Bantahan Doktif usai Shella Saukia Ngaku Dimintai Uang Damai Rp50 Miliar: Mulai Lagi Berdrama
Ayu Miftakhul Husna August 30, 2026 06:35 PM

TRIBUNNEWS.COM - dr. Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif) memberikan jawaban terkait dengan unggahan pengusaha Shella Saukia di Instagram pribadinya.

Belum lama ini, Rahma Ina Putria alias Shella Saukia menjadi sorotan setelah berkeluh kesah lewat unggahan Instagram Story-nya soal konfliknya dengan Doktif.

Dalam tulisannya itu, Shella Saukia mengaku lelah lantaran permasalahannya dengan Doktif tak kunjung selesai.

Merasa lelah dengan konflik yang berbuntut panjang itu, pengusaha asal Aceh ini pun berusaha mengajak Doktif untuk berdamai.

Sayangnya ajakan Shella Saukia itu malah berbalik permintaan uang sebesar Rp50 miliar sebagai syarat damai oleh dokter yang kerap tampil nyentrik bertopeng ini.

"Dia mau damai asal dengan syarat harus bayar Rp50 m," tulis Shella dalam unggahan Instagram pribadinya.

Aksi itu pun kini ditanggapi langsung oleh Doktif.

Membuka komentarnya, Doktif menyebut unggahan ibu dua anak tersebut terkesan seolah-olah Shella berada dalam posisi sebagai pihak yang tersudutkan alias playing victim.

"Aduh ampun ya playing victimnya ya Allah, kok gak tobat-tobat sih Shella," kata Doktif, dikutip Minggu (30/8/2026).

Lebih lanjut, Doktif  menyebut Shella kembali berdrama buntut cuitannya itu.

"Aduh ini mulai lagi dia berdrama," lanjutnya.

Baca juga: Aksi Doktif Minta Uang Damai Rp50 M ke Shella Saukia Tuai Sindiran Fitri Salhuteru: Duta Pemeras

Dalam komentarnya itu, Doktif juga menyinggung soal unggahan Shella Saukia yang sempat bertemu dengan Shandy Purnamasari belum lama ini

Pertemuan itu dibagikan keduanya melalui unggahan media sosial masing-masing.

Unggahan itu, ikut disorot Doktif sebab hubungan Shella dan Shandy yang sempat merenggang beberapa tahun lalu kini kembali membaik.

"Beraninya sekarang-sekarang, kenapa gak kemarin-kemarin? Oh karena abis ada konten berpelukan-berpelukan itu ya (pertemuan Shandy dan Shella), maksudnya apa itu? Kok kamu berani mulai koar-koar lagi?" tandasnya.

DOKTIF VS RICHARD LEE - Dokter kecantikan Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif) ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (19/2/2026). Doktif menanggapi kehadiran Richard Lee yang mengklaim produknya halal dan memiliki izin BPOM. (Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah).
Dokter kecantikan Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif) ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (19/2/2026).  (Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah). (Tribunnews.com)

Doktif dan Shella Saukia berkonflik imbas huru-hara yang terjadi di dunia perniagaan skincare Tanah Air pada tahun 2024, lalu.

Di mana Shella Saukia yang tak terima produk skincare-nya diulas buruk oleh Doktif sempat melabrak sang dokter di sebuah restoran pada awal tahun 2025 lalu.

Aksi itu kian berbuntut panjang setelah Doktif melaporkan Shella ke Polda Metro Jaya, Jakarta atas dugaan persekusi buntut aksi pelabrakan tersebut.

Dalam kisruh yang terjadi di dunia skincare ini, Shella disebut-sebut tak hanya berkonflik dengan Doktif, namun juga berselisih dengan pengusaha Shandy Purnamasari.

Di mana Shella dituding menjadi salah satu orang yang ikut membiayai Isa Zega, selebgram yang merundung Shandy di media sosial hingga dilaporkan atas kasus pencemaran nama baik.

Komentar Doktif soal Kasus Dugaan Persekusi

Belum lama ini Doktif itu pun menyinggung kembali soal laporan dugaan persekusi Shella Saukia.

Kini dokter yang kerap tampil nyentrik bertopeng ini pun mendesak pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporannya terhadap wanita asal Banda Aceh  itu.

"Tolong dari Polda Metro Jaya jadi capek gitu loh ya. Jadi Doktifini berusaha menjawab pertanyaan masyarakat seperti apa kasus persekusi yang dilakukan oleh SS (Shella Saukia) dan gerombolannya seperti apa?" ujar Doktif kepada awak media, Sabtu (30/5/2026).

Doktif juga merasa keberatan karena saat melakukan hal tersebut Shella turut melakukan siaran langsung di media sosial sehingga aksi itu disaksikan oleh jutaan warganet.

"Kok rasanya nggak adil aja? Yang dilihat oleh jutaan masyarakat Indonesia sampai detik ini belum ada kelanjutannya," sambung wanita asal Jawa Timur ini.

Di akhir komentarnya, Doktif menyebut kasus dugaan persekusi yang dilaporkannya ini berjalan cukup lama.

"Tolong dari pihak cyber segera ada update seperti apa karena ini sudah terlalu lama," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Gabriella)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.