Gen Z Hadapi Dunia Kerja, Universitas Ciputra Kenalkan Industri Sejak Pekan Pertama
Wiwit Purwanto August 31, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja menjadi tantangan di tengah perubahan industri dan teknologi. Data BPS menunjukkan TPT usia 15–24 tahun mencapai 17,37 persen pada Mei 2026, naik dari 16,36 persen Februari 2026.

Angka tersebut menunjukkan kesiapan menghadapi dunia profesional tidak semestinya baru dibangun menjelang kelulusan.

Mahasiswa perlu mulai mengenali potensi diri, memahami kebutuhan dunia kerja, serta mampu membaca perubahan dan melihat peluang sejak awal perkuliahan.

Kondisi itu menjadi perhatian Universitas Ciputra (UC) melalui Orientation Week (O-Week) 2026. Sejak pekan pertama perkuliahan, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan kehidupan kampus, tetapi juga diajak mengenali kekuatan diri, melihat dunia industri secara langsung, serta memahami peluang karier dan bisnis.

Orientation Week (atau sering disebut O-Week / Pekan Orientasi) adalah rangkaian kegiatan resmi pertama bagi mahasiswa atau siswa baru untuk menyambut dan mengenalkan mereka pada lingkungan, budaya, serta fasilitas institusi pendidikan. Di Indonesia, kegiatan ini juga sering disetarakan dengan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) atau MPLS di tingkat sekolah

Universitas Ciputra atau Universitas Ciputra Surabaya atau UC adalah salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya, Indonesia. Universitas Ciputra memiliki kampus cabang atau Program Studi di Luar Kampus Utama di Makassar, Sulawesi Selatan yang bernama Ciputra School Of Business Makassar atau UC Makassar

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kesiapan Kerja, dan Kolaborasi Industri Universitas Ciputra, Prof. Dr. Trianggoro Wiradinata, mengatakan pendidikan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian studi dan perolehan gelar.

“Bagi kami, pendidikan tinggi bukan hanya tentang bagaimana mahasiswa menyelesaikan studi dan memperoleh gelar. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka menemukan potensinya, mengembangkan kompetensi yang relevan, serta memiliki kesiapan menghadapi perubahan dunia profesional,” ujar Trianggoro ditemui di Ciputra Hall di sela kegiatan O-Week, Senin (31/8/2026).

Baca juga: Ning Laila : Penguatan Wawasan Kebangsaan Melalui Media Digital untuk Gen Z dan Alpha

Menurut Trianggoro, proses tersebut perlu dimulai sejak mahasiswa menjadi bagian dari perguruan tinggi. Mahasiswa perlu mengenali kekuatan dirinya, memahami kebutuhan dunia kerja, sekaligus mampu membaca perubahan dan melihat peluang.

Upaya tersebut diterapkan dalam rangkaian O-Week 2026 melalui berbagai aktivitas pengenalan diri dan dunia profesional. Mahasiswa baru diajak mengenali passion, kekuatan, serta potensi diri sebagai fondasi untuk menentukan kemampuan yang dapat terus dikembangkan selama menjalani perkuliahan.

Pengenalan diri itu kemudian dihubungkan dengan dunia profesional melalui kegiatan Industry Visit yang berlangsung pada 24–27 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru mengunjungi berbagai perusahaan dan institusi yang relevan dengan bidang studi masing-masing. Mahasiswa bidang teknologi diperkenalkan dengan penerapan teknologi di industri, sedangkan mahasiswa bisnis melihat secara langsung lingkungan profesional dan pengelolaan bisnis.

Sementara mahasiswa desain dan komunikasi berinteraksi dengan industri kreatif dan media. Adapun mahasiswa bidang pangan, kuliner, hospitality, dan arsitektur memperoleh pengalaman langsung dari lingkungan industri yang sesuai dengan bidang keilmuan mereka.

Mengenalkan Dunia Industri Sejak Awal Kuliah

Dosen Pendamping Pelaksana O-Week 2026 Universitas Ciputra, Louisa Christina Hartanto, S.I.Kom., M.Si., CCP., mengatakan Industry Visit menjadi salah satu cara untuk membantu mahasiswa memahami hubungan antara bidang studi dengan dunia profesional.

Baca juga: Daftar 17 Perwira Polda Jatim dan Polres Jajaran Dimutasi Kapolri, Ini Penjelasannya

“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa memilih program studi bukan hanya berarti memilih apa yang akan dipelajari di kelas. Di balik setiap bidang ilmu ada dunia profesional dengan kebutuhan, tantangan, dan peluangnya masing-masing,” kata Louisa.

Menurut Louisa, pengalaman melihat langsung dunia industri sejak awal kuliah diharapkan membuat mahasiswa mulai memikirkan arah pengembangan dirinya.

“Ketika mahasiswa melihat langsung industri sejak awal kuliah, kami berharap mereka mulai bertanya kepada dirinya sendiri: saya ingin berkembang menjadi siapa, kekuatan apa yang saya miliki, dan kompetensi apa yang harus saya bangun selama kuliah,” ujarnya.

Selain mengenalkan industri sesuai bidang studi, O-Week 2026 juga mengajak mahasiswa memahami perubahan lanskap pekerjaan dan bisnis di era digital.

Mahasiswa baru mengikuti sesi bersama Edho Zell bertajuk “Bagi Gen Z, Konten Bukan Sekadar Hiburan: Bisa Jadi Jalan Membangun Bisnis.”

"Melalui sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan perkembangan creator economy. Kemampuan membuat konten tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas hiburan, tetapi dapat dikembangkan untuk membangun personal branding, komunitas, produk, hingga peluang bisnis,"urainya.

Dari Mengenali Diri hingga Membaca Peluang

Louisa mengatakan proses tersebut diharapkan dapat menjadi bekal awal mahasiswa dalam menentukan arah pengembangan dirinya selama menjalani pendidikan di UC.

“Harapannya, mahasiswa tidak hanya selesai mengikuti O-Week dengan mengenal kampus dan mendapatkan teman-teman baru. Mereka juga mulai memiliki gambaran tentang dirinya, dunia yang ingin mereka masuki, serta hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menuju ke sana,” ujar Louisa.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.