Tak Jadi Kuliah di Unhan, Wafa yang Viral Tolak Lepas Hijab Kini Lanjut Pendidikan Kedokteran
Hendrik Budiman August 30, 2026 11:54 AM

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Asma Wafa Ahdina kembali menjadi perhatian publik setelah kabar terbarunya muncul usai polemik soal penggunaan hijab di Universitas Pertahanan (Unhan) RI.

Wafa kini diketahui melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran di kampus baru setelah memutuskan tidak meneruskan pendidikan di Unhan.

Kabar tersebut terlihat dari unggahan Instagram Story Wafa pada Rabu (26/8/2026) malam.

Dalam unggahan itu, Wafa membagikan resume kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang digelar di UIN Jakarta pada 26 Agustus 2026.

Nama Asma Wafa Ahdina tercantum dalam resume tersebut. Ia juga terlihat berada dalam kelompok bernama Respiratory (Pernapasan).

Hanya 15 Jam di Unhan

Sebelumnya, Wafa mengungkapkan dirinya sempat menjadi bagian dari Kadet Mahasiswa Cohort 7 Unhan RI, jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer.

Namun, status tersebut hanya dijalaninya dalam waktu singkat.

Wafa mengaku hanya sekitar 15 jam berada di lingkungan Unhan sebelum memutuskan meninggalkan kampus tersebut.

Baca juga: Momen Terakhir Bambang Setiyawan Sebelum Tewas Saat Demo 27 Agustus, Keluarga Ungkap Detik-detiknya

Ia memilih walkout dan menandatangani surat pengunduran diri daripada melanjutkan proses dengan menandatangani kontrak pendidikan.

"Ya, saya sempat menjadi bagian dari Kadet Mahasiswa Cohort 7 UNHAN RI, jurusan Kedokteran, fakultas Kedokteran Militer, selama 15 jam," tulis Wafa dalam unggahannya pada 20 Agustus 2026.

Wafa kemudian menjelaskan alasan dirinya mengambil keputusan tersebut.

Menurutnya, peserta yang mengenakan hijab tetap memperoleh kesempatan dan fasilitas selama mengikuti tahapan seleksi. Namun, ia mengaku mendapat pilihan berbeda setelah dinyatakan lolos.

"Hijabers memang diberi kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti tes, tetapi tidak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa. Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur. Saya memilih opsi kedua," tulisnya.

Kini Jadi Mahasiswa UIN Jakarta

Setelah meninggalkan Unhan, Wafa tidak menghentikan langkahnya untuk mengejar cita-cita di bidang kedokteran.

Ia kini mengikuti kegiatan akademik di UIN Jakarta.

Dalam resume PBAK yang dibagikan melalui Instagram Story, Wafa mencatat sejumlah materi yang diterimanya selama kegiatan pengenalan mahasiswa baru tersebut.

Salah satu materi disampaikan Prof. I. Firdaus Ali dengan tema "Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi."

Dalam catatannya, Wafa menuliskan sejumlah nilai yang berkaitan dengan pembentukan generasi Ulul Albab yang memiliki integritas, mampu bekerja sama, peduli terhadap lingkungan dan bertanggung jawab.

Kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler pribadi, mengurangi penggunaan plastik dan membuang sampah pada tempatnya juga menjadi bagian dari materi yang dicatatnya.

Sementara sesi berikutnya diisi Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A.

Wafa mencatat tiga pilar pemikiran UIN Jakarta, yakni Keislaman, Keindonesiaan dan Keilmuan.

Ia juga mencatat bahwa ilmu agama dan ilmu umum tidak ditempatkan sebagai dua hal yang harus dipisahkan.

Materi mengenai moderasi beragama turut masuk dalam resume yang dibagikannya.

Menariknya, pada bagian bawah resume terlihat logo AORTA (Awareness Of Rights, Trust, and Advocacy for Medical Students) atau organisasi yang berkaitan dengan kesadaran hak, kepercayaan dan advokasi bagi mahasiswa kedokteran.

Wafa Ungkap Latar Belakang Keluarga

Di tengah sorotan publik, Wafa juga sempat membagikan sisi lain kehidupan keluarganya.

Pada Minggu (23/8/2026), Wafa mengunggah sejumlah foto lawas sang kakek yang ia panggil "Aki".

Dalam foto tersebut, sang kakek terlihat mengenakan seragam TNI. Wafa juga membagikan momen ketika dirinya bersama sang kakek membuka album foto keluarga.

Wafa menyebut kakeknya merupakan seorang purnawirawan TNI sekaligus veteran Operasi Dwikora di Pulau Sebatik pada 1962.

"Menemani Aki makan malam, lanjut nostalgia, buka-buka album foto lawas. Overste KKO (purn) veteran Operasi Dwikora, Pulau Sebatik 1962," tulis Wafa dalam unggahannya.

KKO sendiri merupakan nama lama dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Unggahan tersebut turut memperlihatkan sisi lain kehidupan Wafa di tengah perhatian publik terhadap keputusan pendidikannya.

Ibunda Wafa Minta Warganet Bijak

Setelah polemik tersebut ramai di media sosial, Wafa juga sempat membagikan ulang unggahan sang ibu melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan yang dibagikan pada Senin (24/8/2026), sang ibu menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian, dukungan, masukan maupun kritik.

Namun, ia meminta warganet tidak menyerang mahasiswa maupun kadet yang masih menjalani pendidikan di Unhan.

"Netizen yang saya sayangi, terima kasih atas perhatian, dukungan, masukan, kritikan, dan sebagainya, kepada kami," tulisnya.

Ia juga mengajak masyarakat menyampaikan pendapat secara bijak.

"Yuk, lebih bijak. Berlatih 'marah dengan elegan dengan santun'," lanjutnya.

Unggahan tersebut kemudian direpost oleh Wafa.

Sejumlah warganet pun memberikan dukungan kepada Wafa dan ibunya.

Kabar terbaru mengenai pendidikan Wafa di UIN Jakarta menjadi babak baru setelah dirinya memilih meninggalkan Unhan.

Meski tidak lagi melanjutkan pendidikan di kampus tersebut, Wafa tetap meneruskan langkahnya di bidang kedokteran dan kini memulai perjalanan akademik di lingkungan kampus barunya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.