TRIBUNNEWSMAKER.COM - Keputusan untuk tetap berada di balik mikrofon podcast rupanya mulai dipikirkan ulang oleh Denny Sumargo.
Bukan karena kehilangan minat terhadap dunia konten, melainkan tekanan yang muncul dari berbagai topik yang dibicarakan di kanal miliknya.
Densu, sapaan Denny Sumargo, bahkan mengaku mulai mempertimbangkan untuk tidak lagi menjadi host dan mencari orang lain yang dapat menggantikannya.
Hal itu disampaikan Densu ketika berbincang dengan YouTuber Atta Halilintar.
"Sebenernya, kalau gue bisa, 'tolong gantiin gue'," ucap Densu kepada Atta Halilintar dalam sebuah acara podcast, dikutip Minggu (30/8/2026).
"Gue lagi berpikir, mungkin gue ganti host aja deh," lanjutnya.
Keinginan tersebut bahkan sudah mengarah pada rencana mencari sosok yang nantinya mengisi posisi host di kanal podcast miliknya.
"Kayaknya gue cari host lain deh, kayaknya gue udah nggak usah ngisi lagi deh," timpalnya.
Selama ini, nama Denny Sumargo memang semakin dikenal lewat kanal YouTube CURHAT Bang Denny Sumargo. Berbagai persoalan sosial dan isu yang tengah menjadi perhatian publik kerap dibahas dalam podcast tersebut.
Namun, pilihan topik itu juga membawa konsekuensi tersendiri bagi Densu.
Densu menyadari sejumlah konten yang dibuatnya tidak selalu mendapat respons positif dari publik.
Beberapa tema yang diangkat justru memicu perdebatan dan membuat dirinya menjadi sasaran hujatan warganet.
Ia mengatakan, ada alasan tertentu mengapa dirinya lebih sering memberikan ruang kepada pembahasan yang tergolong sensitif.
Menurut Densu, keputusan tersebut berkaitan dengan keinginannya membantu orang lain menghadapi persoalan yang mereka alami.
Di sisi lain, ia menyadari tidak semua konten semacam itu bisa menghasilkan keuntungan secara finansial.
"Banyak podcast gua juga yang memang tidak menghasilkan. Kenapa? Dikarenakan isunya sensitif banget kayak kasus pemer**saan gitu kan. Itu kan enggak bisa dapat cuan sama sekali," ujarnya.
Pria 44 tahun itu pun mengaku masih mempertanyakan mengapa dirinya justru lebih sering tertarik mengangkat persoalan sosial yang sensitif.
"Tapi arahnya itu yang gua makin ke sini mulai agak mulai bingung. Kenapa kok podcast gua lebih banyak ngangkat ke arah isu-isu yang sensitif, isu-isu sosial," tuturnya.
Dorongan tersebut, menurut Densu, tidak semata-mata berkaitan dengan popularitas ataupun keuntungan dari konten.
"Karena memang insting gua lebih untuk ngebantu sebenarnya," kata Denny.
Salah satu persoalan yang kemudian memberikan tekanan besar kepadanya adalah ketika Densu mempertemukan Ruben Onsu dan Sarwendah dalam podcast.
Densu sebelumnya memberikan ruang kepada Ruben Onsu dan Sarwendah untuk membicarakan perselisihan mereka.
Namun, langkah tersebut justru membuatnya berada di tengah-tengah pendukung kedua pihak.
Sebagian penggemar Sarwendah menilai Densu cenderung membela Ruben. Sebaliknya, pendukung Ruben justru menganggap Densu lebih berpihak kepada Sarwendah.
Persoalan kemudian berkembang lebih jauh.
Densu mengungkapkan anak dan istrinya ikut menjadi sasaran komentar negatif dari sejumlah akun di media sosial.
"Ada beberapa akun yang menghina anak dan istri saya. Saya memberikan balasan tegas integritas saya tidak bisa digoyahkan oleh kebencian apa pun," ujar Denny Sumargo di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (23/8/2026).
Menurut Densu, respons tegas yang diberikan kepada akun-akun tersebut kemudian dipersepsikan berbeda oleh pihak lain.
"Balasan saya diframing seolah-olah saya mau ribut lawan netizen, padahal saya hanya merespons akun yang sudah berulang kali menghina anak dan istri saya. Saya harus menjawab tegas, bukan untuk sombong. Tapi ya tidak apa-apa, ini hal yang memang harus terjadi," jelasnya.
Tidak berhenti pada persoalan hujatan, Densu juga menyoroti komentar warganet yang membawa isu SARA ke dalam konflik tersebut.
"Itu yang bikin saya ketawa. Unsur-unsur agama dan ras dibawa-bawa untuk saling menjatuhkan satu sama lain. Bagi saya itu lucu sekali. Kita ini kan masyarakat terpelajar, kok bisa berpikir sampai ke sana?" ungkap Densu heran.
Ia kemudian meminta masyarakat lebih bijak ketika mengikuti konflik yang melibatkan figur publik.
Menurutnya, perbedaan pandangan seharusnya tidak berkembang menjadi serangan yang membawa persoalan agama, ras, maupun keluarga.
Tekanan yang dirasakan Densu akhirnya membuatnya mengambil sikap.
Ia memilih tidak lagi ikut terseret dalam dinamika hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah.
Densu memastikan dirinya tidak akan kembali memberikan pernyataan mengenai persoalan tersebut.
"Hari ini mungkin menjadi pernyataan terakhir saya untuk masalah itu. Ke depannya saya sudah tidak mau lagi memberikan statement," tegasnya.
Sikap tersebut menjadi salah satu tanda Densu mulai menarik diri dari polemik yang sebelumnya ia coba bantu melalui ruang podcast.
Di tengah situasi itu, keinginannya untuk mencari host pengganti juga mulai muncul.
Bagi Densu, podcast bukan hanya soal popularitas dan pemasukan. Ada konsekuensi lain yang harus dihadapi ketika isu yang dibicarakan menyentuh wilayah sensitif.
Dan kini, ia mulai mempertimbangkan apakah dirinya masih ingin terus berada di posisi tersebut. (TribunNewsmaker/BanjarmasinPost)