TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Aksi demonstrasi digelar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju Tengah di Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, memasuki babak baru setelah massa meminta konfirmasi langsung terkait ketidakhadiran kepala kantor setempat.
Rombongan massa tiba di lokasi aksi sekitar pukul 11.18 Wita.
Begitu sampai di depan kantor, para orator bergantian menyampaikan aspirasi di hadapan pegawai BPN dan puluhan aparat kepolisian yang telah dikerahkan sebelumnya.
Baca juga: 70 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Aksi Demo GMNI di Kantor Pertanahan Mamuju Tengah
Baca juga: BREAKING NEWS: GMNI Mamuju Tengah Akan Turunkan 100 Massa Geruduk Kantor BPN
Seorang orator bernama Alwi dengan lantang menyatakan bahwa aksi kali ini membawa sejumlah persoalan pertanahan yang dinilai krusial.
Namun, suasana mulai memanas ketika tepat pukul 11.33 Wita, massa aksi menuntut Kepala Kantor BPN hadir menemui mereka dan mendengarkan langsung seluruh tuntutan yang disampaikan.
Harapan tersebut pupus setelah pihak pegawai menginformasikan bahwa Kepala Kantor BPN tidak berada di lokasi karena sedang sakit.
Mengetahui hal itu, massa menyatakan tidak langsung percaya.
Ketua GMNI Mamuju Tengah, Gibran, bersama sejumlah massa lainnya kemudian meminta pegawai BPN melakukan video call melalui WhatsApp sebagai bentuk konfirmasi atas keterangan tersebut.
Menanggapi permintaan itu, Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran (Seksi 2) BPN, Zulkifli, segera menghubungi Kepala Kantor melalui sambungan video.
Panggilan tersebut kemudian diperlihatkan di hadapan massa untuk menunjukkan kondisi sang pimpinan secara langsung.
Meskipun telah dibuktikan melalui sambungan video, massa tetap menyatakan kekecewaannya atas ketidakhadiran Kepala Kantor BPN di tengah aksi yang sedang berlangsung.
Direncanakan, massa akan bergerak menuju titik kedua, yakni Kantor DPRD Mamuju Tengah, untuk melanjutkan penyampaian aspirasi.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah