Jeremejeff Beberkan Awal Mula Dirinya Jadi Pemain Persija: Siap Boyong Keluarga ke Jakarta
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua kali Alexander Jeremejeff menggetarkan gawang Brisbane Roar.
Setiap gol disambut riuh ribuan The Jakmania yang memenuhi Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (29/8/2026).
Malam itu menjadi perkenalan yang manis bagi striker asal Swedia tersebut.
Baru mengenakan seragam Persija Jakarta, Jeremejeff langsung menunjukkan alasan dirinya didatangkan untuk menjadi salah satu tumpuan lini depan Macan Kemayoran.
Dua golnya turut mengantar Persija menang telak 4-0 atas Brisbane Roar dalam laga uji coba.
Namun, di balik penampilan impresif tersebut, ada cerita yang membuat perjalanan Jeremejeff menuju Jakarta terasa lebih dekat.
Pemain berusia 32 tahun itu ternyata sudah mengenal Persija sebelum akhirnya benar-benar menjadi bagian dari klub ibu kota.
Ada satu nama yang menjadi penghubungnya dengan Macan Kemayoran: Cyrus Margono.
Cyrus, penjaga gawang yang pernah menjadi rekan setim Jeremejeff di Yunani, sebelumnya lebih dulu merasakan atmosfer sepak bola Indonesia bersama Persija.
Dari situlah Jeremejeff mulai mengikuti perjalanan Macan Kemayoran.
"Saya sebenarnya sudah mengetahui Persija sebelumnya karena saya memiliki mantan rekan satu tim dari Yunani yang bermain di sini tahun lalu, yaitu Cyrus Margono, penjaga gawang. Saya mengikuti hampir seluruh pertandingan dan hasil pertandingan Persija karena dia bermain di sini," ujar Jeremejeff.
Cerita dari Cyrus rupanya meninggalkan kesan tersendiri.
Jeremejeff melihat bagaimana mantan rekannya menikmati waktunya bersama Persija sekaligus kehidupannya di Jakarta.
"Dia sangat menyukai tim ini dan juga menyukai kotanya. Jadi, bagi saya, memilih Persija merupakan keputusan yang mudah," terangnya.
Keputusan itu akhirnya membawa Jeremejeff ke Jakarta.
Bagi sang striker, kepindahan tersebut bukan sekadar perpindahan klub, melainkan pengalaman baru dalam perjalanan kariernya.
Persija memiliki apa yang ia cari. Klub besar, ambisi besar, dan tuntutan untuk selalu mengejar kemenangan.
"Ini adalah pengalaman baru bagi saya. Persija merupakan tim besar yang memiliki ambisi untuk menang. Jadi, bagi saya, ini adalah pilihan yang sangat tepat," kata Jermejeff.
Tetapi Jakarta juga memberikan tantangan pertama. Bukan soal lapangan, melainkan cuaca.
Sebagai pemain yang datang dari Swedia, Jeremejeff harus beradaptasi dengan kondisi udara Jakarta yang jauh berbeda.
Ia mengakui proses tersebut membutuhkan waktu. Namun, sang striker memilih untuk tidak menjadikannya sebagai alasan.
"Untuk cuaca, memang sedikit berbeda. Pelatih juga mengetahui hal tersebut. Dia meminta saya untuk bersabar dan terus bekerja keras agar bisa beradaptasi dengan cepat. Jadi, saya tidak terlalu khawatir mengenai hal itu," paparnya.
Alih-alih mengeluhkan perbedaan tersebut, Jeremejeff justru mulai menikmati kehidupan barunya. Jakarta perlahan memberinya kesan positif.
Ada satu hal yang masih belum lengkap. Keluarganya belum berada di sisinya.
"Untuk kotanya, saya juga menyukainya. Sekarang saya hanya perlu membawa keluarga saya ke sini, dan setelah itu semuanya akan terasa sempurna,” pungkasnya.