BANJARMASINPOST.CO.ID - Akting Agnez Mo di Serial Reacher Season 4 tuai pujian, perjuangan di balik layar tak sia-sia.
Nama Agnez Mo kembali menjadi sorotan berkat sepak terjangnya di panggung hiburan internasional.
Sudah lama berkarier sebagai penyanyi, kini Agnez Mo membuktikan eksistensi sebagai aktris di industri hiburan global.
Wanita kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986 itu memerankan tokoh Lila Hoth dalam musim terbaru Reacher yang dibintangi aktor Alan Ritchson.
Bersama Anggun C Sasmi, Agnez Mo menjadi tokoh sentral dalam cerita perjalanan Jack Reacher kali ini.
Aktingnya dalam serial tersebut kini menuai pujian dari penonton.
Namun di balik itu, ada perjuangan berat yang dijalani Agnez Mo.
Agnez Mo rela mengeluarkan uang pribadi untuk mendatangkan acting coach dari New York ke Los Angeles demi mendalami karakter yang diperankannya.
Agnez mengungkapkan dirinya menjalani latihan akting secara intensif selama tiga minggu.
Dalam sehari, ia menghabiskan waktu sekitar lima hingga enam jam bersama acting coach untuk mendalami karakter tersebut.
"Saya terbangin acting coach saya dari New York ke LA. Saya intensive 5 to 6 hours a day for 3 weeks," ujar Agnez kepada awak media saat ditemui di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (29/8/2026).
Tak hanya berlatih akting, Agnez juga melakukan pendalaman karakter dengan membahas latar belakang Lila.
Proses tersebut dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui diskusi bersama kreator serial untuk memahami karakter yang akan dimainkannya.
"Terus sudah gitu aku deep into the character. Jadi intensif terus ngebahas atau discussion masalah karakternya Lila and then habis itu it's a nonstop process sebenarnya, karena kita juga ada ngobrol sama creatornya, background-nya seperti apa," tuturnya.
Keseriusan Agnez dalam mempersiapkan peran tersebut juga terlihat dari upayanya membawa sejumlah unsur Indonesia ke dalam serial Reacher Season 4.
Agnez membenarkan adanya penggunaan bahasa Indonesia dalam serial tersebut. Ia bahkan turut membantu pemeran lain yang bukan orang Indonesia ketika harus memainkan karakter asal Indonesia.
"Iya karena memang ada bahasa Indonesianya terus gitu, kita juga sempat bantuin yang bukan orang Indonesia tapi yang main jadi orang Indonesia. Jadi palingnya bantuin dia untuk ngomongnya seperti apa," jelas Agnez.
Selain bahasa, aktris berusia 40 tahun itu juga menyebut penggunaan karambit sebagai salah satu unsur budaya Indonesia yang hadir dalam serial tersebut.
Karambit adalah pisau genggam kecil berbentuk melengkung menyerupai cakar harimau yang berasal dari Minangkabau.
Tak hanya itu, ia dan tim juga berusaha memasukkan sedikit unsur pencak silat atau gerakan yang terinspirasi dari seni bela diri Indonesia.
"Karambit juga of course dari Indonesia. Terus gitu kita juga berusaha untuk masukin sedikit pencak silat di situ atau at least terinspirasi dari pencak silat," kata pelantun tembang Matahariku itu.
Baca juga: Reaksi Ruben Onsu Dituding Umbar Drama soal Anak, Komentar Pedas soal Nafkah Ditanggapi
Meski demikian, Agnez menyadari Reacher merupakan serial televisi Amerika sehingga unsur budaya Indonesia harus disesuaikan dengan gaya produksi serial tersebut.
Menurutnya, dirinya tetap harus menjadi bagian dari tim dan menggabungkan unsur Indonesia dengan gaya yang sudah menjadi ciri khas serial tersebut.
"Karena memang ini kan an American TV show, kita biar gimana enggak bisa cuman itu aja. Kita juga harus jadi team player, kita gabungin juga sama their style," pungkasnya.
Reacher Season 4 sendiri diadaptasi dari novel Gone Tomorrow karya Lee Child.
Musim terbaru ini menghadirkan Agnez Mo sebagai Lila Hoth, sementara Anggun memerankan Amisha Hoth, ibu Lila.
Kehadiran Agnez Mo di serial tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan karier internasionalnya.
Agnez Mo tengah menikmati hasil dari kerja kerasnya di panggung hiburan internasional.
Selain mendapat perhatian lewat perannya dalam series Reacher season 4, nama Agnez juga mengalami kenaikan signifikan dalam peringkat IMDb STARmeter.
Agnez menjelaskan bahwa kenaikan peringkat tersebut bukan sekadar hasil voting penggemar, termasuk dari Indonesia.
Sekadar informasi, Setelah sempat berada di posisi keenam IMDb STARmeter pada 17 Agustus 2026 lalu, peringkat Agnez kini meroket ke posisi kedua dalam daftar trending people tersebut.
Pada Selasa (26/8/2026) kemarin, Agnez berada di jajaran teratas IMDb STARmeter, bersanding dengan sejumlah nama populer Hollywood.
Ia hanya berada satu tingkat di bawah Hayden Panettiere, yang menempati posisi pertama.
Sementara itu, Agnez berhasil melewati Inde Navarrette, pemeran Nikki dalam film Obsession, yang berada di posisi ketiga.
Menurutnya, IMDb memiliki sistem yang berkaitan dengan tingkat perhatian industri hiburan terhadap seorang figur.
"IMDb itu mungkin orang mikirnya cuma fan voting atau dari Indonesia aja, tapi itu nggak bisa. IMDb itu dari industri di Amerika," di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten, dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (29/8/2026).
"Jadi orang-orang industri di sana yang mencari tahu tentang aku. Itu makanya peringkatnya naik di IMDb," kata Agnez.
Bagi Agnez, pencapaian tersebut menjadi bagian dari prosesnya untuk membawa nama Indonesia ke lingkungan hiburan dengan standar global.
Karena itu, ia merasa harus memberikan persiapan terbaik setiap kali berada di lokasi syuting.
"Sama seperti yang tadi aku cerita, pokoknya buat aku, untuk bisa merepresentasikan diri aku dan Indonesia pada saat aku masuk ke lingkungan standar global, ya aku harus siap," ujarnya.
Demi bisa menjaga nama aktor Indonesia, Agnez mengaku tidak ingin datang ke lokasi syuting tanpa persiapan.
Ia memastikan naskah sudah dikuasai dan kondisi fisiknya juga siap agar bisa memberikan penampilan terbaik.
"Datang ke set itu sudah prepared, sudah off-script (hafal naskah), nggak ada tuh yang namanya salah-salah di set. Not even once," tutur Agnez.
Kerja keras tersebut kemudian membuahkan hasil yang tidak disangka-sangka.
Agnez mengaku terkejut melihat Reacher mendapat sambutan besar dan sempat menduduki posisi nomor satu di puluhan negara.
"Aku nggak nyangka Reacher bisa nomor 1 di puluhan negara, bukan cuma di Indonesia atau Amerika saja," ungkapnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)