TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang tak akan memperbaiki Pasar Belik pascakebakaran pada Sabtu (29/8/2026) malam.
Mereka memutuskan bakal merelokasi Pasar Belik lantaran kebakaran yang terjadi Sabtu lalu merupakan yang kedua.
Diketahui, Pasar Belik di Jalan Pemalang-Purbalingga, Jawa Tengah, terbakar.
Sebanyak 120 kios dan 500 lapak terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang Nurkholes mengatakan, dalam dua tahun, Pasar Belik mengalami kebakaran dua kali.
Pemkab Pemalang pun tak ingin mengambil risiko dan mulai menyiapkan opsi relokasi pasar.
Baca juga: 120 Kios dan 500 Lapak di Pasar Belik Pemalang Terbakar, Lalu Lintas ke Purbalingga Dialihkan
Sementara, dalam kebakaran pada Sabtu malam, pemadaman melibatkan berbagai unsur, di antaranya Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskumdak), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, serta para relawan.
"Alhamdulillah, selama dua setengah jam sudah bisa dipadamkan," kata Nurkholes, Minggu (30/8/2026).
Pascakebakaran, Pemkab Pemalang segera melakukan evakuasi sekaligus pendataan kondisi di dalam pasar untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menghitung kerugian yang dialami.
Nurkholes menegaskan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat masyarakat dan pedagang menjadi korban.
Pemerintah akan hadir dalam penanganan dampak kebakaran, terutama untuk membantu keberlangsungan hidup dan penghidupan masyarakat yang terdampak.
"Kami pastikan dulu pendataan di dalam pasar, termasuk kerugiannya."
"Yang pasti, pemerintah akan hadir di situ untuk membantu hidup dan penghidupan dari kebencanaan ini," tuturnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan menentukan status kebencanaan dalam waktu 3x24 jam.
Setelah status tersebut ditetapkan, pemerintah akan menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk kemungkinan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Sekda Jateng Kembali Soroti Kapasitas SPPG setelah Temuan Belatung Pada MBG di Pemalang
Kebakaran kali ini menjadi perhatian serius karena Pasar Belik pernah mengalami kejadian serupa sekitar dua tahun lalu.
Berulangnya kebakaran membuat pemerintah daerah mulai memikirkan solusi jangka panjang, bukan sekadar melakukan penanganan setiap kali musibah terjadi.
Satu di antara opsi yang dipertimbangkan adalah merelokasi Pasar Belik.
"Relokasi pasar akan kami upayakan sebagai salah satu langkah ke depan."
"Selain itu, pembangunan kembali pasar juga akan diupayakan agar aktivitas perdagangan masyarakat dapat kembali berjalan," kata Nurkholes. (*)