Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora pada Minggu yang menarik perhatian pembaca dan masih layak untuk disimak pagi ini, mulai dari pengungsi gempa di NTT berangsur berkurang hingga penetapan Rais Aam PBNU pada Muktamar NU di Jombang.

Berita-berita tersebut dapat kembali disimak dalam ringkasan berikut.

1. BNPB: Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkurang 4.142 orang per hari ini, Minggu (30/8).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta mengemukakan per 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB pengungsi gempa NTT menjadi 188.161 orang.

Selengkapnya di sini

2. BNPB: 1.954 ton bantuan telah tersalur untuk korban gempa NTT

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.954 ton bantuan telah tersalurkan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Hampir seluruh bantuan yang masuk telah didistribusikan. Total bantuan yang masuk sejak 15 hingga 30 Agustus 2026 mencapai 1.953.849 kilogram atau sekitar 1.954 ton," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Selengkapnya di sini

3. Baznas RI buka Beasiswa Santri 2026 untuk 2.500 dhuafa berprestasi

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membuka pendaftaran Beasiswa Santri Baznas 2026 bagi 2.500 santri dhuafa berprestasi di seluruh Indonesia, yang diresmikan di Pondok Pesantren Al-Wahabiyyah Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 29 Agustus 2026.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Minggu, menyebut Beasiswa Santri Baznas dirancang untuk mempersiapkan santri dhuafa berprestasi kelas 12 Madrasah Aliyah (MA)/sederajat menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Selengkapnya di sini

4. Kepala BGN: Laporkan oknum minta imbalan uang untuk operasional SPPG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meminta mitra untuk segera melaporkan oknum yang meminta imbalan uang untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kalau oknum-oknum yang menjajakan jasa atau meminta imbalan uang mengatasnamakan saya atau pimpinan yang lain saya pastikan berita itu tidak benar. Dan Anda, korban, wajib segera melapor kepada pihak yang berwajib kepolisian sehingga tindak pidana ini bisa segera ditindaklanjuti," katanya dalam kanal resmi Sudaryono yang dikutip dari Jakarta, Minggu.

Selengkapnya di sini

5. AHWA tetapkan Kiai Miftahul Akhyar sebagai Rais Am PBNU 2026-2031

Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan Kiai Haji Miftahul Akhyar sebagai Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031 melalui musyawarah mufakat.

Anggota AHWA mengambil keputusan tersebut setelah melakukan musyawarah tertutup di Ndalem Kasepuhan K.H. Wahab Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8) malam.

Selengkapnya di sini