TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Keluarga Sutrimo mempertanyakan hasil pemeriksaan forensik sampel jasad Sutrimo yang belum juga diumumkan.
Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, menyebutkan, pihak keluarga selalu mempertanyakan dan menunggu hasil pemeriksaan.
"Setiap hari pihak keluarga juga bertanya, tadi sore ibu Sutrimo bertanya ke saya apakah sudah ada hasilnya," jelas Aan, dikutip dari program Kompas Malam di Kompas TV, Sabtu (29/8/2026).
Aan mengatakan, dirinya sudah melakukan komunikasi terhadap penyidik mengenai hasil pemeriksaan forensik sampel jasad Sutrimo.
Namun, pihak penyidik masih belum bisa memberikan hasil pemeriksaan karena prosesnya belum rampung.
"Saya juga mendapatkan jawaban bahwa hasil ekshumasi itu memang belum lengkap, belum ada, dan memang belum bisa diumumkan," tutur Aan.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya akan mengumumkan hasil pemeriksaan forensik terhadap sampel jasad Sutrimo pada pekan ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.
“Kemungkinan kami menerima hasil di minggu ini. Nanti dokter forensik yang akan menyampaikan,” kata Budi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/8/2026).
Budi memastikan penyidikan kasus kematian Sutrimo masih berlangsung di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Hingga kini, sebanyak 27 orang telah dimintai keterangan.
“Yang pasti, sampai detik ini dalam proses penyidikan ada 27 saksi yang diperiksa,” ujar Budi. Salah satu pemeriksaan forensik yang dilakukan yakni untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan racun dalam tubuh Sutrimo sebelum meninggal dunia.
“Iya (pemeriksaan kandungan racun), dari (pemeriksaan) lab kan itu,” kata Budi.
Pemeriksaan laboratorium tersebut dilakukan lantaran tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian luar tubuh Sutrimo, baik sebelum maupun setelah jasadnya diekshumasi.
Ketua Tim Dokter Forensik Prof Ahmad Yudianto sebelumnya mengatakan, pihaknya mengambil sejumlah sampel dari bagian luar dan organ dalam tubuh Sutrimo untuk diperiksa di laboratorium.
"Saya ambil sampel dari kepala sampai badan. Mulai dari kulit yang kami curigai di situ ada kelainan, juga termasuk swab, dan termasuk isi organ-organ dalam seperti lambung, dan jantung. Kalau tidak salah ada puluhan," kata Yudi saat konferensi pers di Mapolresta Banyumas, Rabu (12/8/2026).
Sumber: Kompas.com