Liputan6.com, Kathmandu - Keputusan cepat seorang kepala sekolah di Nepal diduga menyelamatkan nyawa sekitar 900 siswa dari terjangan banjir. Rajendra Dawadi, kepala Tribhuvan Trishuli Secondary School di Nuwakot, segera mengevakuasi para siswa hanya sekitar 10 menit sebelum air bah menerjang kawasan tersebut.
Dikutip dari BBC, Senin (31/8/2026), Dawadi mengatakan dirinya menerima empat panggilan telepon pada pukul 09.10 waktu setempat yang memperingatkan akan datangnya bencana. Saat itu, banjir yang melanda Nepal telah menewaskan sedikitnya 794 orang.
Setelah menerima peringatan tersebut, Dawadi langsung mengambil keputusan untuk mengosongkan sekolah. Ia meminta para siswa berlari menuju tempat yang lebih tinggi dan memerintahkan bus yang membawa siswa untuk berbalik arah dan meninggalkan kawasan tersebut.
“Jika kami tidak mengambil keputusan dengan cepat, jika terlambat 10 menit saja, kami semua—termasuk para siswa dan saya—tidak akan bisa berbicara dengan Anda hari ini,” kata Dawadi.
Peringatan mengenai bahaya datang dari empat orang berbeda hanya dalam hitungan menit. Informasi tersebut membuat Dawadi semakin yakin bahwa ancaman yang dihadapi sangat serius.
Salah satu peringatan bahkan datang dari orang tua siswa yang mendatangi sekolah. Orang tua tersebut mengatakan bahwa banjir besar akan datang dan ia berada di sana untuk menjemput putrinya.
“Orang tua tidak terburu-buru tanpa alasan yang kuat, jadi itu memastikan bahwa saya tidak boleh membuang waktu sedetik pun untuk mengevakuasi anak-anak,” ujar Dawadi.
Ia kemudian memutuskan untuk tidak menunda evakuasi. Menurutnya, sekalipun banjir ternyata tidak datang, kerugiannya hanya sebatas kehilangan satu hari kegiatan belajar.
“Saya merasa bangga bahwa kami telah menyelamatkan begitu banyak nyawa,” katanya.
Banjir yang menerjang sejumlah wilayah Nepal pada Rabu tersebut menghancurkan bagian-bagian wilayah negara itu. Sedikitnya 2.426 orang juga dilaporkan masih hilang. Sekolah tempat Dawadi memimpin pun tidak luput dari dampak bencana. Bangunan sekolah tertimbun