Grid.ID – Di balik riuh dan mencekamnya kerusuhan yang pecah di kawasan Pejompongan usai unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026), terselip sebuah kisah pilu. Bambang Setiawan (59), seorang pedagang cermin yang menjadi korban tewas akibat pengeroyokan, ternyata menghabiskan jam-jam terakhir hidupnya dengan menolong sesama.
Sifat ringan tangan almarhum Bambang menjadi kenangan terakhir yang takkan terlupakan bagi keluarga dan para tetangga di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat.
Menolong Tetangga di Tengah Situasi Mencekam
Kamis sore itu, situasi di kawasan Pejompongan sudah mulai memanas. Massa unjuk rasa yang terdorong mundur dari depan Gedung DPR mulai memadati jalanan. Sudarsi, istri Bambang, menceritakan bahwa suaminya memutuskan untuk menutup warung cermin miliknya lebih awal demi keamanan.
Namun, di tengah ketegangan tersebut, seorang tetangga bernama Pagor sedang dalam kondisi kritis dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Bukannya memilih berdiam diri di dalam rumah, Bambang justru sibuk memastikan tetangganya mendapatkan pertolongan.
"Ada tetangga, Om Pagor namanya, minta dianterin ke Rumah Sakit Pelni karena dia memang kondisinya lagi sakit keras," tutur Sudarsi seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (30/8/2026).
Karena faktor usia, Bambang meminta anak laki-lakinya untuk memboncengkan tetangga tersebut menembus kemacetan dan kerumunan massa menuju RS Pelni. Aksi heroik sederhana ini dilakukan Bambang tepat sebelum situasi memanas.
Kebiasaan Membantu Korban Gas Air Mata
Bagi warga sekitar, Bambang memang dikenal sebagai sosok yang peduli. Saat kerusuhan terjadi, ia seringkali keluar rumah bukan untuk ikut merusak, melainkan untuk memberikan bantuan kepada siapa pun yang membutuhkan.
"Dia itu biasanya kalau ada kejadian begini cuma mau menonton, atau kadang-kadang ngebantu ngisiin air buat cuci muka orang-orang yang kena gas air mata," kenang Sudarsi.
Niat baik itu pula yang membawanya keluar rumah untuk terakhir kalinya pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB, setelah memastikan tetangganya sampai di rumah sakit dengan aman.
Bambang sempat keluar rumah untuk memantau situasi, namun ia tak pernah kembali ke rumah. Keluarga sempat melakukan pencarian semalam suntuk.
Harapan Sudarsi bahwa suaminya hanya sedang mengobrol di rumah teman seketika sirna saat sebuah video viral beredar di aplikasi WhatsApp pada pukul 04.00 WIB dini hari.
Video tersebut memperlihatkan aksi pengeroyokan sadis terhadap seorang pria. Sang anak mengenali pakaian dan perawakan pria dalam video tersebut sebagai ayahnya. Pencarian pun berakhir di RS Polri Kramat Jati, tempat jenazah Bambang dievakuasi.
Jenazah almarhum Bambang Setiawan telah dimakamkan di TPU Kemanggisan (Kemanggisan Pulo), Jakarta Barat, pada Jumat (28/8/2026) sore. Meski kepergiannya tragis, keluarga dan tetangga akan selalu mengingat Bambang sebagai sosok yang bahkan di saat-saat terakhirnya, masih sempat memikirkan keselamatan orang lain dibandingkan dirinya sendiri.