TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Puluhan massa aksi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Mamuju Tengah kembali bergerak menuju titik kedua aksi, yaitu Kantor DPRD Mamuju Tengah yang terletak di Jalan Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Senin (31/8/2026).
Perpindahan ini dilakukan setelah massa menyelesaikan aksi unjuk rasa di titik pertama, Kantor Pertanahan (ATR/BPN) di Jalan Ponpes As-sunnah, Desa Topoyo.
Dalam pergerakan kali ini, massa meminta perwakilan dari pihak BPN, yakni Kepala Seksi, turut serta menuju Kantor DPRD guna mengikuti audiensi bersama dengan dewan perwakilan rakyat setempat.
Baca juga: Keluarga Korban Pembunuhan Notaris di Polman Kecewa, Tak Terima Pelaku Divonis 19 Tahun
Baca juga: Chord dan Lirik Lagu Hujan, Irama Keroncong yang Bikin Suasana Makin Adem
Berdasarkan pantauan di lapangan, rombongan massa tiba di depan gedung DPRD sekitar pukul 12.13 Wita.
Setibanya di lokasi, mereka langsung membakar ban sebagai simbol api perjuangan dalam menyampaikan aspirasi.
"Kedatangan kami untuk menyampaikan aspirasi," ucap Alwi selaku orator di hadapan massa dan aparat keamanan.
Kedatangan massa aksi disambut langsung oleh Ketua DPRD Mamuju Tengah, Hj. Nirmalasari, bersama rombongan anggota dewan, serta aparat keamanan gabungan dari Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Para massa menyampaikan orasi di depan gedung selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya dipersilakan masuk ke ruangan Komisi 1 DPRD Mamuju Tengah untuk mengikuti audiensi.
Dalam pertemuan tersebut, turut dihadirkan perwakilan massa aksi, pihak BPN yang diwakili oleh Kepala Seksi, serta Ketua dan sejumlah anggota DPRD Mamuju Tengah.
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah