ISPA di Bangka Selatan Naik 63 Persen, Penderita Usia Remaja Melonjak 126 Persen
Ardhina Trisila Sakti August 31, 2026 02:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung meningkat pada seluruh kelompok usia sepanjang Juni hingga Juli 2026.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada kelompok remaja yang jumlah kasusnya melonjak lebih dari dua kali lipat dalam sebulan. Di tengah peningkatan tersebut, balita masih menjadi kelompok dengan jumlah penderita ISPA terbanyak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin mengatakan peningkatan kasus terjadi merata pada kelompok usia remaja, anak, balita, lansia hingga dewasa.

Kelompok remaja mencatat kenaikan persentase tertinggi, yakni 126,76 persen dari 71 kasus pada Juni menjadi 161 kasus pada Juli atau bertambah 90 kasus. Kelompok anak berada di posisi berikutnya dengan kenaikan 103,85 persen dari 104 menjadi 212 kasus atau bertambah 108 kasus.

“Berdasarkan kelompok usia, peningkatan penderita ISPA dari bulan Juni ke Juli 2026 terjadi di seluruh rentang usia,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (31/8/2026).

Meski persentase kenaikan tertinggi terjadi pada remaja, kelompok anak mencatat penambahan kasus terbesar secara nominal di antara kelompok usia muda.

Jumlah kasus pada anak bertambah 108 kasus, sedangkan balita bertambah 105 kasus dalam periode yang sama. Balita tetap menjadi kelompok dengan jumlah penderita terbanyak, meski persentase kenaikannya berada di bawah remaja dan anak.

Pada kelompok balita, kasus ISPA meningkat 47,73 persen dari 220 kasus pada Juni menjadi 325 kasus pada Juli atau bertambah 105 kasus.

Sementara itu, kasus pada lansia naik 55,32 persen dari 47 menjadi 73 kasus atau bertambah 26 kasus. Kelompok dewasa mencatat kenaikan persentase terendah, yakni 36,72 persen dari 177 kasus menjadi 242 kasus atau bertambah 65 kasus.

“Adapun kenaikan persentase terendah tercatat pada kelompok usia dewasa sebesar 36,72 persen,” beber Slamet Wahidin.

Secara keseluruhan, pencatatan kasus dilakukan melalui sistem yang terdapat di 10 puskesmas di Kabupaten Bangka Selatan. Jumlah kasus ISPA meningkat dari 619 kasus pada Juni menjadi 1.013 kasus pada Juli 2026 atau bertambah 394 kasus. Berdasarkan perhitungan, kenaikan tersebut mencapai 63,65 persen dalam satu bulan.

Puskesmas Toboali mencatat kasus balita meningkat dari 69 menjadi 108 kasus atau bertambah 39 kasus, anak dari 34 menjadi 78 kasus atau bertambah 44 kasus dan remaja dari 38 menjadi 93 kasus atau bertambah 55 kasus. Kasus dewasa naik dari 41 menjadi 43 kasus atau bertambah dua kasus, sedangkan lansia meningkat dari delapan menjadi sembilan kasus atau bertambah satu kasus.

Lalu, Puskesmas Rias mencatat kasus balita meningkat dari 66 menjadi 90 kasus atau bertambah 24 kasus, anak dari 12 menjadi 44 kasus atau bertambah 32 kasus dan dewasa dari 33 menjadi 39 kasus atau bertambah enam kasus. Lansia naik dari delapan menjadi sembilan kasus atau bertambah satu kasus, sedangkan remaja turun dari tujuh menjadi enam kasus atau berkurang satu kasus.

“Jadi Puskesmas Toboali menjadi penyumbang kasus ISPA terbanyak,” ucapnya.

Kemudian, Puskesmas Simpang Rimba mencatat kasus balita turun dari 23 menjadi 19 kasus atau berkurang empat kasus, anak dari 12 menjadi sembilan kasus atau berkurang tiga kasus dan remaja dari delapan menjadi lima kasus atau berkurang tiga kasus. Kasus dewasa turun dari 42 menjadi 29 kasus atau berkurang 13 kasus, sedangkan lansia tetap enam kasus.

Puskesmas Airgegas mencatat kasus balita meningkat dari 21 menjadi 41 kasus atau bertambah 20 kasus, anak dari 27 menjadi 38 kasus atau bertambah 11 kasus dan remaja dari delapan menjadi 19 kasus atau bertambah 11 kasus. Kasus dewasa naik dari 12 menjadi 14 kasus atau bertambah dua kasus, sedangkan lansia meningkat dari enam menjadi 15 kasus atau bertambah sembilan kasus.

Puskesmas Batu Betumpang mencatat kasus balita turun dari 17 menjadi 14 kasus atau berkurang tiga kasus, sementara anak naik dari enam menjadi 16 kasus atau bertambah 10 kasus. Kasus remaja meningkat dari dua menjadi delapan kasus atau bertambah enam kasus, dewasa dari 18 menjadi 24 kasus atau bertambah enam kasus dan lansia dari lima menjadi sembilan kasus atau bertambah empat kasus.

Puskesmas Payung mencatat kasus balita meningkat dari delapan menjadi 12 kasus atau bertambah empat kasus, sedangkan anak turun dari delapan menjadi tujuh kasus atau berkurang satu kasus. Kasus remaja naik dari lima menjadi 14 kasus atau bertambah sembilan kasus, dewasa dari 16 menjadi 47 kasus atau bertambah 31 kasus dan lansia dari lima menjadi sembilan kasus atau bertambah empat kasus.

Puskesmas Airbara mencatat kasus balita meningkat dari empat menjadi lima kasus atau bertambah satu kasus, anak dari empat menjadi delapan kasus atau bertambah empat kasus dan remaja dari dua menjadi 16 kasus atau bertambah 14 kasus. Kasus dewasa tetap 13 kasus, sedangkan lansia naik dari lima menjadi 10 kasus atau bertambah lima kasus.

Puskesmas Pongok mencatat kasus balita meningkat dari enam menjadi sembilan kasus atau bertambah tiga kasus, anak tetap satu kasus dan dewasa naik dari satu menjadi empat kasus atau bertambah tiga kasus. Kasus lansia turun dari empat menjadi satu kasus atau berkurang tiga kasus, sedangkan remaja tetap tidak memiliki kasus.

Puskesmas Tanjung Labu mencatat kasus balita meningkat dari empat menjadi tujuh kasus atau bertambah tiga kasus. Kasus remaja turun dari satu menjadi nol kasus atau berkurang satu kasus, sedangkan dewasa naik dari satu menjadi tiga kasus atau bertambah dua kasus. Anak dan lansia tetap tidak memiliki kasus.

“Puskesmas Tiram mencatat kasus balita meningkat dari dua menjadi 20 kasus atau bertambah 18 kasus. Sementara itu, anak, remaja, dewasa dan lansia tetap tidak memiliki kasus pada Juni maupun Juli,” pungkas Slamet Wahidin.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.