TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah di Indonesia belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Kondisi tersebut terlihat dari jarak pandang yang masih cukup baik berdasarkan informasi Stasiun Meteorologi Raja Haji Abdullah Karimun untuk periode 29-30 Agustus 2026.
Jarak pandang di sejumlah pelabuhan di Kabupaten Karimun tercatat berada pada kisaran 7 hingga 10 kilometer.
Kondisi ini membuat aktivitas transportasi, baik udara maupun laut, masih dapat berlangsung secara normal.
Ketua Tim Teknik Operasi, Keamanan, dan Pelayanan Darurat Bandara Raja Haji Abdullah, Kukuh, mengatakan hingga Sabtu (29/8/2026), kondisi di wilayah Karimun belum terdampak kabut asap.
Menurutnya, kondisi cuaca di sekitar bandara masih cerah sehingga operasional penerbangan berjalan sesuai jadwal.
"Keberangkatan normal, Alhamdulillah aman, tidak terdampak kabut asap, di sini cerah," ujar Kukuh saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026).
Ia memastikan sejauh ini belum terdapat gangguan terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Raja Haji Abdullah akibat kabut asap.
Selain transportasi udara, aktivitas pelayaran di Kabupaten Karimun juga masih berjalan seperti biasanya.
Penanggungjawab Lintasan ASDP Kabupaten Karimun, Abdul Rahman Firdaus, mengatakan jadwal operasional kapal roll-on/roll-off (Roro) hingga saat ini masih berlangsung normal.
Menurut Firdaus, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian sebelum kapal diberangkatkan.
Pihak terkait akan melakukan pengecekan kondisi pelayaran, termasuk jarak pandang, sebelum kapal dinyatakan layak beroperasi.
"Biasanya kalau jarak pandang masih di atas 100 meter masih layak jalan, dan sampai sekarang belum ada kendala terkait pengaruh asap," ucap Firdaus.
Dengan kondisi jarak pandang yang masih mencapai 7 hingga 10 kilometer di sejumlah wilayah pelabuhan, aktivitas transportasi laut maupun udara di Kabupaten Karimun masih berlangsung normal.
Meski demikian, pemantauan terhadap kondisi cuaca dan jarak pandang tetap dilakukan untuk memastikan aktivitas transportasi berjalan aman, terutama apabila kondisi kabut asap mengalami perubahan. (TribunBatam.id/Fairozzamani)