Terungkap: Alasan Mateus Fernandes menolak Manchester United saat bintang Tottenham senilai £85 juta itu menjelaskan bagaimana Roberto De Zerbi mengamankan transfer lewat janji unik kepada keluarganya
Budi Santoso August 31, 2026 08:07 AM

Rekrutan baru Tottenham, Mateus Fernandes, mengungkap sentuhan personal yang membuatnya menolak Manchester United dan lebih memilih pindah ke London utara. Gelandang asal Portugal itu bergabung dengan Spurs dalam kesepakatan besar pada awal musim panas ini, sebuah keberhasilan penting bagi klub di bursa transfer.

Sentuhan pribadi De Zerbi menuntaskan kesepakatan

Fernandes memaparkan bagaimana pendekatan tanpa henti dari Roberto De Zerbi meyakinkannya untuk memilih Tottenham ketimbang kemungkinan hijrah ke Manchester United. Pemain berusia 22 tahun itu, yang datang lewat transfer bernilai fantastis £85 juta, menjelaskan bahwa komitmen sang manajer terhadap keluarganya menjadi faktor penentu. Gelandang Portugal tersebut menegaskan bahwa ikatan emosional yang terbangun dalam pembicaraan itu lebih berarti daripada tawaran lain yang ada.

"Cara dia [De Zerbi] berbicara dengan saya dan keluarga saya sangat penting bagi saya," kata Fernandes dalam wawancara dengan The Athletic. "Dia menelepon saya setiap hari, jadi saya sangat senang bisa bekerja dengannya, dan semoga kami bisa melakukan hal-hal besar.

"Ini lebih tentang [membangun] koneksi, karena ayah dan ibu saya tidak terlalu bisa berbahasa Inggris. Ini lebih tentang perasaan. Dia bilang dia akan menjaga saya, bahwa dia akan menjadi ayah kedua saya di Inggris. Saya sangat senang bekerja dengannya."

Upaya perekrutan Pedro Porro hingga larut malam

Saat sang manajer memberikan rasa aman secara emosional, juara Piala Dunia Pedro Porro bertindak sebagai kepala pemandu bakat tidak resmi. Porro dan Fernandes sebelumnya pernah bermain bersama di Sporting CP, dan bek itu sangat ingin bereuni dengan temannya. Fernandes mengenang percakapan lucu ketika ia melewatkan panggilan dari pemain internasional Spanyol tersebut karena sedang tidur, lalu menemukan pesan yang terus mendesaknya ketika akhirnya terbangun.

Fernandes mengungkap isi pesan itu: "Dia menelepon saya suatu hari, saya tidak menjawab karena saya sedang tidur. Dia berkata, dalam bahasa Portugis, 'Ayo Mateus, kamu harus bermain bersama kami, kami menginginkanmu. Sayalah yang memberi tahu manajer untuk membawamu.' Lalu ketika semuanya sudah selesai, saya berbicara sedikit dengannya tentang klub, mentalitas di tim, juga rekan-rekan setim. Dia pemain penting. Dia salah satu bek kanan terbaik di dunia. Dia orang yang luar biasa."

Dampak instan dan aksi heroik di pramusim

Investasi itu sudah terlihat sepadan setelah Fernandes menikmati debut impian melawan MK Dons. Sang gelandang mencetak tendangan voli sensasional pada penampilan pertamanya, yang kemudian ia sebut sebagai gol terbaik dalam kariernya. "Itu luar biasa, bukan? Itu adalah gol favorit saya dalam karier, jauh di atas yang lain," ujarnya. "Yang kedua adalah musim lalu. Saya perlu lebih sering melakukan ini, menembak dari luar kotak penalti. Saya tahu saya bisa melakukannya."

Meski Fernandes tampil heroik di awal, De Zerbi tetap berhati-hati dengan kondisi kebugaran bintang barunya itu sepanjang sisa tur pramusim. Setelah absen dalam kemenangan atas Chelsea, sang manajer cepat meredam kekhawatiran soal cedera. "Mateus Fernandes sebenarnya sudah bisa tersedia untuk bermain sekarang, tetapi kami tidak ingin mengambil risiko apa pun dengannya," tegas De Zerbi.

Pemain yang lepas dari jangkauan Real Madrid

Keberhasilan Tottenham mendapatkan sang pemain menjadi semakin mengesankan mengingat besarnya persaingan untuk mendapatkan tanda tangannya pada awal bursa transfer. Terungkap bahwa Real Madrid melewatkan Fernandes setelah Jorge Mendes sempat mencapai kesepakatan awal dengan raksasa Spanyol tersebut.

Situasi itu membuka jalan bagi Spurs untuk bergerak, dengan klub berambisi membangun ulang setelah kampanye domestik yang buruk. Tottenham finis di posisi ke-17 musim lalu, dengan De Zerbi memastikan keselamatan pada hari terakhir musim secara langsung dengan mengorbankan mantan klub Fernandes, West Ham. Setelah kini mengalami dua degradasi beruntun bersama The Hammers dan Southampton, gelandang itu akan sangat ingin membantu manajer barunya mendaki klasemen dan akhirnya menemukan stabilitas di London utara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.