Sigi Kembali Ukir Prestasi Nasional, Sabet Penghargaan The Most Interactive di AOE 2026
Lisna Ali August 30, 2026 03:23 PM

TRIBUNPALU.COM - Kabupaten Sigi kembali mencatat prestasi di tingkat nasional setelah meraih penghargaan The Most Interactive pada APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 di Nusantara Convention Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD), Kabupaten Tangerang, Banten.

Penghargaan itu diraih Sigi di tengah pameran yang diikuti 211 stan, terdiri atas 95 pemerintah kabupaten, enam kementerian/lembaga, enam BUMN, 24 peserta swasta serta pelaku UMKM binaan daerah. 

Dalam kategori The Most Interactive, Sigi menjadi salah satu dari lima kabupaten penerima penghargaan bersama Tanah Bumbu, Malinau, Sumbawa Barat dan Morowali.

Capaian tersebut sekaligus memperpanjang catatan Sigi dalam dua penyelenggaraan AOE terakhir. Pada 2025, Sigi meraih Juara Stand Kategori Komunikatif, setelah stan yang menampilkan produk IKM dan UMKM daerah mendapat respons positif pengunjung.

Baca juga: Tak Niat Penjarakan Dokter Tifa, Ini Alasan Jokowi Bawa Polemik Ijazah ke Jalur Hukum

Tahun ini, capaian tersebut berlanjut dalam kategori interaktif. Bagi Sigi, penghargaan itu bukan sekadar pengakuan terhadap penampilan stan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah kepada jaringan pasar yang lebih luas.

APKASI sendiri menaungi 416 pemerintah kabupaten di Indonesia. AOE menjadi salah satu ruang yang digunakan untuk mempromosikan komoditas unggulan, peluang investasi dan potensi pariwisata daerah.

Dalam AOE 2026, Sigi membawa sejumlah potensi daerah, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif hingga produk UMKM. Keikutsertaan tersebut juga diarahkan untuk memperluas jejaring kerja sama dan akses pasar.

Selain pameran, AOE 2026 menyediakan agenda business matching yang mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor dan buyer potensial dari dalam maupun luar negeri.

Baca juga: PAN Sulteng Panaskan Mesin Partai di Morowali, Syarifuddin Sudding Patok Target

Ruang inilah yang menjadi peluang bagi produk lokal untuk bergerak dari sekadar dipamerkan menjadi bagian dari hubungan bisnis yang lebih konkret.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, yang merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sigi, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan.

Menurut Rizal, kreativitas dalam membangun komunikasi dan interaksi dengan pengunjung menjadi bagian penting dalam memperkenalkan Sigi di tengah persaingan antardaerah.

“Ini menjadi bukti bahwa semangat, kreativitas dan kerja bersama mampu membawa Sigi terus mendapat perhatian dan prestasi di level nasional,” ujar Rizal.

Namun, bagi pemerintah daerah, penghargaan bukan menjadi titik akhir. Rizal berharap perhatian yang diperoleh melalui AOE dapat berlanjut pada pengenalan produk unggulan Sigi secara lebih luas, termasuk membuka peluang pasar hingga tingkat internasional.

“Harapannya, berbagai produk unggulan khas Sigi akan semakin dikenal secara nasional hingga internasional, membuka pasar yang lebih luas, serta memberikan peningkatan pendapatan bagi masyarakat,” katanya.

Dengan catatan dua tahun berturut-turut meraih penghargaan, pekerjaan berikutnya bagi Sigi adalah memastikan prestasi promosi tersebut memiliki dampak ekonomi yang terukur. 

Perhatian pengunjung dan jejaring yang terbentuk di AOE perlu diarahkan menjadi akses pasar, kemitraan, transaksi dan peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal.

Di titik itulah keberhasilan Sigi di AOE 2026 tidak hanya diukur dari penghargaan yang dibawa pulang, tetapi dari seberapa jauh panggung nasional tersebut mampu membuka jalan bagi produk dan pelaku usaha Sigi untuk masuk ke pasar yang lebih besar.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.