeluhkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang mengandalkan beras kemasan kecil untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.

Nurjanah, salah seorang warga, mengaku bingung karena beras SPHP yang menurutnya memiliki harga terjangkau justru sulit ditemukan di Pasar Plaju.

Warga lainnya, Ningsih, berharap pemerintah turun langsung melihat kondisi ketersediaan beras di pasar.

"Kita harap Walikota Ratu Dewa atau wakil Prima Salam turun dan melihat secara langsung untuk dilaporkan kepada Gubernur Sumatera Selatan," ujarnya.

Menurut Ningsih, keberadaan beras SPHP sangat dibutuhkan masyarakat karena harganya lebih terjangkau, terutama di tengah sulitnya mendapatkan beras kemasan 5 kg dan 10 kg.

Pembeli lainnya, Laila, mengatakan dirinya terpaksa membeli beras secara kiloan karena kemasan 5 kg dan 10 kg sulit ditemukan.

"Saya aja biasa setiap bulan seperti ini membeli beras 10 KG dan 5 kg ini kosong berasnya terpaksa beli yang kiloan sebelum gajian lagi," katanya.

Ia berharap pasokan beras SPHP dapat kembali masuk secara rutin ke Pasar Plaju.

"Kita berharap beras SPHP itu masuk terus ya, tapi terkadang di sini tidak masuk berasnya sehingga sudah lama kosong," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.