Li Claudia Chandra Dorong Komunikasi Terbuka Pemerintah dan Media Soal Pembangunan Batam
Septyan Mulia Rohman August 31, 2026 03:07 PM

TRIBUNBATAM.id, BATAM -Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra mendorong keterbukaan informasi dalam setiap proses pembangunan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Menurutnya, komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan media penting dilakukan agar masyarakat mendapat informasi yang utuh mengenai berbagai program dan pekerjaan yang sedang berjalan.

Hal itu disampaikan Li Claudia Chandra dalam pertemuan dan silaturahmi bersama media di Kantor BP Batam, Rabu (26/8/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah jajaran deputi BP Batam serta jajaran pimpinan media.

Termasuk Manajer Konten Tribun Batam, Thomas Tonek Thomlimah Limahekin dan Pimpinan Perusahaan Tribun Batam, Renhard Patrecia Sibagariang.

Li Claudia Chandra mengatakan, media perlu mendapatkan penjelasan langsung ketika pemerintah tengah menjalankan proyek yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat.

Ia menilai komunikasi tersebut juga penting untuk memberikan ruang bagi media menyampaikan kritik maupun masukan terhadap pemerintah.

"Saya bukan orang yang suka dipoles-poles. Kalau saya enggak bagus, jangan ngomong saya bagus. Saya ini manusia, ada kurang lebih, tapi hari ini saya kerja all out benar-benar untuk Kota Batam," tambahnya.

Thommy (sapaannya) kemudian menyoroti perkembangan penanganan persoalan tersebut di tengah berbagai pekerjaan yang dilakukan pemerintah.

Menanggapi hal itu, Li Claudia mengatakan pembenahan dilakukan secara bertahap, termasuk penanganan banjir yang memiliki persoalan berbeda di setiap kawasan.

"Enggak semua bisa kami bereskan langsung. Sudah pasti kami kerja, kami kerjakan. Hari ini kita membereskan yang sudah ada, karena Batam ini sudah terbangun," katanya.

Ia berharap jajaran teknis BP Batam dapat lebih aktif menyampaikan perkembangan pekerjaan kepada media.

"Nah, inilah gunanya hari ini kita kumpul. Kalau ada yang sudah kalian bereskan, sampaikan biar kalian tahu. Kalau masih ada persoalan, kalian tanya lagi penyebabnya," terangnya.

Li Claudia Chandra berharap komunikasi antara BP Batam dan media dapat terus berjalan secara berkala sehingga informasi pembangunan dapat disampaikan secara lebih utuh kepada masyarakat.

Menurutnya, komunikasi dan kerja sama tersebut pada akhirnya bermuara pada pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Batam.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan, pemerintah menghargai media yang menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis.

Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi sekaligus dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan.

Pihaknya berharap kritik tetap disampaikan melalui proses jurnalistik yang mengedepankan akurasi, verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan.

"Kami tentu ingin media tetap kritis. Kritik itu penting. Tetapi kritik yang kuat justru lahir dari proses jurnalistik yang kuat, ada verifikasi, ada konfirmasi, ada data, dan ada keberimbangan," kata Ariastuty.

Ia menambahkan, pemerintah juga memiliki tanggung jawab menyediakan akses informasi dan ruang konfirmasi bagi media.

Karena itu, komunikasi yang baik antara pemerintah dan insan pers dinilai penting agar kebijakan maupun pembangunan Batam dapat disampaikan secara lengkap kepada masyarakat.

Ariastuty mengatakan, pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal komunikasi yang lebih cair antara pemerintah dan media.

Media tidak hanya hadir ketika muncul persoalan, sementara pemerintah juga tidak hanya berkomunikasi ketika membutuhkan publikasi.

"Kami ingin hubungan pemerintah dan media tidak hanya bertemu saat ada persoalan. Mari kita bangun komunikasi sejak awal. Pemerintah bisa menjelaskan kebijakan, media bisa menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat," ungkapnya.

Sebaliknya, pemerintah tetap membutuhkan media yang independen, kritis, dan profesional dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya. "Kami tidak membutuhkan media yang hanya memuji pemerintah. Kami membutuhkan media yang kritis dan profesional," tegasnya.

Ia berharap komunikasi yang terbangun antara BP Batam dan media dapat menciptakan ekosistem informasi publik yang sehat.

Dengan komunikasi yang terbuka, kritik dapat disampaikan secara profesional, pemerintah memiliki ruang untuk memberikan penjelasan, dan masyarakat memperoleh informasi yang lebih utuh. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.