Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Tasikmalaya mengapresiasi peluncuran buku yang berjudul "Metamorfosa" dari perjalanan hidup bagi perempuan dan anak penyintas kekerasan.
Buku yang resmi terbit pada 22 Agustus 2026 ini, lahir sebagai wadah menuangkan karya sekaligus pembuktian bahwa berkarya merupakan bagian dari perjalanan hidup yang indah bagi perempuan dan anak penyintas kekerasan.
Kepala Dinas Sosial PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya, Dra. Hj. Wini, memberikan apresiasi yang tinggi atas terbitnya buku tersebut.
Menurutnya, program penulisan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan trauma (trauma healing) yang inovatif bagi para korban.
"Kami dari jajaran Dinas Sosial PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya mendorong penuh penciptaan karya ini bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Ini adalah bukti nyata bahwa berkarya adalah sebuah perjalanan hidup yang indah," ucap Wini.
Baca juga: KPAID Dampingi Pelajar Korban Asusila di Tasikmalaya Selatan
Melalui tulisan tersebut, pihaknya menginginkan menumbuhkan harapan baru bahwa masa depan yang hebat adalah hak semua orang tanpa terkecuali.
Bahkan, gerakan yang diinisiasi oleh Konselor pada UPTD PPA Kabupaten Tasikmalaya ini sengaja mengajak beberapa korban kekerasan untuk menulis.
"Tujuannya agar coretan pengalaman dan pemikiran di dalam buku dapat saling memotivasi satu sama lainnya untuk bangkit dari masa lalu," pungkasnya.
Buku "Metamorfosa" ditulis secara kolaboratif oleh tim yang terdiri dari konselor dan para penyintas dengan latar belakang yang beragam.
"Kehadiran buku ini membawa misi besar untuk memberikan dorongan hidup, menguatkan solidaritas antar-korban, serta mengedukasi masyarakat luas mengenai pentingnya pencegahan kekerasan dan saling menghormati antar sesama," kata wanita yang pernah menjabat Kadisdukcapil ini.
Wini menyebut, aksi ini sebagai bukti nyata kesiapan diri dalam menyambut masa depan yang cerah.
"Kami Dinas Sosial PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya dan tim penulis berharap pesan moral dalam buku "Metamorfosa" dapat menjangkau masyarakat Kabupaten Tasikmalaya secara luas demi menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak," katanya.(*)