TRIBUN-BALI.COM - SMPN 9 Denpasar didaulat sebagai Satuan Pendidikan Implementasi KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) terbaik nasional.
Penganugerahan KEJAR Award dan Financial Literacy Award ini, diberikan pada puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8).
Prestasi ini diraih, setelah 100 persen siswa SMPN 9 Denpasar memiliki rekening pelajar, dengan total mencapai 1.070 rekening. Program KEJAR merupakan inisiatif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan anak-anak dan remaja di Indonesia.
“Ini merupakan prestasi yang diraih melalui sinergi antara OJK Bali, sekolah, Dinas Pendidikan Kota Denpasar, PUJK dalam hal ini BPD Bali dan Bank Mandiri. Serta tentunya seluruh guru, siswa dan wali murid di SMPN 9 Denpasar,” kata Kepala OJK, Parjiman di Denpasar, Sabtu (29/8).
Ia berharap raihan prestasi ini, dapat menginspirasi sekolah-sekolah lainnya di Bali dalam menerapkan kebiasaan baik menabung di bank sejak dini bahkan dari usia sekolah. “Melalui kebiasaan baik ini, kita wujudkan generasi-generasi muda di Bali yang cerdas mengelola keuangan untuk meraih masa depan yang cerah," tegasnya.
Baca juga: OJK Perkuat Kolaborasi Dukung Pengembangan UMKM, Pembiayaan di Indonesia Capai Rp1.948,72 Triliun!
Baca juga: PINDAR Alternatif Pembiayaan, OJK Kuatkan Literasi & Mitigasi, Koster: Diimbangi Literasi Keuangan!
Hadir pada acara puncak kemarin yaitu Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono.
Anggota Dewan Komisioner LPS, Ferdinand D. Purba. Sesmenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso. Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin. Selain itu, acara juga dihadiri Wakil Gubernur, Wali Kota hingga Bupati di berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan juga diikuti lebih dari 1.100 peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa.
Melalui Program KEJAR, OJK bersama Industri Jasa Keuangan dan seluruh pemangku kepentingan terus mendorong perluasan kepemilikan rekening sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar. Selama periode September 2025 hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 679.000 rekening pelajar baru telah dibuka. Selain itu, telah dilaksanakan lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School di 122 ribu sekolah.
Berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi juga telah dilaksanakan dengan menjangkau lebih dari 16.000 pelajar di 40 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Berbeda dengan tahun sebelumnya, rangkaian Hari Indonesia Menabung 2026 turut memprioritaskan Sekolah Rakyat sebagai salah satu sasaran utama peningkatan literasi dan inklusi keuangan pada segmen pelajar.
Peserta didik Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera menjadi segmen penting, dalam perluasan akses dan edukasi keuangan. Sekolah Rakyat menjadi salah satu entry point strategis untuk menanamkan budaya menabung serta memperluas literasi dan inklusi keuangan secara merata kepada pelajar dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia.
OJK bersama kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait terus memperkuat budaya menabung dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian finansial dan kesejahteraan masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia dengan mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan, memperkuat budaya menabung sejak dini sekaligus mendukung pencapaian target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045. Sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), antara lain melalui Program Kejar.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, bahwa secara nasional tingkat literasi dan inklusi keuangan masing-masing telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen. Meskipun telah melampaui target, tingkat literasi dan inklusi keuangan pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah capaian nasional, sehingga membutuhkan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” kata Friderica.
Lanjutnya, OJK bersama dengan seluruh kementerian lembaga, memiliki komitmen meningkatkan literasi dan inklusi anak-anak di Indonesia.
Dalam sesi Leaders’ Insight, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono menyampaikan, kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan kemampuan mengendalikan diri.
“Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” kata Dicky.
Dicky menekankan masyarakat perlu memaknai menabung, sebagai kebiasaan menyisihkan uang, bukan sekadar menyisakan uang. Kebiasaan tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi seseorang untuk merencanakan masa depan, memenuhi kebutuhan, membantu orang lain, serta berkontribusi terhadap perekonomian nasional. (ask)
Dari sisi literasi keuangan, OJK terus mengorkestrasikan berbagai program edukasi melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar edukasi keuangan dapat berlangsung secara masif, merata, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Sepanjang 2026 hingga Agustus 2026, OJK telah melaksanakan 3.557 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 12,2 juta peserta. Melalui sinergi dan kolaborasi dalam GENCARKAN, telah dilaksanakan pula 18.308 kegiatan edukasi langsung dengan menjangkau 3,2 juta peserta, serta 22.797 kegiatan edukasi digital yang menjangkau 167,8 juta peserta.
Penguatan literasi keuangan juga dilakukan melalui program Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia atau OJK PEDULI, yang hingga saat ini telah membentuk 51.030 Duta Literasi Keuangan Indonesia.
Dari sisi infrastruktur literasi digital, LMS Edukasi Keuangan (LMSKU) telah dimanfaatkan oleh 142.613 pengguna, sementara minisite Sikapi Uangmu telah menerbitkan 253 konten dengan total 2,4 juta views.
Sinergi OJK bersama pemerintah, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya, dan sejahtera secara finansial menuju Indonesia Emas 2045. (ask)