TRIBUNNEWS.COM, PANGANDARAN - Insiden Jembatan Gantung Pongpet Margajaya di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tiba-tiba ambruk viral di media sosial.
Peristiwa terjadi pada Minggu (30/8/2026) sore sekitar pukul 16.10 WIB.
Beruntung tak ada korban jiwa atas insiden ini, sang Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami pun selamat.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami tampak syok hingga dievakuasi ke tempat aman di tepi sungai.
Suasana gembira peresmian Jembatan Gantung Pongpet Margajaya di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan histeris pada Minggu (30/8/2026) sore sekitar pukul 16.10 WIB.
Dalam rekaman video amatir yang beredar luas di masyarakat, terlihat detik-detik mencekam saat jembatan sepanjang 60 meter tersebut tiba-tiba bergetar dan anjlok ke bawah.
Baca juga: Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Anjlok, Bupati Citra Pitriyami Syok, Dievakuasi ke Tepi Sungai
Kala itu, lebih dari 50 orang berkerumun di atas jembatan untuk mengabadikan momen dan berfoto bersama usai seremoni pemotongan pita.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, Kepala Dinas PU, serta Kepala Desa Margacinta Enceng Anwar Solihin tampak berada tepat di tengah jembatan.
Tanpa diduga, dudukan seling besi penahan di sisi kanan terlepas dari patok hingga membuat badan jembatan melengkung tajam.
Warga yang berada di atas jembatan maupun di tepi sungai seketika berteriak histeris sambil mengangkat tangan meminta pertolongan.
Beberapa orang bahkan dilaporkan saling tertindih karena kehilangan keseimbangan.
"Saya sadar tidak sadar sewaktu kejadian karena tiba-tiba putus. Saya berpegangan ke dinding jembatan yang menggunakan tali ram baja. Kalau tali ramnya putus, pasti semuanya jatuh ke sungai," ujar Kades Margacinta, Enceng Anwar Solihin, saat dikonfirmasi Tribun Jabar.
Tak lama setelah insiden tersebut, potongan video menampilkan momen evakuasi Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.
Sang Bupati yang masih mengenakan stel baju berwarna krem dan kalung bunga peresmian melingkar di lehernya tampak berjalan terhuyung dipapah oleh seorang perempuan.
Citra terlihat sangat syok dan lemas atas kejadian yang berlangsung mendadak itu sebelum akhirnya disodori botol air minum oleh warga untuk menenangkan diri.
Kapolsek Cijulang IPTU Dimas Aditama memastikan seluruh rombongan pejabat dan warga yang berada di lokasi selamat tanpa ada korban jiwa.
Pihak kepolisian bersama aparat gabungan langsung memasang garis pengaman dan menutup total akses Jembatan Pongpet untuk mencegah risiko kecelakaan susulan.
Jembatan Merpati Pongpet (Jembatan Pongpet Margajaya) di Kampung Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, tengah menjadi sorotan publik.
Infrastruktur penyeberangan yang juga menjadi ikon wisata pedesaan tersebut mengalami kerusakan parah hingga anjlok pada Minggu (30/8/2026) sore.
Jembatan Pongpet Margajaya anjlok dan nyaris ambruk beberapa saat setelah diresmikan oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.
Jembatan gantung sepanjang 60 meter yang melintasi Sungai Cijulang dengan ketinggian 30–40 meter ini memiliki peran yang sangat strategis.
Keberadaannya menghubungkan tiga wilayah sekaligus, yaitu Desa Margacinta, Desa Cibanten (Kecamatan Cijulang), dan Desa Cimindi (Kecamatan Cigugur).
Selain sebagai akses harian warga, jembatan ini merupakan jalur utama menuju destinasi wisata Kampung Budaya Seni Badud.
Bagi masyarakat yang ingin menuju kawasan Desa Wisata Margacinta, lokasi ini berjarak sekitar 27,4 kilometer dari Alun-Alun Pariwisata Pangandaran dengan waktu tempuh berkendara sekitar 46 menit.
Rute Utama: Dari Alun-Alun Pangandaran, ambil arah barat melintasi Jalan Merdeka lalu lurus mengikuti jalan provinsi (Jl. Raya Cijulang) melewati Pantai Batu Hiu dan Green Canyon. Setelah tiba di Kecamatan Cijulang, belok ke arah utara menuju Desa Margacinta.
Aksesibilitas: Akses jalan utama sudah beraspal mulus dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, saat memasuki Dusun Margajaya menuju titik jembatan, kontur jalan cenderung menanjak dan menyusuri tepian ngarai sungai.