Warga Minta DPRD Kulon Progo Turun Tangan Batalkan Rencana Regrouping SDN Hargomulyo Kokap
Yoseph Hary W August 30, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Warga Kalurahan Hargomulyo di Kapanewon Kokap, terus memastikan bahwa rencana penggabungan alias regrouping Sekolah Dasar Negeri (SDN) Hargomulyo tetap dibatalkan. Sebab rencana regrouping ditunda oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo.

Warga pun meminta bantuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulon Progo guna memastikan rencana regrouping dibatalkan. Ketua Komite SDN Hargomulyo, Pardiyono menyebut pihaknya menyambangi DPRD Kulon Progo pada Jumat (28/08/2026) lalu.

"Kami merasa ada kejanggalan dari rencana regrouping, terutama alasan di baliknya," katanya pada Minggu (30/08/2026).

Usulan janggal

Menurut Pardiyono, kejanggalan datang dari usulan regrouping yang diajukan seorang oknum pamong Kalurahan Hargomulyo pada 2022 lalu. Usulan itu mendapat penolakan oleh warga sehingga batal diajukan.

Namun di 2026 ini, oknum tersebut rupanya kembali mengusulkan rencana regrouping SDN Hargomulyo. Usulan disampaikan ke Disdikpora Kulon Progo tanpa ada sosialisasi ke masyarakat, terutama para wali pelajar.

"Tidak ada rembugan atau pun jajak pendapat dengan warga, tahu-tahu sudah muncul Surat Keputusan (SK) Regrouping SDN Hargomulyo dari Bupati Kulon Progo," ujar Pardiyono.

Pihaknya pun meminta DPRD Kulon Progo agar menyampaikan sejumlah tuntutan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo. Salah satunya meminta Bupati menerbitkan SK pembatalan rencana regrouping SDN Hargomulyo.

Pardiyono menilai alasan regrouping SDN Hargomulyo tidak masuk akal, seperti minimnya jumlah pelajar. Padahal, jumlah pelajar menurun sejak muncul isu regrouping, membuat para wali memilih sekolah lain.

"Keputusan dari rencana itu juga tidak mempertimbangkan masyarakat," jelasnya.

DPRD akan kajian lapangan

Ketua DPRD Kulon Progo, Aris Syarifuddin memastikan tuntutan dari warga Hargomulyo akan diakomodasi. Komisi IV DPRD Kulon Progo juga akan diterjunkan untuk melakukan kajian lapangan.

Koordinasi dengan Disdikpora Kulon Progo juga akan dilakukan untuk membahas tuntutan warga. Koordinasi juga akan dilakukan dengan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan.

"Kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Kulon Progo untuk membahas keinginan dari warga Hargomulyo ini," kata Aris memberikan keterangannya.

Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi menjelaskan langkah regrouping menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan aktivitas pembelajaran. Sebab saat ini Kulon Progo sedang menghadapi kekurangan guru sehingga perlu penataan.

Pihaknya juga menilai jumlah pelajar di SDN Hargomulyo kurang dari 60 anak sehingga membuat penerimaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi turun. Kondisi itu membuat pembelajaran di SDN Hargomulyo menjadi kurang optimal.

"Regrouping menjadi salah satu upaya kami dalam meningkatkan kualitas sekolah," jelas Nur.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.