TRIBUNNEWS.COM - Nasib berbeda dialami Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema di penghujung karier di Liga Arab Saudi.
Ronaldo dan Benzema pernah datang ke Liga Arab Saudi dengan status yang hampir sama. Keduanya merupakan mantan bintang Real Madrid, peraih Ballon d'Or, dan pemain kelas dunia yang memasuki fase akhir karier.
Namun, setelah beberapa musim berjalan, nasib keduanya justru berbeda. Ronaldo kini berada di posisi yang membuatnya bisa menatap akhir karier dengan lebih tenang bersama Al Nassr.
Sementara Benzema, sejumlah media Arab Saudi melaporkan, sang pemain berada di ambang perpisahan dengan Al Hilal dan bahkan disebut mulai mempertimbangkan pensiun.
Situasi tersebut membuat keputusan Ronaldo memilih Al Nassr pada awal 2023 dan bertahan saat drama bursa transfer 2025 terlihat semakin tepat.
Ronaldo memang harus menunggu lebih lama untuk merasakan gelar Liga Arab Saudi, tetapi perjalanan kariernya di Negeri Timur Tengah itu tetap berada di jalur yang ia inginkan.
Baca juga: Transfernya Pernah Bikin Cristiano Ronaldo Ngamuk, Karim Benzema Diklaim Segera Pensiun
Ronaldo datang ke Arab Saudi dengan bergabung ke Al Nassr pada awal 2023 silam. Namun gelar juara baru didapatkan setelah 3,5 musim di sana.
Sementara Karim Benzema relatif cepat. Hanya butuh dua musim bagi pemain asal Prancis itu untuk bisa merasakan gelar juara di Arab Saudi.
Ketika itu, perbandingan karier antara Ronaldo dan Benzema di Arab Saudi sempat menghasilkan kesimpulan berbeda.
Pada musim panas 2025, Benzema berada di posisi yang lebih menguntungkan. Ia baru saja membawa Al Ittihad meraih dua gelar, yakni Liga Arab Saudi dan Piala Raja.
Benzema kemudian melakukan transfer dengan pindah ke Al Hilal, situasi yang sempat membuat Ronaldo dikabarkan marah saat itu.
Situasi tersebut lantas diikuti kabar mengenai masa depan Ronaldo bersama Al Nassr yang menjadi tanda tanya kala itu.
Ronaldo bahkan sempat dikaitkan dengan kemungkinan pindah klub setelah perjalanan panjangnya di Arab Saudi yang masih tanpa gelar mayor.
Namun, Ronaldo akhirnya memilih bertahan. Ia menandatangani kontrak baru bersama Al Nassr yang membuatnya tetap berada di klub tersebut hingga 2027.
Keputusan itu pada akhirnya membawa perubahan besar dalam perbandingan keduanya.
Setahun kemudian, Ronaldo justru berada di puncak Liga Arab Saudi. Sementara Benzema yang pindah dari Al Ittihad ke Al Hilal menghadapi situasi yang jauh lebih rumit.
Benzema memang masih berhasil meraih Piala Raja bersama Al Hilal. Namun, klub tersebut kini dikabarkan tengah mencari jalan untuk mengakhiri kontraknya secara kesepakatan bersama setelah enam bulan ke depan.
Benzema juga disebut menolak opsi pindah ke Al Shabab. Jika benar meninggalkan Al Hilal, pilihannya hanya bermain untuk klub Arab Saudi lain atau mengakhiri kariernya.
Hanya dua itu opsinya, karena kembali bermain di Eropa bukanlah pilihan yang disebut sedang dipertimbangkannya.
Jika keduanya benar-benar memasuki tahun-tahun terakhir sebagai pesepak bola, perbedaan pengalaman Ronaldo dan Benzema di Arab Saudi menjadi semakin menarik.
Dalam hal jumlah trofi, Benzema sebenarnya masih unggul. Ia telah mengoleksi tiga gelar di Arab Saudi, yakni satu Liga Arab Saudi dan dua Piala Raja.
Ronaldo baru mengoleksi dua trofi, yaitu Liga Arab Saudi dan Arab Club Champions Cup.
Namun, jumlah trofi bukan satu-satunya ukuran. Situasi ketika memasuki penghujung karier juga menjadi faktor penting.
Ronaldo masih memiliki kesempatan menentukan sendiri kapan dan bagaimana ia ingin mengakhiri kariernya.
Penyerang 41 tahun ini memang telah memberi sinyal bahwa keputusan pensiun bisa datang setelah musim ini.
Tapi Ronaldo saat ini juga masih terus menjadi bagian penting dalam perjalanan Al Nassr bersaing di kompetisi domestik maupun Asia.
Sebaliknya, Benzema justru berada dalam situasi ketika masa depannya di klub sedang menjadi bahan pembicaraan.
Jika kesepakatan dengan Al Hilal benar-benar terjadi, ia harus menentukan langkah berikutnya ketika kariernya sudah mendekati penghujung.
Secara finansial, Benzema tetap mendapatkan keuntungan. Laporan yang beredar menyebut ia masih memiliki hak atas sisa kontraknya bersama Al Hilal yang nilainya sekitar 20,8 juta dolar AS.
Ia juga memiliki kontrak terpisah dengan program perekrutan pemain Liga Arab Saudi yang disebut bernilai 23 juta dolar AS per tahun hingga 2030.
Artinya, persoalan Benzema bukan semata-mata mengenai uang. Yang menjadi sorotan adalah posisi dan arah kariernya setelah hubungan dengan Al Hilal berakhir.
Baca juga: Klasemen dan Top Skor Liga Arab Saudi: Al Nassr di Puncak, Darwin Nunez Samai Cristiano Ronaldo
Menariknya, Ronaldo sebenarnya pernah memiliki peluang untuk bergabung dengan Al Hilal.
Mantan presiden Al Hilal, Fahad bin Nafel, pernah mengungkapkan bahwa klubnya sempat bernegosiasi dengan Ronaldo ketika sang pemain masih memperkuat Manchester United.
Namun, Ronaldo akhirnya memilih meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan Al Nassr.
Setelah itu, rumor mengenai kemungkinan Ronaldo menuju Al Hilal beberapa kali kembali muncul. Salah satunya terjadi ketika Ronaldo sedang mempersiapkan diri menghadapi Piala Dunia Antarklub 2025.
Bahkan, Ronaldo sempat dikaitkan dengan Al Hilal ketika Al Nassr menghadapi periode sulit. Pada bursa transfer musim dingin sebelumnya, absennya Ronaldo dalam tiga pertandingan sempat dikaitkan dengan kekecewaannya terhadap aktivitas transfer Al Nassr.
Pada periode yang sama, Al Hilal bergerak agresif dan akhirnya mendatangkan Benzema.
Jika melihat situasi sekarang, keputusan Ronaldo untuk tetap bersama Al Nassr justru terlihat semakin menguntungkan.
Keberhasilan Ronaldo juga bukan hanya soal trofi. Al Nassr juga tampaknya memberikan lingkungan yang lebih sesuai dengan peran yang diinginkan sang megabintang.
Ronaldo tetap menjadi figur utama di klub. Ia masih menjadi pusat proyek tim dan memiliki pengaruh besar di dalam maupun luar lapangan.
Sebaliknya, pengalaman Benzema di Al Hilal menunjukkan bahwa status sebagai bintang besar tidak otomatis membuat seorang pemain menjadi pusat proyek klub.
Al Hilal memiliki identitas dan struktur klub yang kuat. Dalam situasi tersebut, pemain sekaliber Benzema tetap harus menyesuaikan diri dengan kepentingan tim secara keseluruhan.
Hal serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada Neymar. Kondisi itu kemudian memunculkan kritik dari sejumlah pihak yang menilai Al Hilal memiliki tantangan tersendiri dalam mengelola pemain dengan status superstar.
Bukan berarti Al Hilal merupakan klub yang buruk bagi pemain besar. Namun, karakter klub yang menempatkan kepentingan tim di atas individu bisa saja tidak selalu cocok dengan pemain yang sebelumnya terbiasa menjadi pusat proyek klub.
Melihat perkembangan tersebut, Ronaldo seolah mendapatkan keuntungan dari dua keputusan penting dalam kariernya di Arab Saudi.
Pertama, ia memilih Al Nassr dan tidak pindah ke Al Hilal. Kedua, ia tetap bertahan di Al Nassr ketika Benzema datang ke Al Hilal dan membuat persaingan antarklub semakin menarik.
Kini, satu tahun setelah Benzema sempat terlihat lebih unggul dalam perburuan trofi, situasinya justru berbalik.
Ronaldo menjadi juara Liga Arab Saudi dan masih bersama Al Nassr. Sementara Benzema menghadapi kemungkinan meninggalkan Al Hilal dan bahkan mengakhiri karier profesionalnya.
Bagi CR7, Al Nassr bukan sekadar klub yang memberinya kesempatan bermain di Arab Saudi. Klub tersebut bisa menjadi tempat yang tepat untuk menutup salah satu karier sepak bola paling panjang dan sukses dalam sejarah.
(Tribunnews.com/Tio)