Rumah Petani di Buay Runjung OKU Selatan Hangus Terbakar, Alami Kerugian Capai Rp300 Juta
Sri Hidayatun August 30, 2026 01:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Kebakaran melanda rumah milik Yahya (65), seorang petani, di wilayah Negeri Batin Baru, Kecamatan Buay Runjung, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, Minggu (30/8/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.

Kobaran api diketahui warga yang kemudian melaporkannya kepada petugas Pos Sektor Muaradua sekitar pukul 01.40 WIB.

Mendapat laporan tersebut, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) OKU Selatan langsung bergerak menuju lokasi.

Personel dari Pos Sektor Muaradua bersama Pos Sektor Runjung Agung dikerahkan dengan membawa dua unit mobil pemadam.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran api semakin meluas.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.

Penanganan pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar tiga jam hingga kondisi di lokasi dinyatakan aman.

Kepala Disdamkarmat OKU Selatan, Zainal Abidin, didampingi Sekretaris Dinas Noptahlimi, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan kebakaran tersebut.

Baca juga: 4 Bocah Korban Tewas Kebakaran di OKU Timur Dimakaman Satu Liang Lahat, Tangis Keluarga Pecah

“Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Penanganan dilakukan bersama personel dari Pos Sektor Muaradua dan Pos Sektor Runjung Agung,” ujar Zainal, Minggu (30/8/2026).

Ia menjelaskan, dua unit mobil pemadam dikerahkan dalam proses penanganan.

Selain memadamkan kobaran api, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

“Setelah api berhasil dipadamkan, anggota melanjutkan pendinginan. Ini penting untuk memastikan tidak ada lagi bara atau titik api yang dapat kembali menyala,” katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar tiga jam.

Petugas tidak hanya berupaya memadamkan api, tetapi juga memastikan kondisi di sekitar lokasi benar-benar aman sebelum meninggalkan tempat kejadian.

Akibat kebakaran tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp300 juta.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui.

“Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui. Kami fokus terlebih dahulu pada penanganan dan memastikan api benar-benar padam serta kondisi di lokasi aman,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pentingnya kecepatan masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian kebakaran.

Menurutnya, laporan yang diterima petugas sedini mungkin dapat mempercepat proses penanganan sehingga api memiliki peluang lebih kecil untuk meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

“Informasi dari masyarakat sangat membantu petugas. Kalau kejadian cepat dilaporkan, kami bisa lebih cepat melakukan penanganan sehingga api tidak semakin meluas,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada malam hingga dini hari ketika sebagian besar warga sedang beristirahat.

Tak lupa pada kesempatan ini ia mengimbau masyarakat memastikan peralatan listrik, kompor, maupun sumber api lainnya dalam kondisi aman sebelum tidur atau meninggalkan rumah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memastikan sumber-sumber yang bisa memicu kebakaran sudah aman. Jika melihat kejadian kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” pungkasnya.

Penanganan dilakukan dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam. Petugas kemudian melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan pendinginan hingga sekitar tiga jam.

Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta.

Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.