Dapat Bantuan, Pemain Filipina Kai Sotto Berpeluang Gabung Miami Heat di NBA
Thomas August 31, 2026 04:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Pemain basket Filipina Kai Sotto kini menjadi sorotan setelah pelatih Gilas Pilipinas, Tim Cone, menyatakan akan berupaya membuka jalan baginya menuju NBA. Pernyataan ini disampaikan Cone secara langsung kepada Sotto dalam siaran langsung FIBA, menyusul kemenangan Filipina atas Iran dalam Kualifikasi Asia Piala Dunia FIBA 2027.

Momen ini memicu kembali harapan besar para penggemar basket Filipina akan kehadiran wakil mereka di liga basket paling bergengsi di dunia.

Sotto, yang memiliki tinggi menjulang 7 kaki 3 inci, saat ini berstatus free agent setelah kontraknya dengan Koshigaya Alphas di Jepang berakhir pada musim 2025-26. Musim lalu, pemain berusia 24 tahun ini menunjukkan performa yang cukup menjanjikan, mencatatkan rata-rata 13,1 poin, 9,4 rebound, dan 3,0 assist, dengan persentase tembakan 52,0% dari lapangan dalam 28 pertandingan untuk Koshigaya.

Statistik ini menunjukkan kemampuannya sebagai pemain besar yang serbaguna, mampu mencetak angka, merebut bola, dan bahkan mendistribusikan bola.

Koneksi Tim Cone dengan Miami Heat memang kuat; ia bersahabat baik dengan pelatih kepala Heat, Erik Spoelstra, yang juga memiliki darah Filipina. Cone bahkan pernah menjabat sebagai asisten pelatih tamu di staf Miami untuk NBA Summer League 2022, memberikan wawasan langsung tentang budaya dan sistem tim. Hubungan pribadi ini menjadi dasar optimisme bagi banyak pihak bahwa Cone mungkin bisa membuka pintu bagi Sotto.

Tantangan Realistis Menuju NBA

Meskipun ada tawaran bantuan dari Cone, seorang agen NBA yang berpengalaman menilai peluang Kai Sotto untuk bergabung dengan Miami Heat saat ini sebagai "tidak realistis". Penilaian ini bukan tanpa alasan. Daftar pemain Heat saat ini hampir lengkap, dengan 15 kontrak yang dijamin dan slot two-way yang sudah terisi. Ini berarti tidak ada ruang yang tersedia secara langsung di roster utama atau bahkan di posisi cadangan yang fleksibel.

Miami Heat juga memiliki beberapa pemain di posisi center yang sudah mapan, termasuk bintang All-Star Bam Adebayo, serta pemain-pemain seperti Bobby Portis (meskipun lebih sering bermain PF, bisa mengisi C), Nick Richards, dan Vladislav Goldin. Kehadiran pemain-pemain ini, yang sebagian besar memiliki kontrak jangka panjang dan peran yang jelas dalam tim, semakin memperkecil kesempatan bagi Sotto untuk mendapatkan tempat di tim utama.

Heat dikenal sebagai tim yang sangat selektif dalam merekrut pemain, terutama yang belum terbukti di level NBA, dan mereka cenderung mengutamakan pemain yang sesuai dengan sistem pertahanan dan etos kerja mereka yang khas.

Jalur Alternatif dan Ambisi Berkelanjutan

Secara teoretis, Sotto dapat mengejar kontrak two-way atau kontrak Exhibit 10 dengan Heat. Kontrak Exhibit 10 dapat memberinya kesempatan untuk bersaing di kamp pelatihan dan berpotensi mengarah ke peluang dengan afiliasi G League Miami, Sioux Falls Skyforce. Sioux Falls Skyforce merupakan tim bola basket profesional Amerika yang berafiliasi dengan Miami Heat dan berbasis di Sioux Falls, South Dakota. Ini adalah jalur umum bagi pemain yang ingin membuktikan diri dan mendapatkan pengalaman di lingkungan NBA.

Kontrak two-way juga akan menyediakan jalur antara NBA dan G League, memungkinkan pemain untuk menghabiskan waktu di kedua liga. Namun, kontrak ini tidak menjamin tempat permanen di daftar utama Miami dan seringkali hanya memberikan kesempatan terbatas di NBA. Opsi-opsi ini, meskipun membuka pintu ke ekosistem NBA, tidak dijamin dan akan memberikan keamanan finansial yang jauh lebih rendah dibandingkan peluang yang tersedia baginya di liga-liga profesional Jepang atau bahkan di program NCAA AS yang kompetitif. Gaji di G League jauh lebih rendah dibandingkan kontrak di liga-liga top Asia, yang bisa menjadi pertimbangan besar bagi pemain profesional.

Sotto sendiri terus mengejar ambisi NBA-nya dan yakin bisa masuk ke liga, menargetkan musim 2025. Perjalanan Sotto menuju NBA telah panjang dan berliku. Sebelumnya, ia pernah bermain untuk NBA G League Ignite, sebuah program yang dirancang untuk mengembangkan prospek NBA. Setelah itu, ia bermain di Australia untuk Adelaide 36ers, dan kemudian di Jepang untuk Hiroshima Dragonflies dan Yokohama B-Corsairs sebelum Koshigaya Alphas. Sotto tidak terpilih dalam NBA Draft 2022, sebuah pukulan telak bagi ambisinya.

Pada tahun 2023, Sotto berpartisipasi dalam NBA Summer League, sebuah ajang penting untuk menarik perhatian tim NBA, namun sayangnya mengalami cedera punggung bagian bawah yang membuatnya tidak pasti untuk berpartisipasi di Piala Dunia FIBA. Meskipun demikian, semangatnya untuk mencapai NBA tetap membara, menunjukkan dedikasi dan ketekunan yang luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.