BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus penemuan jasad perempuan yang ditemukan membusuk di kawasan perkebunan kelapa sawit Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, akhirnya menemui titik terang.
Tim gabungan yang terdiri dari Unit Reaksi Cepat (URC) Kelambit Satreskrim Polres Bangka, Unit Reskrim Polsek Mendo Barat dan Jatanras Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil meringkus seorang pria berinisial EW (64).
EW diamankan di kawasan Parit Lalang, Kota Pangkalpinang, sekitar pukul 02.36 WIB, Minggu (30/8/2026) dini hari.
Saat diamankan, EW disebut sempat terkejut dan tidak mengetahui maksud kedatangan anggota kepolisian.
Namun, setelah dibawa dan menjalani pemeriksaan secara intensif, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.
Tim gabungan kemudian bergerak bersama pelaku untuk mencari barang-barang milik korban yang diambil setelah kejadian tersebut.
Dalam proses pencarian, pelaku bahkan sempat membuang sebuah tas yang berisi barang-barang milik korban.
Tas tersebut diduga dibawa pelaku sebelum terjadinya pencurian dan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Alhamdulillah pelaku sudah kita berhasil kita aman," ujar anggota tim gabungan.
Selanjutnya, timgab bergerak cepat menyusuri barang-barang milik korban yang diambil pelaku ketika melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Untuk korban berinisial MY alias Yuni (51), tinggal di daerah Parit Lalang Kota Pangkalpinang dan sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijit atau merawat orang sakit.
Sebelumnya, Warga Dusun 4, Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat yang sudah membusuk di kawasan perkebunan kelapa sawit setempat, Kamis (27/8/2026) siang.
Mayat yang ditemukan pertama kali oleh warga, yang mencium bau tidak sedap saat beraktivitas di sekitar lokasi dan warga melaporkannya ke pihak Kepolisian.
Pelaku beserta barang bukti saat ini, sudah diamankan di Mapolsek Mendo Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.
Kapolsek Mendo Barat, Iptu Wendy Oktasa, membenarkan adanya insiden penemuan jasad tersebut. Pihak kepolisian langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah tempat kejadian dan evakuasi.
"Iya barusan kami baru pulang dari TKP, saat ini jenazah masih dalam perjalanan menuju ke RSUD Depati Bahrin untuk dilakukan otopsi," kata Iptu Wendy kepada Bangkapos.com melalui sambungan telepon.
Berdasarkan keterangan Iptu Wendy, jasad tersebut diduga kuat adalah seorang perempuan berusia sekitar 50 tahun. Namun, karena kondisi tubuh yang sudah menghitam dan mengalami pembengkakan parah, proses identifikasi awal di lapangan mengalami kendala.
"Dugaan sementara jasad berjenis kelamin perempuan, namun karena kondisinya sudah membusuk dan menghitam. Kami belum bisa memastikan secara pasti, apakah pembengkakan pada bagian dada karena anatomi tubuh perempuan atau efek pembusukan," bebernya.
Ia menambahkan, diperkirakan jasad sudah meninggal dunia selama kurang lebih satu minggu sebelum akhirnya ditemukan warga.
Terkait penyebab kematian maupun adanya dugaan tindak kekerasan pada tubuh korban, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara resmi.
Kondisi fisik yang rusak akibat proses pembusukan alami dan kemungkinan, gigitan hewan membuat petugas belum bisa mengambil kesimpulan awal di TKP.
"Untuk dugaan adanya kekerasan belum bisa kita pastikan, karena jasad perkiraan sudah seminggu di lokasi. Kondisi wajah dan tubuhnya sudah tidak jelas, apakah ada bekas gigitan binatang atau luka kekerasan. Karena itu, jasad langsung kami evakuasi ke RSUD untuk menjalani visum dan otopsi," terangnya.
Di sekitar TKP, petugas juga menemukan beberapa helai pakaian yang diduga kuat merupakan milik korban. Hingga saat ini, belum ada pihak keluarga yang datang melapor atau mengenali identitas korban.
Polsek Mendo Barat mengimbau seluruh masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, diperkirakan perempuan berusia sekitar 50 tahun agar segera menghubungi pihak kepolisian atau datang langsung ke RSUD setempat.
"Kasus penemuan mayat ini kini dalam penanganan intensif Satreskrim Polsek Mendo Barat dan Polres Bangka, kami minta masyarakat yang merasa kehilangan keluarga untuk segera mengecek jenazah ke RSUD," imbaunya. (Bangkapos.com/Adi Saputra)