- Kepala Desa Bukit Suban, M Ramli, buka suara terkait video viral yang memperlihatkan bentrokan antara sejumlah orang dengan beberapa pria berseragam loreng hijau.
Peristiwa itu terjadi di area perkebunan kelapa sawit PT SAL, Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Jumat (28/8).
Ramli mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi kejadian.
Sebab saat kejadian berlangsung, ia tidak berada di lokasi.
Ia mendapat informasi dari pihak perusahaan bahwa bentrokan dengan warga Suku Anak Dalam (SAD) terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.
Menurut informasi yang diterimanya, kendaraan milik kepala kebun juga mengalami kerusakan dalam kejadian tersebut.
Ramli mengatakan dirinya belum bisa memastikan kondisi terkini di lokasi.
Termasuk apakah situasi sudah benar-benar kondusif.
Ia menyebut ketegangan antara warga SAD dan pihak perusahaan bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, konflik serupa disebut pernah terjadi sekitar Maret atau April 2026.
Saat itu, sempat terjadi ketegangan antara warga SAD dan petugas keamanan perusahaan.
Salah satu persoalan yang disebut menjadi sumber ketegangan adalah pengambilan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari area perkebunan PT SAL.
Ramli mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah membuat kesepakatan agar warga tidak lagi mengambil sawit milik perusahaan.
Namun, menurut Ramli, kesepakatan tersebut masih dilanggar sehingga ketegangan kembali terjadi.