TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Upaya pencarian Faccy Octavya (17), siswi SMA di Kabupaten Kepulauan Anambas, yang dinyatakan hilang sejak Sabtu (29/8/2026), belum ditemukan hingga Minggu (30/8/2026) pagi.
Faccy merupakan warga Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, diketahui meninggalkan rumah setelah berpamitan hendak jogging atau lari pagi ke kawasan Desa Temburun pada Sabtu pagi.
Desa Temburun berada di Pulau Siantan, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, sebuah desa sekaligus objek wisata terkenal berupa air terjun bertingkat tujuh yang terletak di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.
Namun, hingga Sabtu malam, sang anak belum kembali pulang yang membuat pihak keluarga khawatir dan melaporkan kehilangan tersebut.
Petugas gabungan yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, serta masyarakat kemudian bergerak melakukan pencarian.
Penyisiran dilakukan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi rute perjalanan Faccy menuju kawasan Desa Temburun.
Petugas dan warga menyusuri jalan, kawasan permukiman hingga sejumlah bagian hutan yang dinilai berpotensi dilalui korban.
Upaya pencarian juga dilakukan keluarga dengan meminta bantuan dua orang pintar spiritual.
Keduanya ikut mencari keberadaan Faccy dengan menggunakan pendekatan spiritual untuk membantu memperkirakan lokasi gadis tersebut.
Pantauan TRIBUNBATAM.id pada Sabtu malam, dua orang tersebut terlihat mengenakan pakaian berwarna putih saat masuk ke kawasan hutan Desa Temburun.
Kedua orang tersebut memprediksi Faccy kemungkinan tersesat di dalam kawasan Hutan Temburun.
Namun, hingga pencarian berakhir, keberadaan siswi tersebut belum juga ditemukan.
"Untuk malam tadi hasil pencarian tetap nihil. Belum dapat kabar. Dua orang pintar dikerahkan, namun belum ada hasil," ujar warga setempat, Iwan, Minggu (30/8/2026).
Iwan mengatakan keluarga Faccy masih terus berharap agar anaknya segera ditemukan.
Mereka berharap mendapat informasi mengenai posisi pasti Faccy sehingga pencarian dapat diarahkan ke lokasi yang lebih tepat.
"Harapan keluarga tentu ingin tahu Faccy ada di mana. Kalau tahu posisinya, pencarian bisa lebih mudah," kata Iwan.
Sementara itu, ibu Faccy, Erna Maryati, terus menangis sejak anaknya dinyatakan hilang.
Erna disebut tidak kuasa menahan kesedihan karena anak gadisnya pergi dari rumah hanya dengan berpamitan hendak jogging ke Temburun, tetapi hingga kini belum kembali.
Menurut keterangan keluarga, Faccy meninggalkan rumah pada Sabtu pagi dengan tujuan berolahraga ke arah Desa Temburun.
Saat berpamitan, tidak terlihat tanda-tanda yang membuat keluarga menduga bahwa perjalanan tersebut akan berujung pada hilangnya Faccy.
Keterangan mengenai aktivitas Faccy pagi itu juga disampaikan oleh temannya, Nona.
Ia mengatakan Faccy sempat datang ke rumahnya untuk mengajak jogging bersama sebelum akhirnya berangkat seorang diri.
"Dia datang ke rumah, ajak kami jogging. Tapi saya tak bisa, mau antar barang," ucap Nona.
Saat mendatangi rumah Nona, Faccy disebut mengenakan pakaian serba hitam.
Ia memakai baju hitam dan celana legging hitam yang dikenakannya untuk aktivitas lari pagi.
Setelah ajakannya ditolak karena Nona memiliki keperluan lain, Faccy kemudian melanjutkan jogging seorang diri ke arah Temburun.
Sejak saat itu, keberadaannya tidak lagi diketahui oleh keluarga maupun teman-temannya.
Keluarga semakin khawatir karena Faccy disebut jarang melakukan jogging atau lari pagi.
Aktivitas tersebut dinilai bukan kebiasaan sehari-harinya.
Keluarga juga menyebut tidak ada persoalan di rumah sebelum Faccy pergi.
Tidak ada masalah yang diketahui keluarga yang membuatnya berpamitan meninggalkan rumah pagi itu. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)