Berita Populer Bengkulu Selatan 24-29 Agustus 2026: PPPK Digerebek Suami hingga Polemik Desil
Ricky Jenihansen August 29, 2026 02:40 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

Mulai dari kasus suami menggerebek istrinya yang berstatus PPPK tenaga kesehatan di sebuah kontrakan, persoalan pengelolaan limbah perusahaan hingga polemik bantuan sosial menjadi perhatian pembaca.

1. DPRD Bengkulu Selatan Desak PT SBS Benahi Pengelolaan Limbah, Sanksi Administrasi Disiapkan

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Selatan kembali menindaklanjuti persoalan dugaan pencemaran lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS).

Pantauan TribunBengkulu.com, rapat lanjutan pembahasan sanksi terhadap PT SBS digelar pada Senin (24/8/2026).

Dalam rapat lanjutan tersebut, hadir Manager PT SBS, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bengkulu Selatan serta Komisi II DPRD Bengkulu Selatan.

Pertemuan tersebut membahas hasil kajian serta langkah pemberian sanksi administratif terhadap PT SBS terkait persoalan pengelolaan limbah.

Baca juga: DPRD Bengkulu Selatan Desak PT SBS Benahi Pengelolaan Limbah, Sanksi Administrasi Disiapkan

2. Kasus PPPK Kaur Digerebek Suami di Kontrakan Bengkulu Selatan, RT Siapkan Pertemuan-Sanksi Adat

Kasus seorang suami yang menggerebek istrinya yang berstatus PPPK tenaga kesehatan di sebuah kontrakan di Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, masih berlanjut di tingkat lingkungan.

Diketahui, perempuan berinisial AK (32), PPPK tenaga kesehatan di Kabupaten Kaur, ditemukan suaminya bersama seorang pria lain di sebuah kontrakan.

Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian warga dan perangkat lingkungan setempat. Pihak RT juga menyiapkan pertemuan untuk membahas kasus tersebut sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan masyarakat.

Baca juga: PPPK Nakes yang Digerebek Suami di Manna Bengkulu Selatan Bakal Dipanggil RT, Terancam Sidang Adat

3. Pembangunan 144 Unit KDMP Manna-Kaur Mandek, 31 Tim Pelaksana Tagih Pembayaran

Sebanyak 31 tim pelaksana pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) wilayah Manna-Kaur mengeluhkan pembayaran pekerjaan pembangunan 144 unit KDMP yang disebut masih mengalami kendala.

Pantauan TribunBengkulu.com, salah satu pembangunan KDMP yang berada di Desa Batu Kuning, Kecamatan Pasar Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, tampak terhenti.

Bangunan KDMP tersebut baru terlihat berupa pondasi dan dinding. Pada bagian depan bangunan terdapat tulisan Koperasi Merah Putih Batu Kuning.

Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang disoroti tim pelaksana karena berkaitan dengan pembayaran pekerjaan pembangunan KDMP.

Baca juga: Pembangunan 144 Unit KDMP Manna-Kaur Mandek, 31 Tim Pelaksana Tagih Pembayaran

4. BMA Bengkulu Selatan Siap Bawa Kasus Suami Gerebek Istri PPPK ke Pengadilan, Ini Sanksi Adatnya

Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Bengkulu Selatan, Alwis, turut menanggapi kasus suami yang menggerebek istrinya yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sebuah kontrakan.

Kasus tersebut melibatkan Olo Thomas yang menggerebek istrinya, AK (32), bersama seorang pria berinisial WKP.

Penggerebekan tersebut turut disaksikan sejumlah pihak, mulai dari kepolisian, Ketua RT, lurah, warga sekitar hingga awak media.

BMA Bengkulu Selatan kemudian memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut dan membuka kemungkinan penyelesaian melalui mekanisme adat sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: BMA Bengkulu Selatan Siap Bawa Kasus Suami Gerebek Istri PPPK ke Pengadilan, Ini Sanksi Adatnya

5. Desil Naik dari 1 Jadi 7, Buruh Harian di Bengkulu Selatan Tak Lagi Dapat Bantuan Sosial

Siastini (60), buruh harian di Desa Padang Niur, Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, tak lagi mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) setelah adanya perubahan desil penerima bantuan.

Perubahan desil tersebut membuat anaknya, Lia Ratna Sari, terkejut.

Lia mengungkapkan, ibunya merupakan buruh harian yang bekerja dengan sistem upahan.

Menurutnya, sang ibu hanya bekerja ketika mendapat panggilan untuk membantu mencari penghasilan.

Kondisi tersebut membuat keluarga mempertanyakan perubahan desil yang menyebabkan Siastini tidak lagi menerima bantuan sosial.

Baca juga: Desil Naik dari 1 Jadi 7, Buruh Harian di Bengkulu Selatan Tak Lagi Dapat Bantuan Sosial

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.