TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Setelah satu bulan ditangani, api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan akhirnya berhasil dipadamkan, Minggu (30/8/2026).
Namun tim gabungan masih melanjutkan pendinginan di lokasi Karhutla untuk menghilangkan sisa asap yang masih mengepul dari lahan bekas terbakar.
Agar si jago merah tidak berpotensi menyala kembali dan asap hilang total.
"Masih ada titik asap di bagian tengah. Kalau titik api sudah padam semuanya. Jadi masih ada tim yang tinggal untuk pendinginan asap yang muncul," ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (30/8/2026).
Baca juga: 642 Ha Gambut Hangus, 287 Personel Gabungan Masih Berjuang Padamkan Karhutla Rantau Baru Pelalawan
Ia menyebutkan, sebagian besar tim gabungan dari berbagai instansi yang sebelumnya terlibat pemadaman darat telah ditarik dari lokasi. Hanya sebagian tim tinggal untuk melanjutkan pendinginan. Yakni tim gabungan rayon kecamatan dan regu pemadam perusahaan yang ada di sekitar lokasi. Mereka ditugaskan menyiram titik asap dari sisa bara api, agar segera hilang.
Petugas yakin lokasi bekas kebakaran tidak berpotensi lagi menjadi titik api baru. Pasalnya, sisa titik asap berada du bagian tengah dengan material bakar yang telah habis. Selain itu, areal tersebut telah disekat dengan kanal agar tidak menjalar ke lahan lainnya.
"Artinya sudah aman untuk ditinggalkan dan personil rayon kecamatan saja yang di lokasi. Selainnya sudah ditarik masing-masing instansi," tandas Zulfan.
Sebagian petugas yang sebelumnya di Kerumutan digeser ke lokasi Karhutla Desa Rantau Baru, Pangkalan Kerinci. Untuk penebalan pasukan pemadaman yang sedang berjibaku di ibukota Pelalawan. Sebab api Karhutla masih membara di lokasi hingga pemadaman hari kedepalan ini.
Luas lahan gambut yang hangus di Kerumutan mencapai 969 hektar atau nyaris seribu hektar. Berdasarkan pengukuran secara resmi setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)