TRIBUNNEWS.COM - Ikatan bisnis yang terjadi antara AC Milan dan tim asal Turki, Galatasaray, kembali terjalin dengan adanya transfer dari Rafael Leao.
AC Milan akhirnya melego bintang asal Portugal itu ke Galatasaray setelah ramai dikabarkan sang pemain tak masuk dalam skema pelatih Ruben Amorim.
Setelah resmi melepas Rafael Leao, nampaknya AC Milan dan Galatasaray masih akan menjalin komunikasi soal transfer.
Pasalnya ada satu pemain lainnya dari Rossoneri yang dikabarkan dilego ke Turki.
Adalah pemain tengah, Youssouf Fofana, yang akan menjadi pemain yang dilepas tersebut.
Pemain asal Prancis tersebut tidak masuk dalam rencana mereka untuk musim ini dan dicoret dari skuad selama musim panas oleh pelatih baru Ruben Amorim.
AC Milan dikabarkan telah menyetujui kepindahan sang pemain ke Galatasaray dengan status pinjaman, dan kemungkinan akan disertai opsi pembelian.
Dia adalah pemain yang paling berpeluang besar menemukan klub baru, dibandingkan pemain lain yang juga tidak masuk dalam rencana klub seperti Fikayo Tomori, Santiago Gimenez, dan Warren Bondo.
Baca juga: Rafael Leao Cabut dari AC Milan, Rossoneri Ditinggal Rp925 Miliar Buat Pelipur Lara
Tak ada keberatan dari sisi sang pemain untuk hengkang ke Galatasaray.
Ia memandang Liga Turki sebagai kompetisi yang tak kalah kompetitif di Eropa.
Selain itu, Fofana juga senang bisa bereuni dengan Rafael Leao yang sudah terlebih dahulu hengkang ke sana.
Ada perbedaan informasi mengenai apakah kepindahan ini akan murni berupa peminjaman atau disertai opsi pembelian.
Hal itu menjadi penting lantaran kontrak Fofana di San Siro masih tersisa hingga 2028 mendatang.
Dengan dimasukannya opsi pembelian permanen, AC Milan akan lebih mudah melepasnya dan mendapatkan uang dari transfer ini.
Sebenarnya tak cuma Galatasaray saja tim yang minat mendatangkan Fofana.
Ada beberapa tim lain yang tak menutup pintu kepada pemain asal Prancis ini.
Mulai dari Crystal Palace, Brighton, hingga Besiktas dikabarkan juga berminat mendatangkan sang pemain.
Kepindahan Rafael Leao
Rafael Leao meninggalkan Milan dengan perasaan campur aduk. Ia mengaku sedih harus berpisah, tetapi tetap membawa kenangan dan rasa cinta terhadap klub yang membesarkan namanya di Italia.
Pengabdian, perjuangan, dan masa-masa kebersamaan selama tujuh tahun di San Siro mengenakan seragam merah hitam akhirnya menemui garis finish.
Perpisahan tersebut disampaikan Leao di zona campuran di San Siro setelah Milan menang 2-0 atas Venezia di pekan kedua Liga Italia, Sabtu (29/8/2026) dini hari.
Ia sebenarnya berharap bisa mengucapkan salam perpisahan secara langsung kepada suporter di San Siro, tetapi kesempatan tersebut tidak terwujud lantaran ia tak masuk skuad Ruben Amorim.
"Ya, ini momen yang sulit. Saya mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan setelah tujuh tahun bersama mereka," kata Leao kepada Sky Sport Italia.
"Klub selalu membantu saya, membantu saya berkembang dan memahami apa artinya berada di level tinggi, mewakili klub besar seperti Milan," ujarnya.
(Tribunnews.com/Guruh)