Kalung Bertabur 673 Berlian Milik Ratu Mesir Raib Dicuri
Septian Deny August 31, 2026 07:30 PM

Liputan6.com, Wina - Polisi Austria memburu dua pria yang diduga mencuri sebuah kalung platinum bertabur berlian dari sebuah museum di Wina. Perhiasan berusia puluhan tahun itu memiliki berat 200 karat, dihiasi 673 berlian, dan pernah menjadi milik keluarga kerajaan Mesir.

Dikutip dari The Guardian, Senin (31/8/2026), pihak berwenang di ibu kota Austria merilis foto kedua tersangka yang terekam kamera keamanan saat melakukan aksi pencurian di Museum of Applied Arts (MAK). Pencurian tersebut terjadi di tengah maraknya aksi pembobolan secara brutal terhadap institusi budaya di berbagai negara Eropa.

Kedua pria yang tidak mengenakan penutup wajah itu diketahui membeli tiket untuk masuk ke pameran. Saat jam operasional museum pada Kamis sore, mereka kemudian memecahkan kaca etalase menggunakan palu dan membawa kabur kalung berlian tersebut.

Dalam imbauannya kepada masyarakat untuk memberikan informasi, polisi mengatakan, “Para pelaku melarikan diri dengan perhiasan tersebut ke arah yang tidak diketahui.”

Petugas kemudian menyebar di sejumlah kawasan pusat kota dan mengerahkan anjing pelacak untuk mencari kedua tersangka. Surat kabar Kronen melaporkan, penyidik meyakini kedua pria tersebut kemungkinan menjalankan aksi sebagai pekerjaan pesanan atau “contract job” untuk sebuah kelompok kriminal.

MAK mengatakan kalung tersebut dicuri dari sebuah pameran perhiasan yang telah berlangsung sejak Juni. Pameran itu menampilkan lebih dari 300 karya desainer Prancis, Van Cleef & Arpels.

Tidak ada orang yang terluka dalam kejadian tersebut, meski saat pencurian berlangsung terdapat beberapa saksi di dalam ruangan.

Pernah Dipakai Ratu Mesir

Dokumentasi pameran menyebutkan bahwa kalung tersebut pernah menjadi milik Queen Consort Nazli dari Mesir.

Nazli mengenakan kalung itu saat pernikahan putrinya, Fawzia, dengan putra mahkota Iran saat itu, Mohammad Reza Pahlavi, pada 1939. Mohammad Reza Pahlavi kemudian menjadi shah Iran.

Kalung tersebut kemudian dilelang oleh Sotheby’s di New York pada 2015 dengan harga 4,3 juta dolar AS.

MAK menyebut pameran tersebut mempertemukan sekitar 200 “benda unik dan jarang terlihat”. Koleksinya berasal dari koleksi museum sendiri serta karya-karya yang mencakup perjalanan 120 tahun rumah perhiasan asal Paris, Van Cleef & Arpels, dari koleksi warisan perusahaan tersebut.

Setelah pencurian, tur berpemandu yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat sore tercatat sebagai “dibatalkan” di situs museum. Pameran yang semula dijadwalkan berakhir pada 27 September itu juga ditutup sementara.

 

Pencurian Museum Marak di Eropa

Pencurian di Wina menambah daftar aksi pembobolan besar yang menargetkan museum-museum Eropa.

Serangkaian pencurian bernilai tinggi terjadi sejak pencuri membobol Museum Louvre di Paris pada siang hari Oktober tahun lalu. Para pelaku berhasil melarikan diri dalam hitungan menit dengan membawa perhiasan mahkota senilai 88 juta euro.

Pada Kamis, pencuri di Spanyol juga membobol Treasure of Villena, koleksi artefak emas dari Zaman Perunggu yang disebut sebagai salah satu harta karun prasejarah paling penting di Eropa.

Bulan ini, empat karya paling penting milik maestro Renaisans abad ke-15, Antonello da Messina, juga dicuri dari sebuah museum di kota pelabuhan Messina, Sisilia, saat hari libur nasional.

Dua hari sebelumnya, kepolisian Italia mengumumkan telah menemukan kembali tiga lukisan karya Paul Cézanne, Pierre-Auguste Renoir, dan Henri Matisse. Ketiga lukisan tersebut dicuri pada tahun ini dari sebuah museum pribadi di dekat Parma, Italia utara.

Sementara itu, laporan Europol yang dirilis bulan ini menemukan bahwa aksi perampokan di museum-museum Eropa semakin brutal. Dalam sejumlah kasus, para pencuri membawa senjata api, menyerang staf, serta menggunakan palu godam, kapak, bahkan bahan peledak untuk menerobos hingga mencapai benda yang menjadi target mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.