Dari Pegal hingga Nyeri Pinggang, Keluhan Muktamirin Muktamar NU Dilayani Gratis oleh Tukang Pijat
Ndaru Wijayanto August 29, 2026 06:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Sejumlah muktamirin memilih memulihkan stamina dengan cara sederhana setelah seharian mengikuti rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.

Di sela padatnya agenda, mereka mendatangi posko kesehatan tradisional untuk mendapatkan layanan pijat dan terapi secara gratis.

Salah satu posko berada di Tower 5 Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha), kawasan Tambakberas, Jombang.

Sejak pagi, muktamirin bergantian mendatangi posko tersebut dengan berbagai keluhan, mulai dari badan pegal dan kelelahan hingga pusing serta nyeri pinggang.

Layanan ini disediakan sebagai bentuk khidmat para relawan kesehatan tradisional untuk membantu menjaga kondisi fisik peserta Muktamar.

Ketua PC Persaudaraan Akupresur Indonesia (PAI) Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan, Ahmad Muhyiddin, mengatakan pihaknya menyiagakan tenaga kesehatan tradisional di tiga lokasi penginapan muktamirin.

"Ini untuk khidmat ke Muktamar NU, supaya muktamirin diberi kesehatan dan kekuatan untuk menghadiri Muktamar NU," ucap Ahmad kepada Tribunjatim.com.

Terapis Tersebar di 3 Lokasi

Tiga lokasi tersebut berada di MAN Tambakberas, MTSN 3 Tambakberas, serta di Kampus Unwaha.

Total terdapat sekitar 42 tenaga kesehatan tradisional yang tersebar di tiga gedung tersebut, dan bertugas secara bergantian dalam dua sif setiap hari.

Menurut Ahmad, layanan paling banyak dimanfaatkan peserta yang mengalami kelelahan setelah menjalani aktivitas Muktamar. Petugas memberikan terapi sesuai keluhan masing-masing peserta.

"Rata-rata keluhannya capek-capek. Ada yang pusing, ada juga yang pinggangnya sakit," katanya.

Baca juga: Kisah Toleransi di Tengah Muktamar NU, Gereja di Jombang Sediakan Penginapan Gratis

Baca juga: Posko Muhammadiyah di Tengah Muktamar NU Jombang, Ada 10.000 Bakso dan Layanan Kesehatan 24 Jam

Setiap peserta mendapatkan waktu terapi sekitar 15 menit. Sistem pelayanan dilakukan secara langsung dengan mengisi daftar hadir dan kemudian menunggu giliran.

Pembatasan durasi dilakukan agar semakin banyak muktamirin yang dapat memperoleh layanan. Dalam sehari, jumlah penerima terapi di seluruh titik diperkirakan mencapai sekitar puluhan muktamirin.

Dalam praktiknya, para terapis menggunakan sejumlah teknik kesehatan tradisional, termasuk pijat dan akupresur. Mereka juga menggunakan alat bantu berupa kayu ulin yang berasal dari Kalimantan Timur.

Sementara bahan yang digunakan untuk membantu proses pemijatan berupa minyak atau handbody yang telah memiliki izin edar BPOM.

Gratis Tanpa Tarif

Tidak ada tarif yang dikenakan kepada muktamirin. Seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma karena para terapis hadir sebagai relawan.

"Gratis. Karena kita relawan. Yang penting kita khidmat ke NU," tutur Ahmad.

Meski demikian, beberapa penerima layanan terkadang memberikan tip secara sukarela kepada terapis. Nominalnya tidak ditentukan dan sepenuhnya diserahkan kepada penerima layanan.

Baca juga: Bursa Ketum PBNU, KH Zulfa Mustofa Sebut Dukungan Terus Mengalir: Insyaallah Saya Siap

"Ada yang memberi Rp50 ribu, ada yang Rp100 ribu. Tidak mesti, karena memang tidak ada tarif khusus," ungkapnya.

Bagi para relawan, layanan tersebut bukan sekadar memberikan terapi fisik.

Di tengah padatnya rangkaian Muktamar, pijat gratis menjadi bentuk kecil dari ikhtiar membantu para muktamirin tetap bugar dan dapat mengikuti seluruh agenda hingga selesai. 

Baca juga: Sosok dan Rekam Jejak KH Muhammad Yusuf Chudlori, Kandidat Ketum PBNU yang Didukung 235 PCNU

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.