Kantin Kontainer UM Metro Dorong Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa di Kota Metro
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 29, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Metro – Pemerintah Kota Metro, Provinsi Lampung, terus menguatkan komitmennya dalam mendorong potensi ekonomi kreatif dan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda. 

Baca juga: Pemerintah Kota Metro Optimalkan PDU Rejomulyo untuk Tekan Residu Sampah

Hal tersebut ditunjukkan melalui Peresmian dan Launching Program Pemberdayaan Ekonomi Dompet Dhuafa berupa Kantin Kontainer di Universitas Muhammadiyah (UM) Metro.

Inisiatif ini lahir dari kolaborasi strategis antara Dompet Dhuafa, Unit Pengumpul Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Syariah, Universitas Muhammadiyah Metro, serta Pemerintah Kota Metro. 

Kehadiran Kantin Kontainer dirancang bukan sekadar sarana komersial, melainkan wadah pemberdayaan berbasis nilai sosial untuk menumbuhkan ekosistem wirausaha mahasiswa yang mandiri dan berdaya saing.

Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menyampaikan apresiasi tinggi atas terealisasinya program tersebut. 

Menurutnya, program pemberdayaan ekonomi mahasiswa sangat selaras dengan visi Pemkot Metro dalam memperkuat posisinya sebagai kota jasa.

"Dengan adanya pemberdayaan seperti ini, visi Kota Metro sebagai kota jasa pencapaiannya semakin tinggi. Apalagi yang kita berdayakan adalah para mahasiswa yang nantinya di masa depan akan menjadi para pemimpin," ujar Rafieq, Sabtu (29/8/2026).

Rafieq menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam pemberian bantuan sosial. Pemberian dana atau fasilitas tidak boleh lagi bersifat karitatif semata, melainkan berorientasi pada pemberdayaan jangka panjang yang mampu menciptakan kemandirian.

"Jangan lagi kita hanya memberikan ikan, tetapi berikan kail dan pancingnya. Inilah bentuk nyata dari filosofi tersebut, bagaimana mahasiswa diberikan wadah untuk berusaha, berdikari, dan terus berkembang," tegasnya.

Ia optimistis fasilitas Kantin Kontainer dapat dimanfaatkan secara multifungsi oleh civitas akademika. Selain sebagai lokasi praktik bisnis, fasilitas ini dapat menjadi ruang terbuka untuk berdiskusi, bertukar gagasan, hingga melahirkan berbagai inovasi.

Lebih lanjut, Pemkot Metro menyatakan kesiapannya untuk membuka diri dan mendukung berbagai bentuk kemitraan lintas sektor. 

Sinergi antara pemerintah, akademisi, lembaga sosial, dan pelaku industri dinilai sebagai kunci utama pembukaan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Kami siap mendukung kegiatan-kegiatan untuk pemberdayaan masyarakat. Saya berharap program ini tidak berhenti di lingkungan akademisi saja tetapi juga dapat dikembangkan ke bidang-bidang lainnya," tambah Rafieq.

Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Eva Roliah, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. 

Ia menilai konsep Kantin Kontainer memberikan warna baru bagi aktivitas mahasiswa di area kampus.

"Kantin ini akan menjadi tempat literasi dan perkumpulan mahasiswa untuk berdiskusi. Selama ini ruang diskusi banyak dilakukan di dalam ruangan, sementara tempat ini memberikan suasana yang lebih terbuka, nyaman, dan menyenangkan," jelas Eva.

Selain mengasah keahlian manajerial dan kewirausahaan, program ini memiliki dampak sosial yang terukur. 

Sebagian keuntungan dari pengelolaan kantin akan dialokasikan kembali untuk mendukung keterbatasan pembiayaan pendidikan para mahasiswa yang membutuhkan.

Eva berharap program pemberdayaan serupa dapat direplikasi di area unit kampus UM Metro lainnya guna menjangkau lebih banyak mahasiswa.

"Melalui peresmian Kantin Kontainer ini, kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro, Dompet Dhuafa, UPZDK Permata Bank Syariah, dan Universitas Muhammadiyah Metro menjadi fondasi awal penciptaan ekosistem pemberdayaan ekonomi berkelanjutan yang mencetak calon-calon wirausahawan muda kreatif dan berdaya saing tinggi," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.