Joman Sebut Jokowi Tak Suka Lontaran Budi Arie soal Percepatan Pemilu 2029
Darwin Sijabat August 30, 2026 02:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman), Andi Azwan, membongkar respons Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi saat mendengar wacana percepatan Pemilu 2029 yang diutarakan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. 

Menurut Andi, Jokowi sama sekali tidak senang dengan lontaran spekulatif tersebut dan tetap berkomitmen penuh mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan kontroversial Budi Arie yang menyinggung kemungkinan Pemilu digelar sebelum tahun 2029, atau sebelum berakhirnya masa jabatan Prabowo Subianto, disampaikan langsung di hadapan Jokowi saat acara silaturahmi kebangsaan bersama sekitar 40 ketua umum organisasi relawan di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Meskipun Budi Arie belakangan menyampaikan permohonan maaf serta mengklarifikasi bahwa pandangan tersebut murni analisis pribadinya tanpa ada kaitannya dengan Jokowi, bola liar isu ini tetap bergulir di publik.

Gestur Jokowi: Diam, Menunduk, dan Tidak Senang

Andi Azwan yang hadir langsung dalam forum internal tersebut mengungkapkan dari bahasa tubuh dan reaksi yang ditunjukkan, Jokowi sangat tidak berkenan dengan analisis politik yang disampaikan Budi Arie.

“Pak Jokowi diam, menunduk. Apakah Pak Jokowi senang dengan perkataan itu? Tidak senang,” tegas Andi dalam program Bola Liar di Kompas TV, Jumat (28/8/2026).

Ia menjelaskan forum tersebut memang memberikan kesempatan kepada setiap pimpinan relawan yang hadir untuk berbicara, termasuk Budi Arie. 

Namun, respons Jokowi setelahnya justru menunjukkan sikap berseberangan dengan narasi percepatan Pemilu tersebut.

Penegasan Komitmen Dukungan Prabowo-Gibran hingga Akhir Jabatan

Andi menambahkan, saat giliran Jokowi memberikan pengarahan kepada seluruh pimpinan relawan, mantan Presiden dua periode tersebut sama sekali tidak membalas atau menyinggung analisis Budi Arie. 

Sebaliknya, Jokowi justru memberikan arahan tegas agar seluruh relawan mengawal kepemimpinan nasional yang sedang berjalan.

Baca juga: Ray Rangkuti Duga Budi Arie Beri Sinyal: Jokowi Siap Berpisah dari Prabowo

Baca juga: NASA Rilis Jadwal 2 Gerhana Matahari 2027: Melintas di Afrika Hingga Asia

“Setelah itu, Pak Jokowi berbicara kepada kita semua. Tidak menyinggung hal itu. Malah mengatakan kita harus mendukung Prabowo-Gibran sampai selesai masa tugasnya,” ungkap Andi.

Penegalan Isu Pecah Kongsi dan Penghormatan pada Prabowo Subianto

Menutup keterangannya, Ketua Joman ini meminta semua pihak untuk tidak membesar-besarkan atau mem-framing wacana tersebut sebagai indikasi retaknya hubungan antara Jokowi dan Prabowo Subianto. 

Ia memastikan Budi Arie pun telah mengakui kekeliruannya terkait lontaran isu tersebut.

“Intinya saya katakan Pak Jokowi mendukung Prabowo-Gibran sampai selesai masa tugasnya. Tidak boleh di-framing-framing lagi dan dikatakan ada pecah kongsi,” kata Andi.

Andi juga menegaskan bahwa Jokowi menaruh rasa hormat yang sangat tinggi terhadap Presiden Prabowo Subianto, sehingga narasi perpecahan koalisi tidak memiliki dasar yang kuat.

Pengamat: Jokowi tidak senang

Pengamat politik Citra Institute, Efriza, juga menduga Jokowi tidak senang dengan pernyataan Budi.

Efriza menyoroti tiga gestur Jokowi saat Budi berbicara, yakni terlihat tegang, meminum teh dari cangkir di hadapannya, dan menundukkan kepala.

Menurut Efriza, hal tersebut melambangkan bahwa Jokowi menilai pernyataan Budi offside alias sudah kelewatan.

"Kalau kita lihat, dalam beberapa gesturnya. Pertama, Pak Jokowi tampak sekali ia tegang. Kedua, sampai ia harus minum teh. Ketiga, menundukkan kepala," ujar Efriza dalam program On Focus yang diunggah di kanal YouTube Tribunnews, Kamis (27/8/2026).

"Ia menyatakan, apa yang dilakukan Budi Arie itu offside, dan tidak respek Pak Jokowi."

Efriza juga menilai pernyataan Budi itu juga mengesankan sikap tidak hormat kepada Jokowi yang menjabat pada 2014-2019 dan 2019-2024. Sebab, Jokowi bagaimanapun terpilih sebagai RI1 secara sah dan demokratis.

"Karena, bagaimanapun, suka tidak suka, hadirnya beliau ini sebagai pemimpin yang berdasarkan reformasi, sebagai pemimpin yang didukung oleh konstitusi," tutur Efriza.

"Walaupun setelah dua periode perilakunya agak nyeleneh, namun ia tetap mengedepankan hal tersebut. Apalagi Prabowo-Gibran adalah usungannya."

Lalu, Efriza menyoroti sikap diam Jokowi yang menurutnya sesuai dengan latar belakang budaya sebagai orang Jawa, yang dianggap tidak blak-blakan menunjukkan emosi.

Baca juga: Hasto PDIP Kaget Budi Arie Bawa Wacana Percepatan Pemilu di Depan Jokowi

Baca juga: Saling Klaim Selat Hormuz: Iran Ejek AS, Sebut Jalur Minyak Tetap Tutup

"Maaf ini bukan sarkas atau persepsi menjelekkan suku, tetapi kalau lihat dari gaya politik dan kulturnya Pak Jokowi, tampak sekali Pak Jokowi pada dasarnya tidak akan frontal menunjukkan ketidaksukaannya dan kemudian ia langsung marah-marah," kata Efriza.

"Itu bukan tipikal Pak Jokowi."

Lebih lanjut, Efriza menilai Jokowi terlihat tidak nyaman berada di dekat Budi.

Sehingga, kemungkinan Jokowi berpikir akan harus lebih berhati-hati saat bersama Projo, lantaran pentolan kelompok relawan itu sudah membuat kegaduhan.

Bahkan, menurut Efriza, pernyataan Budi bisa mengganggu misi Jokowi mengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode.

"Dengan menundukkan kepala atau meminum teh, kemudian tampak sekali kaku, itu menunjukkan ketidaknyamanan berada bersama Budi Arie," papar Efriza.

"Bisa jadi, Projo mulai dipikirkan oleh Pak Jokowi, untuk lebih berhati-hati kehadiran Pak Jokowi bersama dengan Projo."

"Karena tadi dasarnya adalah Projo offside, membuat kegaduhan, dan Projo tidak nyaman bagi keinginan Pak Jokowi; Prabowo Gibran dua periode bisa dikatakan mengalami patahan akibat dari pernyataan Budi Arie itu sendiri."

Pernyataan Kontroversial dan Permintaan Maaf Budi Arie

Sebelumnya, jagat maya dihebohkan oleh beredarnya potongan video Budi saat berbicara di hadapan Jokowi dan sejumlah audiens. Video tersebut memicu gelombang spekulasi politik.

Dalam rekaman itu, mantan Menteri Koperasi ini mengajak audiensnya untuk tidak terpaku pada skenario Pemilu 2029. Dia bahkan mengaku telah membisikkan insting politiknya secara langsung kepada Jokowi.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ucap Budi Arie yang langsung dijawab seruan "Siap!" dari audiens.

Lebih jauh, Budi mendeskripsikan kondisi masyarakat saat ini sebagai sebuah anomali. 

Dia membandingkan dinamika sosial dan ekonomi saat ini dengan patahan sejarah pada masa transisi Orde Baru ke Reformasi tahun 1997-1999.

"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," ucap Budi Arie.

Sementara itu, Budi Arie telah menyampaikan klarifikasi atas potongan video tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf terhadap pihak yang tak berkenan. 

"Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisis saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," kata Budi Arie, dalam unggahannya di media sosial pribadinya pada Rabu (26/8/2026).

"Pernyataan dan analisis tersebut merupakan pernyataan dan analisis pribadi saya. Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengkait dengan Bapak Joko Widodo," lanjut Budi.

Budi juga menyatakan siap menerima konsekuensi dari pernyataan tersebut.

"Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisis dan pernyataan saya tersebut," ujar dia.

Baca juga: GRIB Jaya Klarifikasi Kehadiran Hercules Saat Kericuhan 27 Agustus 2026

Baca juga: Kebakaran di Cempaka Putih Jambi, Motor Baru Dedi Ikut Terbakar

Baca juga: Kebakaran di Cempaka Putih Jambi, Tabungan Umrah Dedi yang Dikumpulkan 3 Tahun Ludes

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.