Beras 5 Kg dan 10 Kg Langka di Pasar Plaju Palembang, SPHP Juga Ikut Kosong
Slamet Teguh August 29, 2026 10:32 PM

 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Angga

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pasar Plaju yang berada di Jalan Pintu Besi, Plaju Ilir, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), mulai mengalami kelangkaan beras kemasan 5 kg dan 10 kg.

Kondisi tersebut telah terjadi sekitar satu bulan terakhir.

Pedagang mengaku tidak lagi mendapatkan stok beras kemasan 5 kg dan 10 kg dari distributor.

Akibat kelangkaan tersebut, sejumlah pedagang terpaksa membuka stok beras kemasan 20 kg untuk dijual secara eceran kepada pembeli dengan harga sekitar Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang, Hesar, mengatakan kekosongan beras premium kemasan 5 kg dan 10 kg diduga terjadi karena distributor tidak lagi memproduksi kemasan tersebut dan lebih banyak menyediakan beras dalam kemasan 20 kg.

"Kalau menurut saya, itu karena harganya di bawah standar. Mulai dari karung, biaya produksi hingga semuanya naik. Ini sepertinya harganya mulai mau naik," kata Hesar saat ditemui pada Sabtu (28/8/2026).

Hesar menambahkan, tokonya sudah tidak memiliki stok beras kemasan 5 kg dan 10 kg sejak sekitar satu bulan terakhir.

"Gak ada dari distributornya, kosong. Jadi saya buka yang 20 kg saja, dijual dengan harga Rp17 ribu per kilogramnya karena kantong dari kita juga nambah modal," katanya.

Hal serupa disampaikan pedagang sembako lainnya, Sukinah. Ia mengaku sudah cukup lama tidak mendapatkan stok beras kemasan 5 kg dan 10 kg.

Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat bertanya mengenai beras kemasan yang sebelumnya mudah ditemukan di pasar.

"Banyak yang tanya beras karungan isi 5 kg. Itu saya jual Rp70 ribu. Nah, sejak langka ini saya jual Rp80 ribu-Rp85 ribu tergantung merek. Sedangkan untuk beras 10 kg, sebelumnya saya jual Rp150 ribu-Rp160 ribu, sekarang sudah Rp165 ribu-Rp170 ribu per karung," katanya.

Menurut Sukinah, kelangkaan beras premium tersebut turut menambah beban pedagang dan masyarakat, terutama pembeli yang memiliki keterbatasan keuangan.

"Semoga pemerintah bisa kembali mengisi stok 5 kg dan 10 kg ini karena penting untuk masyarakat yang membeli beras dengan uang terbatas," harapnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Laila, mengatakan dirinya biasa membeli beras kemasan 5 kg atau 10 kg untuk kebutuhan rumah tangga setiap bulan.

Namun, karena stok beras kemasan tersebut kosong, ia terpaksa membeli beras secara eceran hingga mendapatkan gaji berikutnya.

"Saya biasanya setiap bulan membeli beras 10 kg dan 5 kg. Ini kosong, terpaksa beli yang kiloan sebelum gajian lagi," katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memastikan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat agar beban pengeluaran rumah tangga tidak semakin berat.

"Kita berharap beras SPHP itu masuk terus. Tapi terkadang di sini tidak masuk berasnya sehingga sudah lama kosong," tutupnya.

Baca juga: Beras Premium 5 Kg Langka di Sejumlah Pasar Sumsel, Bulog Sebut Harga Plastik Naik Jadi Biang Kerok

Beras SPHP Ikut Langka

Di tengah kelangkaan beras premium kemasan 5 kg dan 10 kg, beras SPHP juga disebut mengalami kekosongan di Pasar Plaju.

Pedagang mengaku sudah tidak mendapatkan pasokan beras SPHP dalam beberapa waktu terakhir.

Pedagang sembako, Rosikin, mengatakan stok beras SPHP di tokonya sudah kosong selama sekitar dua bulan.

"Beras SPHP itu kosong, Dek. Kami dak pernah dapat stok lagi sejak dua bulan terakhir," kata Rosikin.

Hal serupa diungkapkan Koko. Ia mengatakan beras SPHP saat ini sulit didapatkan sehingga stok di Pasar Plaju tidak tersedia.

"Beras SPHP itu murah, Rp62 ribu per 5 kg, tapi stoknya yang gak ada terus," katanya.

Salah seorang ibu rumah tangga, Nurjanah, mengaku bingung dengan kondisi tersebut.

Menurutnya, Pasar Plaju merupakan salah satu pasar yang cukup besar dan berada di lokasi strategis, tetapi justru sulit mendapatkan beras SPHP.

Hal serupa disampaikan Ningsih, ibu rumah tangga yang memiliki tiga anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Menurutnya, pemerintah perlu melihat langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan beras SPHP, terlebih di tengah kelangkaan beras kemasan 5 kg dan 10 kg.

Ia juga meminta Wali Kota Palembang Ratu Dewa maupun Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam menyampaikan kondisi tersebut kepada Pemerintah Provinsi Sumsel agar distribusi beras SPHP dapat dilakukan secara merata.

"Kita harap Wali Kota Ratu Dewa atau Wakil Prima Salam turun dan melihat secara langsung untuk dilaporkan kepada Gubernur Sumatera Selatan. Karena saat ini kami, ibu-ibu, kesulitan mengatur keuangan. Menurut saya bukan saya saja, melainkan yang lain juga, namun tidak tahu harus berkeluh kesah ke mana," katanya.

Menurut Ningsih, beras SPHP sangat dibutuhkan masyarakat di tengah langkanya beras premium kemasan 5 kg dan 10 kg. Selain harganya lebih terjangkau, beras tersebut dinilai dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

"Kita harap di Pasar Plaju Palembang juga ada pasokan beras SPHP. Bukan hanya sebulan sekali, kami berharap bisa seminggu satu kali," tutupnya.

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.