Profil Brigjen Hengki Haryadi, Penakluk Hercules Ditunjuk Jadi Kapolda Papua Barat Daya
Darwin Sijabat August 31, 2026 01:49 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Nama Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi kembali mencuat dan menyedot perhatian publik setelah resmi dipercaya menjabat sebagai Kapolda Papua Barat Daya. 

Sosok perwira tinggi kepolisian yang dikenal tanpa kompromi menindak aksi kejahatan jalanan ini kini mengemban amanah baru menjaga stabilitas keamanan di wilayah timur Indonesia.

Penunjukan tersebut tertuang secara resmi dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, yang ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo atas nama Kapolri.

Melalui keputusan rotasi ini, Hengki Haryadi menggantikan posisi Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru yang dimutasi menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri. 

Sementara itu, posisi Wakapolda Riau yang ditinggalkan oleh Hengki selanjutnya diserahkan kepada Brigjen Pol Simson Zet Ringu.

Polisi Pemburu Preman

Menolak lupa, reputasi Hengki Haryadi kian melambung di kancah nasional berkat ketegasannya dalam memberantas aksi kejahatan terorganisasi dan aksi premanisme di ibu kota Jakarta. 

Salah satu peristiwa paling monumental adalah ketika ia berhadapan langsung dengan mantan preman legendaris Tanah Abang, Rosario de Marshall alias Hercules.

Hercules, yang dikenal sebagai sosok paling ditakuti di kawasan pusat perdagangan Tanah Abang serta kerap diduga melakukan aksi kekerasan dan pemalakan bersama anak buahnya di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sempat melontarkan tantangan terbuka.

Namun, berkat ketegasan prosedur hukum yang ditunjukkan oleh Hengki dan jajarannya, gertakan tersebut berbalik hingga membuat Hercules menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

Baca juga: Siapa Polisi Asal Palembang Brigjen Pol Hengki Haryadi, Tangkap dan Penjarakan Hercules 3 Kali

Baca juga: Janji dan Komitmen Gus Kikin untuk NU Usai Terpilih Ketua PBNU di Muktamar ke-35

Rekam jejak kepemimpinannya di lapangan dalam memburu para preman meresahkan warga Jakarta menjadikan namanya disegani di jajaran reserse kepolisian.

Mengawal Keamanan di Otonomi Baru Papua Barat Daya

Kini, polisi pemburu preman tersebut diamanahkan untuk mengawal keamanan di provinsi ke-38 Indonesia, yakni Papua Barat Daya. 

Wilayah ini resmi disahkan sebagai hasil pemekaran dari Provinsi Papua Barat pada 8 Desember 2022.

Secara administratif, wilayah hukum Papua Barat Daya mencakup satu kota dan lima kabupaten, dengan pusat pemerintahan berkedudukan di Kota Sorong.

Daerah otonomi baru ini menyimpan potensi ekonomi dan sumber daya alam yang melimpah. Sektor-sektor unggulan di Papua Barat Daya meliputi industri perikanan, kehutanan, minyak dan gas bumi (migas), hingga pariwisata bahari kelas dunia.

Salah satu destinasi mahakarya yang berada di wilayah ini adalah Kepulauan Raja Ampat, yang telah mendunia sebagai surga penyelam internasional karena mengantongi keanekaragaman hayati laut tertinggi di planet bumi. 

Kehadiran Brigjen Hengki Haryadi sebagai kapolda baru diharapkan mampu menjamin kondusivitas serta keamanan investasi di wilayah strategis tersebut.

Momen Hercules Tantang Hengki Haryadi 

Saat masih menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya dengan jabatan Kombes, Hengki Haryadi sempat ditantang Rosario de Marshall alias Hercules.

Hal tersebut viral di sosial media.

Hercules menantang Hengki Haryadi saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi Partai Gerindra dengan GRIB Jaya pada (3/6/2023).

Dalam tayangan Kompas TV, Hercules tampak mengenakan kemeja hitam merah dengan ikat kepala berwarna hitam.

Dia bersuara lantang dan menyatakan tak takut kepada Hengki secara pribadi, bukan institusi Polri.

"Seorang Kombes Hengki Haryadi, saya enggak takut sama dia pribadi, bukan institusi Polri, tapi pribadi dia," ujar Hercules dalam pidato itu.

Profil Hengki Haryadi

Hengki Haryadi lahir di Palembang, 16 Oktober 1974 sehingga usianya sekarang adalah 52 tahun.

Hengki merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 yang berpengalaman dalam bidang reserse.

Lulusan SMA Taruna Nusantara itu pernah menduduki sejumlah jabatan penting di Korps Bhayangkara.

Ia pernah menjadi Kepala Satreskrim Polres Tulangbawang Lampung pada 2004 silam.

Setahun kemudian, Hengki diangkat menjadi Kapolsek Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.

Tak lama kemudian, ayah empat anak itu dimutasi menjadi Kasat Reskrim Poltabes Bandar Lampung.

Dikutip dari Kompas.tv, Hengki menjadi Kanit III Sat I Dit Reskrim Polda Lampung tahun 2008.

Dua tahun kemudian, ia menyandang pangkat Komisaris Polisi (Kompol) dengan menjabat sebagai Pamen di Polda Metro Jaya.

Setelah berpangkat Kompol, jabatan pimpinan pertama yang diemban Hengki adalah menjadi Kapolsek Metro Gambir.

Kemudian, ia diangkat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat lalu Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Pada 2014, Hengki dipercaya menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Jabatan itu ia emban selama dua tahun hingga akhirnya ditunjuk menjadi Wakil Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Tahun 2017, ia kembali dipindahtugaskan menjadi Kepala Subdit I Dittipideksus Bareskrim Polri.

Di tahun yang sama, Hengki lagi-lagi dimutasi menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat, tepatnya pada Oktober 2017.

Kemudian, pada pertengahan November 2020, Hengki lalu diangkat menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Satu setengah tahun kemudian, suami dari Duma Intan Karenina itu mengemban amanat sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya sejak 13 April 2022.

Hengki sempat kembali ditarik ke Bareskrim dan jabatan terakhirnya adalah Wakapolda Riau.

Baca juga: Daftar Lengkap Mutasi 3 Kapolres dan 2 PJU Polda Jambi, Ada Kabid Propam

Baca juga: Mutasi Polri 2026 Total 424 Perwira - Asisten Kapolri, Kapolda hingga Wakapolda

Baca juga: 805 Kasus ISPA Tercatat di Batang Hari Selama Karhutla dan Kemarau

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.