Ekspektasi Meningkat, Pelatih PSIM Yogyakarta Tak Gentar Hadapi Musim Baru
Joko Widiyarso August 31, 2026 02:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta akan menghadapi musim baru Super League 2026/2027 dengan ekspektasi yang jauh lebih tinggi.

Namun, kondisi tersebut tidak lantas membuat pelatih Jean-Paul van Gastel gentar.

Musim lalu, pelatih asal Belanda tersebut berhasil membawa PSIM tampil cukup impresif sebagai tim promosi. 

Laskar Mataram mengakhiri kompetisi di peringkat ke-11 dan mampu memberikan kejutan dengan menumbangkan sejumlah tim besar.

Persebaya Surabaya, Malut United, hingga Bali United pernah menjadi korban PSIM.

Sementara ketika menghadapi Persib Bandung, PSIM mampu mengamankan hasil imbang.

Pencapaian tersebut membuat standar terhadap PSIM otomatis meningkat memasuki musim ini.

Apalagi, komposisi tim juga mengalami perubahan dengan hadirnya sedikitnya delapan pemain baru, termasuk lima pemain asing.

Eks juru taktik klub NAC Breda Belanda tersebut menyadari ekspektasi besar yang kini mengiringi PSIM. 

Meski demikian, ekspektasi tersebut tidak membuat pelatih asal Belanda itu kehilangan fokus. 

Van Gastel justru menjadikan kerja keras sebagai pegangan utama dalam menghadapi tuntutan yang semakin besar.

Menurutnya, setiap pagi ia selalu mengingatkan dirinya sendiri bahwa telah memberikan kemampuan terbaik untuk PSIM.

“Setiap pagi ketika saya bangun, saya melihat diri saya di cermin. Saya berpikir, saya bekerja keras, saya melakukan yang terbaik yang saya bisa,” ujarnya di Yogyakarta, Senin (31/8/2026).

Pentingnya persiapan maksimal

Van Gastel juga memahami bahwa kerja keras tidak selalu berbanding lurus dengan hasil.

Dalam sepak bola, kegagalan tetap mungkin terjadi meski seluruh persiapan telah dilakukan dengan maksimal.

“Jika itu tidak berhasil, ya, itulah adanya,” katanya.

Karena itu, Van Gastel memilih tidak membebani dirinya dengan kemungkinan-kemungkinan yang berada di luar kendalinya. 

Ia hanya ingin memastikan seluruh pekerjaannya bersama PSIM telah dilakukan dengan sungguh-sungguh.

“Setiap kali saya bangun, saya tahu dari diri saya bahwa saya melakukan segalanya, sungguh segalanya, untuk tampil,” ucapnya.

Van Gastel pun tidak menutup kemungkinan melakukan kesalahan.

Namun, ia tidak ingin menyalahkan dirinya sendiri selama merasa sudah memberikan usaha terbaik.

“Mungkin saya membuat kesalahan, mungkin tidak. Tapi saya tidak bisa menyalahkan apa pun pada diri sendiri karena saya bekerja sangat keras,” tegas Van Gastel.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.