Pemerintah telah menutup ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menelan kerugian. Melalui langkah ini, Presiden Prabowo Subianto mengklaim telah menghemat anggaran puluhan triliun.
Prabowo mengatakan di bawah kepemimpinannya, 290 perusahaan pelat merah telah ditutup karena kinerjanya buruk dan tidak optimal memberikan keuntungan bagi negara.
"Kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak memiliki kinerja baik, yang rugi, itu kita tutup 290 BUMN," ungkap Prabowo dalam sambutannya di Penutupan Muktamar ke-35 NU, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/8/2026).
Melalui langkah ini, pemerintah berhasil menghemat anggaran Rp 50 triliun. Prabowo menargetkan 700 BUMN lagi yang tidak menguntungkan akan ditutup hingga 31 Desember mendatang.
"Dengan 290 BUMN kita telah menghemat Rp 50 triliun. Dan pemerintah yang saya pimpin, Desember 31, kami akan menutup lagi paling sedikit 700 lagi yang akan kami akan tutup," tegas Prabowo.
Dia memaparkan rencananya total BUMN yang eksis di bawah kepemimpinannya hanya akan bersisa menjadi 250 perusahaan saja. Langkah ini diharapkan dapat menghemat anggaran hingga Rp 100 triliun.
"Jadi nanti hanya tinggal 250 BUMN. Tinggal 200-250, berarti harapan saya kita bisa menghemat Rp 100 triliun," pungkas Prabowo.





