Prakiraan Cuaca NTB Minggu 30 Agustus 2026, Dompu Cerah, Kota Mataram Berpotensi Kabut/Asap
jonisetiawan August 29, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Warga Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berencana beraktivitas di luar rumah pada Minggu, 30 Agustus 2026, perlu memperhatikan kondisi cuaca yang diperkirakan masih didominasi suasana kering.

Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah NTB diprakirakan mengalami cuaca udara kabur hingga berawan, sementara beberapa daerah lainnya masih berpeluang menikmati kondisi cerah.

Kondisi tersebut terjadi di tengah periode kemarau yang masih kuat. BMKG menyebut sekitar 80 persen wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau, dengan puncak kemarau sebagian besar berlangsung pada Agustus. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla di sejumlah wilayah.

Baca juga: Prakiraan Cuaca NTB Sabtu 29 Agustus 2026: Cek Wilayah Lombok, Mataram hingga Bima

Prakiraan Cuaca NTB Minggu, 30 Agustus 2026

Data prakiraan cuaca provinsi BMKG menunjukkan kondisi yang cukup beragam di 10 kabupaten/kota NTB pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Berikut rinciannya:

  • Lombok Barat: udara kabur, suhu 23–31 derajat Celsius.
  • Lombok Tengah: udara kabur, suhu 23–31 derajat Celsius.
  • Lombok Timur: udara kabur, suhu 21–30 derajat Celsius.
  • Sumbawa: udara kabur, suhu 22–32 derajat Celsius.
  • Dompu: cerah, suhu 23–31 derajat Celsius.
  • Bima: berawan, suhu 23–32 derajat Celsius.
  • Sumbawa Barat: udara kabur, suhu 22–32 derajat Celsius.
  • Lombok Utara: udara kabur, suhu 22–30 derajat Celsius.
  • Kota Mataram: kabut/asap, suhu 22–31 derajat Celsius.
  • Kota Bima: berawan, suhu 23–32 derajat Celsius.

Dengan demikian, udara kabur menjadi salah satu kondisi yang cukup menonjol pada prakiraan cuaca NTB untuk Minggu, 30 Agustus.

Gedung DPRD Lombok Tengah, Provinsi NTB di Lombok Tengah, Senin (01/12/2025).
Potret Gedung DPRD Lombok Tengah, Provinsi NTB. Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Sumbawa Barat diprakirakan mengalami udara kabur pada Minggu, 30 Agustus 2026. (via Kompas)

Lombok hingga Sumbawa Diprediksi Udara Kabur

Masyarakat di wilayah Lombok perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi udara.

BMKG memprakirakan Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara mengalami udara kabur pada Minggu. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 21 hingga 31 derajat Celsius, tergantung wilayah.

Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Sumbawa dan Sumbawa Barat, dengan suhu maksimum dapat mencapai 32 derajat Celsius.

Sementara itu, Dompu menjadi salah satu wilayah yang diprakirakan lebih cerah dengan suhu 23–31 derajat Celsius.

Baca juga: Sambut MotoGP Mandalika 2026, Sekda NTB Minta Panitia Cek Kesiapan: Jangan Cuma Selesai di Atas Meja

Bima dan Mataram Perlu Perhatian

Di Bima dan Kota Bima, BMKG memprakirakan kondisi berawan dengan suhu masing-masing sekitar 23–32 derajat Celsius dan 23–32 derajat Celsius.

Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di Kota Mataram.

BMKG mencantumkan prakiraan kabut/asap dengan suhu 22–31 derajat Celsius. Kondisi ini patut menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Udara kabur atau kabut/asap juga dapat membuat jarak pandang berkurang. Karena itu, pengendara sebaiknya tetap berhati-hati, terutama pada waktu-waktu ketika kondisi atmosfer kurang mendukung jarak pandang optimal.

Kemarau Masih Kuat, Potensi Hujan Lokal Tetap Ada

Meski prakiraan pada sejumlah wilayah NTB menunjukkan udara kabur, bukan berarti seluruh wilayah Indonesia sepenuhnya terbebas dari potensi hujan.

Dalam prospek cuaca periode 27 Agustus–2 September 2026, BMKG menyebut kondisi kering semakin meluas seiring puncak musim kemarau. Namun, potensi hujan lokal masih dapat terjadi di sebagian wilayah.

Situasi tersebut membuat masyarakat tetap perlu mengikuti pembaruan prakiraan cuaca BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah.

Warga NTB Diminta Tetap Waspada

Cuaca kering yang berlangsung cukup lama bukan hanya berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

BMKG sebelumnya mencatat sejumlah kejadian karhutla di berbagai wilayah Indonesia pada 25–27 Agustus 2026 dan menegaskan bahwa kondisi kemarau masih menjadi perhatian.

Karena itu, masyarakat NTB sebaiknya tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering.

Bagi warga yang hendak bepergian pada Minggu, 30 Agustus 2026, kondisi cuaca sebaiknya menjadi salah satu pertimbangan. Siapkan perlengkapan yang diperlukan, pantau perubahan cuaca, dan tetap berhati-hati apabila melintasi wilayah dengan udara kabur atau jarak pandang yang menurun.

Catatan: Prakiraan cuaca dapat mengalami perubahan mengikuti pembaruan data BMKG. Informasi terbaru sebaiknya dipantau melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

***

(TribunTrends)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.