12 Gunungan Hasil Bumi dan Ikan Diarak, Desa Ngrajek Hidupkan Tradisi Merti Desa
Yoseph Hary W August 30, 2026 07:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Suasana Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, semarak, Minggu (30/8/2026). Warga tumpah ruah mengikuti tradisi Merti Desa yang untuk kedua kalinya digelar Pemerintah Desa Ngrajek.

Tak sekadar menjadi ritual tahunan sebagai bentuk rasa syukur, Merti Desa tahun ini juga dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

Salah satu puncak kegiatan ditandai dengan arak-arakan 12 gunungan hasil bumi dan perikanan dari enam dusun. Enam gunungan berisi hasil pertanian dan sayuran, sedangkan enam gunungan lainnya berisi hasil perikanan yang menjadi salah satu identitas Desa Ngrajek.

Momentum bersyukur

Kepala Desa Ngrajek, Muhammad Rizqi Kurniawan, mengatakan Merti Desa menjadi momentum bagi masyarakat untuk mensyukuri berbagai potensi yang dimiliki desa.

“Filosofi dari kegiatan ini adalah bersedekah kepada warga desa kami maupun masyarakat luas,” kata Rizqi.

Menurutnya, hasil bumi dan perikanan yang diwujudkan dalam gunungan merupakan simbol keberlimpahan rezeki sekaligus bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil yang diperoleh selama setahun.

“Harapan kami, hasil pertanian dan perikanan di Desa Ngrajek semakin meningkat saban tahunnya, rezeki warga melimpah, dan kami dapat terus berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Keunikan Merti Desa Ngrajek tahun ini terlihat dari jumlah dan jenis gunungan yang diarak.

“Total ada 12 gunungan yang diarak dan dibagikan kepada masyarakat,” jelas Rizqi.

“Enam Gunungan Hasil Bumi atau sayuran, masing-masing satu dari setiap dusun, dan enam Gunungan Ikan, juga masing-masing satu dari setiap dusun,” lanjutnya.

Kehadiran gunungan ikan bukan sekadar pelengkap tradisi. Bagi Desa Ngrajek, ikan merupakan bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat sekaligus potensi yang ingin terus dikembangkan.

Desa Ngrajek selama ini dikenal sebagai salah satu sentra perikanan di Jawa Tengah. Potensi tersebut kemudian ingin dikembangkan lebih jauh melalui konsep Desa Mina Wisata.

“Gunungan ikan ini juga menjadi wujud identitas Desa Ngrajek sebagai sentra perikanan,” kata Rizqi.

“Kami ingin potensi perikanan ini tidak hanya menjadi sumber ekonomi warga, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata,” imbuhnya.

Rawat Ruwat dan doa bersama 

Sebelum arak-arakan gunungan, rangkaian Merti Desa diawali dengan tradisi Rawat Ruat dan doa bersama di Sumber Mata Air Ngudal, Sabtu (29/8/2026).

Mata air tersebut memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat Desa Ngrajek. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti minum, memasak dan mencuci, air dari sumber tersebut juga menopang pertanian serta kolam-kolam perikanan warga.

Rizqi mengatakan keberadaan sumber mata air menjadi salah satu alasan masyarakat memiliki rasa syukur yang besar, terlebih saat sejumlah wilayah lain mulai mengalami kesulitan air akibat musim kemarau.

“Kami sepatutnya bersyukur atas kelimpahan air dari Allah SWT,” ujarnya.

“Di saat musim kemarau membuat banyak desa sekitar mengalami kekeringan, Desa Ngrajek tidak terdampak,” lanjutnya.

Bahkan, menurut Rizqi, Desa Ngrajek tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan air warganya sendiri. Pemerintah desa juga telah menjalin kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu wilayah lain yang membutuhkan.

“Kami telah menandatangani kerja sama atau MoU dengan BPBD untuk menyuplai kebutuhan air bersih ke kecamatan-kecamatan tetangga yang membutuhkan,” ungkapnya.

Potensi perikanan Desa Ngrajek juga mulai diintegrasikan ke dalam kehidupan pemerintahan desa.

Gerakan gemar makan ikan tidak hanya disampaikan kepada masyarakat, tetapi juga diterapkan dalam kegiatan internal pemerintahan desa.

“Dalam setiap kegiatan resmi maupun rapat desa, seluruh hidangan konsumsi wajib berbasis menu ikan,” kata Rizqi.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Desa Ngrajek sebagai desa perikanan sekaligus mendorong konsumsi ikan di tengah masyarakat.

“Kami ingin membangun kebiasaan bahwa ikan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Desa Ngrajek,” ujarnya.

Dengan potensi air, pertanian, perikanan, seni budaya dan tradisi masyarakat, Pemerintah Desa Ngrajek berharap Merti Desa tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Harapannya kegiatan ini bukan hanya menjadi tradisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, mengembangkan potensi desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Rizqi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.